<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189</id><updated>2011-08-03T00:33:33.432-07:00</updated><category term='dhany'/><title type='text'>Ramadhany R. Blogs</title><subtitle type='html'>Bicara lugas untuk kebenaran, Menuju AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-635597375787081693</id><published>2009-12-16T08:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T08:18:21.126-08:00</updated><title type='text'>MA"RIFATULLAH</title><content type='html'>1. KARAKTERISTIK AQIDAH ISLAM&lt;br /&gt;Aqidah Islam adalah Aqidah Rabbaniy (berasal dari Allah ) yang bersih dari pengaruh penyimpangan dan subyektifitas manusia. Aqidah Islam memiliki karakteristik berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al Wudhuh wa al Basathah ( jelas dan ringan) tidak ada kerancuan di dalamnya seperti yang terjadi pada konsep Trinitas  dsb.&lt;br /&gt;2. Sejalan dengan fitrah manusia, tidak akan pernah bertentangan antara aqidah salimah (lurus) dan fitrah manusia. Firman Allah : "Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia  menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah.." QS. 30:30&lt;br /&gt;3. Prinsip-prinsip aqidah yang baku, tidak ada penambahan dan perubahan dari siapapun. Firman Allah :"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan lain selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ?" QS. 42:21&lt;br /&gt;4.Dibangun di atas bukti dan dalil, tidak cukup hanya dengan doktrin dan pemaksaan seperti yang ada pada konsep-konsep aqidah lainnya. Aqidah Islam selalu menegakkan : "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar" QS 2:111&lt;br /&gt;5. Al Wasthiyyah (moderat) tidak berlebihan dalam menetapkan keesaan maupun sifat Allah seperti yang terjadi pada pemikiran lain yang mengakibatkan penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya. Aqidah Islam menolak fanatisme buta seperti yang terjadi dalam slogan jahiliyah "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka" QS. 43:22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  PENGERTIAN MA'RIFATULLAH&lt;br /&gt;Ma'rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah, karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibn Al Qayyim : Ma'rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma'rifah (orang-orang yang mengenali Allah)  adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata, namun ma'riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah, mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  CIRI-CIRI DALAM MA'RIFATULLAH&lt;br /&gt;Seseorang dianggap ma'rifatullah  (mengenal Allah) jika  ia telah mengenali&lt;br /&gt;1.asma' (nama) Allah&lt;br /&gt;2. sifat Allah dan&lt;br /&gt;3. af'al (perbuatan) Allah, yang terlihat dalam ciptaan dan tersebar dalam kehidupan alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan bekal pengetahuan  itu, ia menunjukkan :&lt;br /&gt;1. Sikap shidq (benar) dalam ber -mu'amalah (bekerja) dengan Allah,&lt;br /&gt;2. Ikhlas dalam niatan dan tujuan hidup yakni hanya karena Allah,&lt;br /&gt;3. Pembersihan diri dari akhlak-akhlak tercela dan kotoran-kotoran jiwa yang membuatnya bertentangan dengan kehendak Allah SWT&lt;br /&gt;4. Sabar/menerima pemberlakuan hukum/aturan Allah atas dirinya&lt;br /&gt;5. Berda'wah/ mengajak orang lain mengikuti kebenaran agamanya&lt;br /&gt;6. Membersihkan da'wahnya itu dari pengaruh perasaan, logika dan subyektifitas siapapun. Ia hanya menyerukan ajaran agama seperti yang pernah diajarkan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Figur teladan dalam ma'rifatullah ini adalah Rasulullah SAW. Dialah orang yang paling utama dalam mengenali Allah SWT.  Sabda Nabi : "Sayalah orang yang paling mengenal Allah dan yang paling takut kepada-Nya". HR Al Bukahriy dan Muslim.  Hadits ini Nabi ucapkan sebagai jawaban dari pernyataan tiga orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan keinginan dan perasaannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan berikutnya, setelah Nabi adalah ulama amilun ( ulama yang mengamalkan ilmunya). Firman Allah : "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama" QS. 35:28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengenali Allah dengan benar adalah orang yang mampu mewarnai dirinya dengan segala macam bentuk ibadah. Kita akan mendapatinya sebagai orang yang rajin shalat, pada saat lain kita dapati ia senantiasa berdzikir, tilawah, pengajar, mujahid, pelayan masyarkat, dermawan, dst. Tidak ada ruang dan waktu ibadah kepada Allah, kecuali dia ada di sana. Dan tidak ada ruang dan waktu larangan Allah kecuali ia menjauhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian ulama yang mengatakan : "Duduk di sisi orang yang mengenali Allah akan mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal, yaitu : dari ragu menjadi yakin, dari riya menjadi ikhlash, dari ghaflah (lalai) menjadi ingat, dari cinta dunia menjadi cinta akhirat, dari sombong menjadi tawadhu' (randah hati), dari buruk hati menjadi nasehat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. URGENSI MA'RIFATULLAH&lt;br /&gt;a. Ma'rifatullah adalah puncak kesadaran yang akan menentukan perjalanan hidup manusia selanjutnya. Karena ma'rifatullah akan menjelaskan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. Ketiadaan ma'rifatullah membuat banyak orang hidup tanpa tujuan yang jelas, bahkan menjalani hidupnya sebagaimana makhluk hidup lain (binatang ternak). QS.47:12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ma'rifatullah adalah asas (landasan) perjalanan ruhiyyah (spiritual) manusia secara keseluruhan. Seorang yang mengenali Allah akan merasakan kehidupan yang lapang. Ia hidup dalam rentangan panjang antara bersyukur dan bersabar.&lt;br /&gt;Sabda Nabi : Amat mengherankan urusan seorang mukmin itu, dan tidak terdapat pada siapapun selain mukmin, jika ditimpa musibah ia bersabar, dan jika diberi karunia ia bersyukur"  (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengenali Allah akan selalu berusaha dan bekerja untuk mendapatkan ridha Allah, tidak untuk memuaskan nafsu dan keinginan syahwatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dari Ma'rifatullah inilah manusia terdorong untuk mengenali para nabi dan rasul, untuk mempelajari cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah. Karena para Nabi dan Rasul-lah orang-orang yang diakui sangat mengenal dan dekat dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Dari Ma'rifatullah ini manusia akan mengenali kehidupan di luar alam materi, seperti Malaikat, jin dan ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Dari Ma'rifatullah inilah manusia mengetahui perjalanan hidupnya, dan bahkan akhir dari kehidupan ini menuju kepada kehidupan Barzahiyyah (alam kubur) dan kehidupan  akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  SARANA MA'RIFATULLAH&lt;br /&gt;Sarana yang mengantarkan seseorang pada ma'rifatullah adalah :&lt;br /&gt;a. Akal sehat&lt;br /&gt;Akal sehat yang merenungkan ciptaan Allah. Banyak sekali ayat-ayat Al Qur'an yang menjelaskan pengaruh perenungan makhluk (ciptaan) terhadap pengenalan al Khaliq (pencipta) seperti firman Allah : Katakanlah " Perhatikanlah apa yang ada di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. QS 10:101, atau QS 3: 190-191&lt;br /&gt;Sabda Nabi : "Berfikirlah tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu berfikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu" HR. Abu Nu'aim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.       Para Rasul&lt;br /&gt;Para Rasul yang membawa kitab-kitab yang berisi penjelasan sejelas-jelasnya tentang ma'rifatullah dan konsekuensi-konsekuensinya. Mereka inilah yang diakui sebagai orang yang paling mengenali Allah. Firman Allah :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan ) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.."  QS. 57:25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Asma dan Sifat Allah&lt;br /&gt;Mengenali asma (nama) dan sifat Allah disertai dengan  perenungan makna dan pengaruhnya bagi kehidupan ini menjadi sarana untuk mengenali Allah. Cara inilah yang telah Allah gunakan untuk memperkenalkan diri kepada makhluk-Nya. Dengan asma dan sifat ini terbuka jendela bagi manusia untuk mengenali Allah lebih dekat lagi. Asma dan sifat Allah akan menggerakkan dan membuka hati manusia untuk menyaksikan dengan seksama pancaran cahaya Allah. Firman Allah :&lt;br /&gt;"Katakanlah : Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asma' al husna  (nama-nama yang terbaik) QS. 17:110&lt;br /&gt;Asma' al husna inilah yang Allah perintahkan pada kita untuk menggunakannya dalam berdoa. Firman Allah :&lt;br /&gt;" Hanya milik Allah asma al husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma al husna itu..." QS. 7:180  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sarana efektif yang Allah ajarkan kepada umat manusia untuk mengenali Allah SWT (ma'rifatullah). Dan ma'rifatullah ini tidak akan realistis sebelum seseorang mampu menegakkan tiga tingkatan tauhid, yaitu : tauhid rububiyyah, tauhid asma dan sifat. Kedua tauhid ini sering disebut dengan tauhid al ma'rifah wa al itsbat ( mengenal dan menetapkan) kemudian tauhid yang ketiga yaitu tauhid uluhiyyah yang merupakan tauhid thalab (perintah) yang harus dilakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-635597375787081693?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/635597375787081693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/12/marifatullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/635597375787081693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/635597375787081693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/12/marifatullah.html' title='MA&quot;RIFATULLAH'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-7735685977624036908</id><published>2009-12-16T08:12:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T08:13:14.273-08:00</updated><title type='text'>MAKNA  ILAH</title><content type='html'>Sahabat muslim, pada kesempatan kali ini, kita membahas makna "Ilah". Kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah”, tiada Ilah selain Allah, tidak mungkin dapat dipahami kecuali dengan memahami terlebih dahulu makna “Ilah”. Karena tanpa memahami maknanya, maka bisa jadi kalimat tauhid itu hanya sekedar menjadi ucapan rutinitas dalam sholat sehari-hari tanpa ada wujud nyatanya dalam realitas kehidupan kita. Untuk itu, marilah kita memahami apa makna di balik kata “Ilah” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “Ilah” berasal dari kata “Aliha” yang memiliki empat makna utama, yaitu sakana ilaihi (merasa tenang kepadanya), istijaaro bihi (berlindung kepadanya), asy syauqu ilaihi (selalu merindukannya) dan wull’a bihi (mencintainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang pertama adalah sakana ilaihi, artinya merasa tenang kepadanya. Manakala mendengar nama Ilah-nya disebut, ia merasa senang. Ketika sang Ilah diingat-ingat olehnya, ia merasa tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang kedua adalah istijaaro bihi, artinya berlindung kepadanya. Ketika bersama Ilah-nya, ia merasa aman. Karena sang Ilah dianggapnya memiliki kekuatan yang mampu menolongnya dari kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang ketiga adalah asy syauqu ilaihi, artinya selalu merindukannya. Ada keinginan untuk selalu bertemu dengan Ilah-nya. Ada kegembiraan apabila bertemu dengan sang Ilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang keempat adalah wull’a bihi, artinya mencintainya. Ia mencintai Ilah-nya, walau bagaimanapun keadaannya. Ia selalu beranggapan bahwa sang Ilah memiliki kelayakan untuk dicintai sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat muslim, dari keempat makna yang telah dijelaskan di atas, maka pengertian-pengertian makna Ilah tersebut hanyalah hak Allah semata, tidak boleh diberikan kepada selain-Nya. Laa Ilah, tiada Ilah, Illallah, kecuali hanya Allah semata. Artinya, tiada yang membuat tenang, kecuali hanya Allah saja. Tiada tempat berlindung, kecuali hanya Allah saja. Tiada yang selalu dirindukan, kecuali hanya Allah saja. Tiada yang dicintai, kecuali hanya Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena empat perasaan itu demikian mendalam dalam hatinya, maka ia rela dengan penuh kesadaran untuk menghambakan diri kepada sang Ilah. Jadi, konsekuensi dari empat makna kata ”Aliha” adalah ’abadahu (menghamba/mengabdi padanya). Kata ’abadahu ini mengandung tiga makna, yaitu kamalul mahabbah (kecintaan yang sempurna), kamalut tadallul (menghinakan diri di hadapannya dengan sempurna), kamalul khudhu' (menundukkan diri dengan sempurna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS Al Baqarah 2:165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang amat sangat mencintai Allah swt (kamalul mahabbah), maka semua akibat cinta siap dilaksanakannya, siap berkorban, memberi loyalti, taat dan patuh pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang amat sangat merendahkan diri di hadapan Allah swt (kamalut tadallul), maka menganggap dirinya sendiri tidak berharga, dan bersedia bersikap rendah serendah-rendahnya di hadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang amat sangat tunduk pada Allah swt (kamalul khudhu'), maka akan selalu mendengar dan taat tanpa reserve, serta melaksanakan semua perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, karena Allah adalah satu-satunya Ilah, tiada sekutu bagi-Nya, Laa ilaaha Illallah, maka sudah seharusnya seorang muslim membuktikannya dengan totalitas penghambaan kepada-Nya, mengabdi pada-Nya dengan segenap kemampuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat muslim, insya Allah akan kita sambung ke bagian ke-2.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-7735685977624036908?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/7735685977624036908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/12/makna-ilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7735685977624036908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7735685977624036908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/12/makna-ilah.html' title='MAKNA  ILAH'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-1270630366058943637</id><published>2009-12-16T08:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T08:04:44.627-08:00</updated><title type='text'>Ahammiyatu Syhadatain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/SykFD-yoMVI/AAAAAAAAAC0/lzdMVxVaCyc/s1600-h/Ahamiyah_syahadatain.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 257px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/SykFD-yoMVI/AAAAAAAAAC0/lzdMVxVaCyc/s400/Ahamiyah_syahadatain.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415865592842826066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia." (QS. 2 : 143) "Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu" (QS. 4 : 41)&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[sembunyikan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1 Pintu masuk ke dalam Islam&lt;br /&gt;    * 2 Intisari ajaran Islam&lt;br /&gt;    * 3 Konsep dasar reformasi total&lt;br /&gt;    * 4 Hakikat da'wah para Rasul&lt;br /&gt;    * 5 Keutamaan yang besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Pintu masuk ke dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",(QS. 7:172) "Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal" (QS. 47:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat dapat diibaratkan pintu gerbang bagi para pemeluk Islam. Dengan syahadat seseorang telah dinyatakan sebagai pemeluk Islam. Dan yang membedakan seorang muslim dengan non muslim adalah syahadat. Karena itu, memahami syahadat sangatlah penting bagi seorang muslim, karena ia adalah Pintu Masuk ke dalam Islam.&lt;br /&gt;[sunting] Intisari ajaran Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : "Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (QS. 21:25) "Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. 45:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat adalah intisari ajaran Islam. Semua Rasul yang diutus Allah tidaklah menyampaikan sesuatu kecuali membawa Syahadat. Sebagaimana firman Allah diatas.&lt;br /&gt;[sunting] Konsep dasar reformasi total&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan." (QS. 6:122) "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS. 13:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat merupakan konsep dasar reformasi total. Syahadat telah mampu merubah seorang budak yang hina seperti Bilal bin Rabbah ra. menjadi seorang yang mulia di mata Allah dan Rasul-Nya. Syahadat juga mampu merubah seorang yang keras wataknya seperti Umar bin Khattab ra. menjadi seorang yang lembut dan penyayang. Syahadat bahkan mampu mengubah peradaban Jahiliyah yang diliputi kebodohan karena penyembahan terhadap patung dan berhala yang dibuat oleh tangan mereka sendiri. Suatu peradaban yang membuat dunia diliputi oleh kegelapan yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;[sunting] Hakikat da'wah para Rasul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 3:31) "Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah." Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui." Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)." (QS. 6:19) "Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS. 16:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat diatas tampaklah jelas bahwa dua kalimat syahadat adalah inti dari ajaran para Rasul. Setiap Rasul diserukan untuk menyembah Allah semata. Tiada tuhan selain Allah dan hanya kepada Allahlah kita menyembah dan mengabdikan diri&lt;br /&gt;[sunting] Keutamaan yang besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw : "Barangsiapa yang mengatakan Tiada Illah selain Allah akan masuk Surga"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud hadist tersebut bukan sekedar mengucapkan di lisan semata, namun benar-benar dicamkan dalam hati dan dijadikan pedoman dalam menjalankan kehidupan. Memahami syahadat, akan membawa pelakunya pada keutaman yang besar yaitu Surga. Bila kita paham benar apakah Syahadat itu, dan kita berpegang teguh untuk menjalankannya serta menjadikannya pedoman dalam mengarungi kehidupan maka Surga akan menjadi milik kita di akhirat kelak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-1270630366058943637?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/1270630366058943637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/12/ahammiyatu-syhadatain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/1270630366058943637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/1270630366058943637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/12/ahammiyatu-syhadatain.html' title='Ahammiyatu Syhadatain'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/SykFD-yoMVI/AAAAAAAAAC0/lzdMVxVaCyc/s72-c/Ahamiyah_syahadatain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-6553670563360516811</id><published>2009-12-15T07:12:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T07:31:34.208-08:00</updated><title type='text'>MAKNA SYAHADAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Syerk1wdsAI/AAAAAAAAACs/weLyfGYqfxs/s1600-h/islamicfoto6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Syerk1wdsAI/AAAAAAAAACs/weLyfGYqfxs/s400/islamicfoto6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415485726330302466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;LAA ILAAHA ILLALLAH adalah sebuah kata yang sedemikian akrab dengan kita. Sejak kecil (kalau kita hidup di tengah keluarga muslim), kita akan begitu familiar dengan ucapan tersebut. Mungkin karena terlalu biasa mengucapkan kita sering tak peduli dengan makna yang hakiki dari kalimat tersebut. Malahan boleh jadi kita belum paham dengan maknanya. Sehingga bisa saja perilaku kita terkadang bertentangan dengan kandungan dari laa ilaaha illallah itu sendiri tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi kehidupan keagamaan kita. Kalimat tersebut secara pasti menentukan bahagia dan celakanya kehidupan seseorang di dunia dan akhirat. Terus apakah terlambat bagi kita untuk tahu tentang makna syahadat tersebut di usia kita sekarang ini.? Jawabnya tidak ada kata terlambat sebelum nyawa sampai di tenggorokan kita, mari kita mulai dari sekarang untuk memahaminya. Untuk itu marilah kita mencoba mengangkat masalah makna syahadat ini untuk kemudian dipahami, agar melempangkan jalan kita meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tinjau sebenarnya kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH  mengandung dua makna, yaitu makna penolakan segala bentuk sesembahan selain Allah, dan makna menetapkan bahwa satu-satunya sesembahan yang benar hanyalah Allah semata. Berkaitan dengan mengilmui kalimat ini Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka ketahuilah(ilmuilah) bahwasannya tidak ada sesembahan yang benar selain Allah“&lt;br /&gt;(QS Muhammad : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat ini, maka mengilmui makna syahadat tauhid adalah wajib dan mesti didahulukan daripada rukun-rukun islam yang lain. Disamping itu nabi kita pun menyatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan ikhlas maka akan masuk ke dalam surga” ( HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ikhlas di sini adalah mereka yang memahami, mengamalkan dan mendakwahkan kalimat tersebut sebelum yang lainnya, karena di dalamnya terkandung tauhid yang Allah menciptakan alam karenanya. Rasul mengajak paman beliau Abu Thalib, Ketika maut datang kepada Abu Thalib dengan ajakan “wahai pamanku ucapkanlah LAA ILAAHA ILLALLAH sebuah kalimat yang aku akan jadikan ia sebagai hujah di hadapan Allah” namun Abu Thalib enggan untuk mengucapkan dan meninggal dalam keadaan musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tinggal selama 13 tahun di makkah menggajak orang-orang dengan perkataan beliau “Katakan LAA ILAAHA ILLALLAH” maka orang kafir pun menjawab “Beribadah kepada sesembahan yang satu, kami tidak pernah mendengar hal yang demikian dari orang tua kami”. Orang qurays di Zaman nabi sangat paham makna kalimat tersebut, dan barangsiapa yang mengucapkannya tidak akan menyeru/berdoa kepada selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAA ILAAHA ILLALLAH adalah asas dari Tauhid dan Islam dengannya terealisasikan segala bentuk ibadah kepada Allah dengan ketundukan kepada Allah, berdoa kepadanya semata dan berhukum dengan syariat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama besar Ibnu Rajabb mengatakan: Al ilaah adalah yang ditaati dan tidak dimaksiati, diagungkan dan dibesarkan dicinta, dicintai, ditakuti, dan dimintai pertolongan harapan. Itu semua tak boleh dipalingkan sedikit pun kepada selain Allah. Kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya selama tidak membatalkannya dengan aktifitas kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekilas tentang makna LAA ILAAHA ILLALLAH yang pada intinya adalah pengakuan bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah ta’ala semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu untuk diketahui, bahwa telah banyak penafsiran yang bathil yang beredar ditengah masyarakat muslim Indonesia secara khususnya mengenai makna LAA ILAAHA ILLALLAH, dan semoga kita terhindar dari kebathilan ini, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah artinya:&lt;br /&gt;“Tidak ada sesembahan kecuali Allah.” Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah artinya:&lt;br /&gt;“Tidak ada pencipta selain Allah.” Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti hanya mengakui tauhid rububiyah saja, dan itu belum cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah artinya:&lt;br /&gt;“Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah.” Ini juga sebagian dari makna kalimat laa ilaaha illallah. Tapi bukan ini yang dimaksud, karena makna tersebut belum cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tafsiran di atas adalah batil atau kurang. Kami menghimbau dan memperingati  di sini karena tafsir-tafsir itu ada dalam kitab-kitab yang banyak beredar. Sedangkan tafsir yang benar menurut salaf dan para muhaqqiq (ulama peneliti) Laa ilaaha illallah ma’buuda bihaqqin illallah (tidak ada sesembahan yang hak selain Allah) seperti tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dengan berbagai penyesuaian dari: Kitab Tauhid, Dr. Shaleh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entry Filed under: Akhirat, Articles, Artikel Islam, Artikel Muslim, Hakikat, Haroki, Hati, Hizbut Tahrer, Imam, Islam, Mabit, Madah Tarbiyah, Mukmin, Muslim, Tafsiah Wa Tarbiyah, Tarbiyah, Tarbiyah Islam, Tarbiyah Muslim, Tarbiyah Umat, Taujih, Tsaqofah, Ukhuwah. .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-6553670563360516811?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/6553670563360516811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/12/syahadat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/6553670563360516811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/6553670563360516811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/12/syahadat.html' title='MAKNA SYAHADAT'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Syerk1wdsAI/AAAAAAAAACs/weLyfGYqfxs/s72-c/islamicfoto6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-7146635612556727864</id><published>2009-03-13T04:38:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T04:41:21.468-07:00</updated><title type='text'>MELIHAT NERAKA DI DEPAN MATA</title><content type='html'>Muqaddimah&lt;br /&gt;Neraka adalah tempat yang disediakan Allah SWT bagi orang-orang kafir yakni  orang-orang yang membangkang terhadap syariat Allah dan mengingkari Rasulullah SAW. Neraka merupakan wujud siksa Allah kepada musuh-musuh-Nya dan penjara bagi mereka yang berbuat dosa. Tempat ini adalah suatu kehinaan dan kerugian yang tiada taranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ya Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau hinakan dia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (3:192)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir.” (3:131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga Neraka&lt;br /&gt;Sosok yang berdiri tegak menjaga api neraka adalah malaikat. Perawakannya besar, ekspresi wajah dan suaranya amat garang. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang tidak pernah durhaka kepada Rabbnya yang menciptakan dirinya. Mereka senantiasa patuh terhadap semua perintah Rabbnya, seperti digambarkan dalam ayat Qur’an berikut ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(66:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah malaikat penjaga neraka ada sembilan belas, seperrti firman Allah SWT,&lt;br /&gt;“Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) saqar. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu ? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, (neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia, di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (74:26-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat, dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu kecuali sebagai ujian bagi orang-orang kafir.” (72: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api Neraka&lt;br /&gt;“Api kamu ini hanyalah satu bagian dari tujuhpuluh bagian api di neraka jahannam.” Para sahabat mengatakan,”Yang ini pun sudah cukup berat panasnya,”Berkata Nabi,”Bahkan api neraka itu melebihi sebanyak enampuluh sembilan kali lipat panasnya  api dunia.”&lt;br /&gt;“Api neraka jahannam telah dinyalakan seribu tahun hingga menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi legam, seperti malam yang gelap gulita.”  (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu Neraka&lt;br /&gt;“ Dan sesungguhnya jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (Al-Hijr:43-44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang (pintunya) ditutup rapat.” (Al-Balad:19-20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang kafir dihalau ke neraka jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah  para penjaganya  kepada  mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah belum pernah datang kepada kalian Rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Rabbmu dan memperingatkanmu akan pertemuan  hari ini ?”Mereka menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar telah datang.” Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang kafir. Dikatakan (kepada mereka), “Masukilah pintu-pintu neraka jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.”Maka neraka jahannam itulah  seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” (Az-Zumar:71-72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu darinya adalah bagian yang sudah ditentukan.” (15:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan neraka terdiri atas tujuh lapisan, yang satu berada di bawah yang lain: &lt;br /&gt;1.Jahannam, konon ia disediakan bagi para ahli tauhid yang berdosa&lt;br /&gt;2.Saqar&lt;br /&gt;3.Ladza&lt;br /&gt;4.Huthamah&lt;br /&gt;5.Sa’ir&lt;br /&gt;6.Jahiim&lt;br /&gt;7.Hawiyah, inilah yang terbawah, tidak berdasar dan tidak berujung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Orang-orang yang langgeng di dalam neraka adalah golongan kafir dan munafik. Hal tersebut ada dalam firman Allah SWT,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (2:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami serta menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (7:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah mereka, orang-orang munafik itu mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, mereka kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.” (9:63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu,”Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal, kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.” (Yunus:52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya karena panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan.”  (HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada di antara mereka yang  dimakan api sampai ke mata kaki, ada yang dimakan sampai pinggangnya dan ada pula yang dimakan sampai ke tenggorokannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia sekalian, menangislah ! Jika tidak dapat menangis, maka paksakan dirimu untuk menangis ! Karena sesungguhnya ahli neraka itu akan terus menangis hingga air matanya mengalir di pipi masing-masing, seperti air yang mengalir di sungai. Sampai air mata itu habis dan matanya pun pecah-pecah. Seandainya ada perahu yang diletakkan di situ, niscaya berlayarlah ia.”   (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi penghuni neraka pertama-tama adalah kaum yang kafir dan musyrik (40:10;). Berikutnya  yang tidak menjalankan syariat Allah dan mengingkari hari kiamat (Al-Muddatsir:42-47), Pengikut pemimpin yang sesat dan kafir (41:25-28 dan Al-Ahzab:64-67),  dan kaum munafik (9:68; 4:145; 7:36)&lt;br /&gt;Nama-nama yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai penghuni Neraka:&lt;br /&gt;1.Fir’aun (Hud:98)&lt;br /&gt;2.Istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh (66:10)&lt;br /&gt;3.Abu Lahab (Al-Lahab:1-5)&lt;br /&gt;4.Jin yang kufur (56:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosa yang  menyebabkan seseorang terancam masuk neraka:&lt;br /&gt;1.Orang-orang yang tidak mau hijrah (4:97-98)&lt;br /&gt;2.Orang-orang yang menyimpang dari hukum Allah (16:90, 4:58)&lt;br /&gt;3.Mendustakan Rasul Allah (Janganlah kalian mendustaiku, barangsiapa yang mendustaiku maka akan masuk neraka.”)(HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;4.Takabbur (“Takabbur itu pakaianKu, dan Kebesaran itu sarung-Ku. Barangsiapa melepaskannya dari-Ku, maka Aku masukkan Dia ke dalam neraka.”) (Hadits Qudsy)&lt;br /&gt;5.Memelihara Riba (2:275)&lt;br /&gt;6.Memakan harta yang bathil (4:29-30)&lt;br /&gt;7.Orang-orang yang menggambar (“Siksa yang sangat menurut Allah adalah bagi orang yang menggambar hal-hal yang diharamkan Allah untuk digambar”)(HR Ibnu Mas’ud)&lt;br /&gt;8.Bersahabat dengan orang zhalim (Hud:113)&lt;br /&gt;9.Wanita yang telanjang dan suka memukul orang lain&lt;br /&gt;10.Orang yang suka menyiksa binatang&lt;br /&gt;11.Tidak ikhlas dalam mencari ilmu&lt;br /&gt;12.Memakai wadah minum dari emas dan perak&lt;br /&gt;13.Menebang pohon tempat berteduh&lt;br /&gt;14.Bunuh diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan , minuman dan pakaian penghuni neraka&lt;br /&gt;Makanan para penghuni neraka hanyalah zaqqum. Minumnya air panas, berasal dari keringat dan daging-daging yang mendidih. Ada pula air dingin tapi berbau busuk dan menjijikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diberi minum dengan air yang berasal dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain  pohon yang berduri yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (Al-Ghasysyiah:5-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. Ia seperti kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas.” (Ad-Dukhan:43-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan diberi minuman dengan air mendidih sehingga memotong ususnya.” (47:15)&lt;br /&gt;“Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.” (69:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ditimpakan atas penghuni neraka kelaparan, seberat azab yang sedang mereka alami. Lalu mereka minta agar diberi makanan, maka mereka pun diberi makanan dari duri-duri kayu yang tiada berguna dan tidak sedikit pun dapat  melepaskan  mereka dari kelaparan itu. Mereka meminta lagi, maka diberi pula makanan yang mencekik. Lalu mereka teringat bahwa mereka dahulu meneguk minuman untuk melancarkan kerongkongan di dunia, mereka pun meminta minuman itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka diberi minuman neraka yang mendidih dengan pengait-pengait besi. Apabila didekatkan ke muka-muka mereka, maka hanguslah muka itu, dan apabila masuk ke dalam perut-perut mereka, maka terkoyaklah perut mereka. Kemudian mereka memanggil-manggil para penjaga neraka jahannam, dan mereka pun ditanya oleh penjaga-penjaganya,”Apakah tidak pernah datang Rasul-Rasul yang membawa keterangan kepada kamu?” Mereka menjawab,” Tentu saja ada!” Penjaga-penjaganya berkata pula,”Kini berdoalah! Dan tiadalah doa orang-orang kafir itu melainkan sia-sia belaka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul SAW  menyambung lagi,”Lalu merekapun berkata,”Wahai Malik (penjaga Neraka)”Dapatkah kiranya Rabbmu mematikan/ memusnahkan saja kami!” Malik menjawab,” Tidak mungkin. Bahkan kamu akan kekal tinggal di sini.”  (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makar akan dibuatkan untuk orang-orang kafir itu pakaian-pakaian dari api neraka.” (22:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pakaian mereka adalah pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka .” (14:50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Siksa Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kulit menjadi hangus&lt;br /&gt;Sesungguhnya api neraka itu sangat panas. Membakar kulit para penghuninya hingga hangus. Padahal kulit adalah tempat merasakan sakit karena simpul-simpul syaraf letaknya tepat di bawah permukaan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha bijaksana.” (4:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hancur&lt;br /&gt; Apabila air panas dituangkan ke kepala, apakah yang terjadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disiram air mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada di dalam perut mereka dan juga kulit mereka.”  (22:19-20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diseret mukanya&lt;br /&gt;“Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak.”(17:97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke neraka.”  (An-naml:90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari adzab neraka. Amin ya mujibassailin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-7146635612556727864?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/7146635612556727864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/03/melihat-neraka-di-depan-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7146635612556727864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7146635612556727864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/03/melihat-neraka-di-depan-mata.html' title='MELIHAT NERAKA DI DEPAN MATA'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-8456239136848556182</id><published>2009-02-25T09:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T10:03:09.671-08:00</updated><title type='text'>Kafir mengkafir dan Politik</title><content type='html'>Sejak dahulu lagi isu kafir mengkafir atau قضية التكفير selalu dijadikan suatu topik politik untuk menghentam atau menyalahkan saf kebangkitan umat Islam. Banyak kumpulan Islami yang teraniaya kerananya. Samada fitnah dari golongan musuh yang sengaja menimbulkan kebencian umum terhadap saf dakwah atau fitnah itu datang dari kegelojohan segelintir yang berada dalam saf dakwah yang menghidupkan isu ini tanpa bimbingan ilmu. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sebenarnya persoalan kafir mengkafir atau takfir adalah persoalan `aqidah yang cuba diheret ke gelanggang politik oleh golongan yang berkepentingan. Sebahagian pihak cuba menjadikannya sebagai umpan politik bagi menarik perhatian ramai agar bangkit menentang para pencinta syariat Allah. Sementara dalam masa yang sama terdapatnya di kalangan saf dakwah mereka yang tergesa-gesa dan mempermudah-mudahkan dalam mengkafirkan orang lain sehingga melanggari batasan ilmu dan akhirnya menjadi senjata musuh yang menikam para pendakwah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Batas-Batas Iman &lt;br /&gt;Adalah perlu dijelaskan bahawa di sana adanya batasan-batasan antara iman dan kufur yang sesiapa melanggar akan mengeluarkannya dari daerah iman kepada daerah kufur. Persoalan ini adalah besar di dalam `aqidah untuk difahami agar seseorang muslim mengetahui bagaimana cara dia dapat mengelakkan diri dari menjadi kafir. Oleh kerana itu, As-Syeikh `Abd al-`Aziz `Abdillah Bin Baz r.h. dalam risalahnya kepada jamaah haji (Dalil al-Haaj wa al-Mu’tamirدليل الحاج والمعتمر/) , menyenaraikan perkara-perkara yang disebut sebagai نواقض الإسلام (Perkara-perkara yang membatalkan Islam). Tujuannya agar umat Islam yang menunaikan ibadat terutamanya haji tidak melakukan perkara-perkara berkenaan yang menyebabkan terbatalnya keislamannya dan akhirnya apa sahaja ibadat yang dilakukannya tidak memberi manfaat di akhirat. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Antara sepuluh perkara yang disebut oleh as-Syeikh Ibn Baz yang ke-empatnya ialah: “Sesiapa yang beriktikad bahawa petunjuk selain dari Nabi s.a.w. lebih sempurna dari petunjuk baginda atau hukum selain dari hukum Nabi lebih baik dari hukuman baginda seperti golongan yang mengutamakan hukum taghut melebihi hukum Nabi, maka di adalah kafir, termasuk dalam perkara ini: &lt;br /&gt;1. Beriktikad bahawa peraturan atau undang-undang yang dibuat oleh manusia lebih baik dari syariat Islam. &lt;br /&gt;2. Atau  beriktikad bahawa peraturan Islam tidak sesuai untuk dilaksanakan di kurun ke-20. &lt;br /&gt;3. Atau beriktikad bahawa Islam adalah penyebab kepada kemunduran muslimin. &lt;br /&gt;4. Atau beriktikad bahawa Islam itu hanya terbatas antara hubungan seseorang dengan tuhannya sahaja tanpa ada kaitan dalam urusan kehidupan yang lain. &lt;br /&gt;5. Menyatakan bahawa melaksanakan hukum Allah mengenai memotong tangan pencuri atau merejam penzina yang muhsan tidak sesuatu dengan zaman ini. &lt;br /&gt;6. Beriktikad harusnya berhukum dengan selain dari apa yang diturunkan Allah dalam mu`amalat syarak atau hudud atau selain keduanya, sekalipun tidak beriktikad ianya lebih baik dari hukum syari`at. Ini kerana dia telah mengharuskan apa yang diharam oleh Allah secara `ijma’. Sesiapa yang mengharuskan apa yang diharamkan Allah dalam perkara yang diketahui secara umum dalam agama seperti zina, arak, riba dan berhukum dengan selain syariat Allah maka dia kafir dengan ijma’ muslimin.” (rujukan: m.s.10-11, ctk. Riasah al-`Am li Idarat al-Buhuth al-Ilmiyyah, Saudi) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ternyata persoalan peringatan terhadap meninggalkan syariat Allah bukanlah isu politik murahan tetapi adalah isu yang mesti diberi perhatian oleh setiap individu muslim di kurun ini. Ibn Baz r.h. adalah seorang yang semasa hayatnya terbebas dari politik kepartian. Beliau adalah mufti yang `alim dan disegani. Beliau mengeluarkan kenyataan ini, bebas dari cengkaman kefahaman kepartian man-mana pihak, sebaliknya hanya menjelaskan apa yang dinyatakan oleh ajaran Islam ini. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Berdasarkan ini maka persoalan takfir ini mestilah dibincang secara rasional dan bebas dari pengaruh semasa. Ianya adalah persoalan ilmu dan aqidah yang ada disiplin-disiplinnya yang digariskan dalam manhajnya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Menjunjung Syari`at Allah &lt;br /&gt;Sejak zaman penurunan wahyu lagi, masyarakat Islam dan umat keseluruhannya dididik oleh Al-Quran agar senantiasa menganggap hanya Allah dan Rasul sahaja sumber rujukan di dalam hukum-hakam kehidupan. Sesiapa sahaja yang membaca Al-Quran akan mendapati bahawa Al-Quran begitu tegas dalam memastikan keimanan dan keyakinan individu mukmin terhadap inti kandungan perlembagaan Al-Quran dan As-Sunnah. Iman yang difahami oleh mereka ialah kepercayaan yang mutlak terhadap segala titah perintah Allah dan RasulNya s.a.w. Ayat-ayat yang turun ketika itu mendidik mereka juga kita agar jangan sama sekali berpaling daripada wahyu dan sabdaan Nabi s.a.w. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Antaranya cuba lihat firman Allah di dalam Surah an-Nisa' ayat 60-61: &lt;br /&gt;Maksudnya: &lt;br /&gt;                                               &lt;br /&gt;"Tidakkah kamu perhatikan mereka yang mengakui beriman dengan apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelum daripadamu. Mereka ingin berhakimkan taghut sedangkan meraka disuruh agar mengingkari taghut dan syaitan bermaksud untuk menyesatkan meraka dengan kesesatan yang jauh. (60) Apabila dikatakan kepada mereka marilah (tunduk) kepada hukum yang diturunkan Allah dan kepada hukum Rasul, kamu akan melihat golongan munafiq menghalang (manusia) dengan sekuat-kuatnya (dari mendekati kamu). (61) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kata al-Hafizd Ibn Kathir dalam mengulas ayat ini: "Inilah bantahan daripada Allah Azza wa Jalla terhadap sesiapa yang mengaku beriman dengan apa yang Allah turunkan kepada RasunNya dan para ambiya' yang terdahulu sedangkan pada masa yang sama dia mahu berhakimkan selain dari kitab Allah dan sunnah RasuiNya dalam penyelesaian perbalahan. Ini seperti yang disebut bahawa sebab nuzl ayat ini ialah pada seorang lelaki Ansar dan seorang Yahudi yang berbalahan. Yahudi itu menyatakan "Penyelesaian antara aku dan kamu ialah Muhammad". Sedang lelaki Ansar ini menyatakan "Penyelesai antara aku dan kamu ialah Ka`ab bin al-Asyraf. Dikatakan juga ayat ini diturunkan ke atas golongan munafiqin yang memperlihatkan Islam mereka sedangkan mereka ingin berhukumkan hukuman jahiliyyah. Dikatakan juga sebab nuzulnya adalah selain yang disebutkan. Sebenarnya, ayat ini lebih umum dari semua itu. Ianya adalah cercaan terhadap sesiapa sahaja yang berpaling dari al-Kitab dan as-Sunnah lalu berhukum dengan dari keduanya yang merupakan  (hukum) yang batil yang dimaksudkan dengan taghut di sini. (rujukan: Tafsir al-Quran al-`Azim, jilid 1, m.s. 531, certakan Dar al-Fikr, Beirut) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sesiapa sahaja yang berpaling dari syariat dengan memilih peraturan dan perundangan selain daripadanya bererti berhukum kepada taghut. Samada taghut dari timur atau barat. Samada berkulit gelap atau cerah, berketurunan arab, melayu atau selainnya..taghut tetap taghut. Kata as-Syeikh Muhmmad bin `Abd al-Wahhab: "Taghut itu banyak, tetapi kepala utamanya lima iaitu; Iblis yang dilaknati Allah, sesiapa yang disembah dan dia pula redha, sesiapa yang mengajak manusia kepada menyembah dirinya, sesiapa yang yang mendakwa dia mengetahui perkara ghaib dan sesiapa yang tidak berhukum kepada apa yang diturunkan Allah" (rujukan: Hasyiah Al-Usul ath-Thalathah, m.s. 95, ctk. Idarah al-Buhuth, Saudi.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdalilkan ayat-ayat dan nas-nas hadith yang banyak maka para `ulama `aqidah termasuk Ibn Abi al-`Izz menyebut dalam Syarh al-`Aqidah at-Tahawiyyah (شرح العقيدة الطحاوية): &lt;br /&gt;( فإنه إن اعتقد أن الحكم بما أنزل الله غير واجب وأنه مخير فيه ، أو استهان به مع تيقنه أنه حكم الله فهذا كفر اكبر و إن اعتقد وجوب الحكم بما أنزل الله وعلمه في هذه الواقعة وعدل عنه مع اعترافه بأنه مستحق للعقوبة فهذا عاصٍ ويسمى كافرا كفرا مجازيا أو كفرا أصغر ,ان جهل حكم الله فيها مع بذل جهده واستفراغ وسعه في مغرفة الحكم وأخطأه فهذا مخطىء، له أجر على اجتهاده وخطؤه مغفور  ) &lt;br /&gt;Maksudnya: "Sekiranya seseorang pemerintah beriktikad bahawa berhukum dengan apa yang diturunkan Allah itu tidak wajib dan dia diberikan pilihan mengenai (samada ingin berhukum dengan syariat Allah atau tidak) atau dia merendahkan-rendahkannya sedangkan dia yakin bahawa itu adalah hukum Allah, maka ini adalah kufur yang terbesar. Sekiranya dia beriktikad wajibnya berhukum dengan apa yang diturunkan Allah dan dia mengetahui perkara tersebut tetapi dia berpaling daripadanya (hukum Allah) sedangkan dia mengakui perbuatannya itu layak menerima hukuman, maka ini (pemerintah tersebut) adalah `asi (ahli maksiat)" dinamakan kafir kufur majazi كفر مجازي(kiasan) atau kufr asghar كفر أصغر(kufur kecil yang tidak terkeluar dari agama). Sekiranya dia jahil mengenai hukum Allah dalam perkara tersebut sedangkan dia telah berusaha bersungguh-sungguh serta mencurah segala kemampuan dalam mengenali hukum (agar menepati hukum Allah) namun dia tetap tersilap maka ini adalah orang yang tersilap. Baginya pahala kesungguhan dan kesilapannya diampunkan."(rujukan: Syarh al-`Aqidah at-Tahawiyyah, m.s. 324, ctk. Al-Maktab al-Islami, Beirut.) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Membedakan Tiga Golongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Al-Imam Ibn Abi al-`Izz telah memberikan amaran terhadap golongan yang meninggalkan hukum Allah juga dalam masa yang sama mengingat umat Islam bahawa bukan semua mereka yang meninggalkan hukum-hakam Allah menjadi kafir. Daripada teks yang disebutkan di atas, Ibn Abi al-`Izz membahagikan golongan yang meninggalkan perlaksaaan hukum-hukam Allah kepada tiga golongan iaitu: &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pertama: Kufr Akhbar. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sesiapa yang beriktikad berhukum dangan apa yang diturunkan Allah tidak wajib, ataupun beriktikad bahawa dia mempunyai pilihan samada hendak berhukum dengan hukum Allah atau memilih hukum selainnya, ataupun merendah-rendah kebaikan dan kemampuan hukum-hakam Allah atau menghinanya. Ketika dia beriktikad atau melakukan perkara-perkara tersebut dia sedar bahawa hukum-hukum tersebut adalah hukum-hakam daripada Allah maka dia menjadi kafir yang terkeluar dari agama atau kufr akbar. Sekiranya dia tidak mengetahui hukum-hukum tersebut daripada Allah seperti dia begitu jahil al-Quran atau jahil as-Sunnah maka dia tidak termasuk dalam golongan yang kafir sehingga dia diberitahu bahawa hukum-hakam tersebut daripada Allah atau RasulNya. Sekiranya dia beterusan dengan sikapnya sedangkan penjelasan terang lagi nyata kepadanya maka dia kafir yang terkeluar dari agama. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Oleh itu golongan pemerintah juga tidak boleh menganggap enteng soal `akidah, ucapan dan tidak laku mereka dalam soal perlaksanaan syariat Islam. Perkara meremeh dan memandang rendah hukum-hakam syarak adalah tersangat bahaya. As-Syeikh Muhammad bin Abd al-Wahhab menyebut antara perkara yang membatalkan syahadah ialah: &lt;br /&gt;(من اعتقد أن هدي غير النبي صلى الله عليه وسلم أكمل من هديه أو أن حكم غيره أحسن من من حكمه كالذين يفضلون حكم الطواغيت على حكمه فهو كافر) &lt;br /&gt;Maksudnya: Sesiapa yang beriktikad bahawa petunjuk selain Nabi s.a.w. lebih sempurna daripada petunjuk baginda atau selain hukum selain hukum baginda lebih baik daripada hukum baginda seperti golongan yang mengutamakan hukum taghut melebihi hukum baginda maka dia adalah kafir". &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Bahkan seperti kata Ibn Abi al-`Izz tadi, bahawa menganggap dirinya diberi pilihan samada menerima pakai atau menyampingkan hukum hakam Allah juga boleh membawa kepada kufr akbar كفر أكبر(kufr yang mengeluarkan seseorang dari agama). Di dalam Taisir Zi Jalal wa Ikram,تيسير ذي الجلال ولأكرام ketika memetik perkataan As-Syeikh Muhammad bin Ibrahim, iaitu: "Sekiranya seseorang pemerintah tidak menganggap hukuman selain dari hukum Allah lebih baik dari hukum Allah dan RasulNya tetapi dianggap ianya sama, ini adalah kufur yang mengeluarkannya dari agama kerana pada demikian itu menyamakan makhluk dengan Yang Maha Pencipta (Allah) (rujukan :Taisir Zi Jalal wa Ikram, Sa`ad bin Muhammad al-Qahtani, m.s. 61, ctk. Dar Isbelia, Saudi.) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kedua: Kufr Asghar كفر أصغر &lt;br /&gt;Sesiapa yang meninggalkan berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah namun dia tetap mengiktiraf kewajipannya untuk menerima pakai syariat Allah dan dia mengakui bahawa meninggalkan berhukum dengan syariat Allah adalah suatu kesalahan dan dosa. Dia meninggalkan berhukum dengan syariat mungkin disebabkan hawa nafsu atau kepentingan dunia yang dikejar seperti menjaga pangkat atau harta benda maka dia dianggap oleh para ulama `aqidah sebagai kafr asghar atau kufur kecil yang tidak mengeluarkannya dari daerah Islam sebaliknya adalah ahli maksiat dan penderhaka. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ketiga: Tersalah Hukuman &lt;br /&gt;Sesiapa yang telah berhukum dalam sesuatu perkara tidak berdasar hukum Allah disebab kejahilan yang tidak disengajakan. Ini seperti seseorang yang tidak tahu tentang hukum Allah dalam sesuatu perkara lalu dia berhukum tidak berdasarkan syariat Allah sedang dia senantiasa berusaha dan cuba memastikan agar hukuman yang dilaksanakannya menepati syariat. Disebabkan maklumat yang tidak cukup atau pengetahuan yang tidak sampai kepadanya walaupun dia telah berusaha untuk mengetahui hukum Allah mengenai perkara berkenaan maka hukuman yang dilaksanakannya tanpa disengajakan menyalahi syariat. Padahal, sekiranya dia tahu hukuman yang sebenar berdasarkan syariat tentu dia akan melaksanankannya. Kedudukan orang seperti seorang mujtahid yang tersalah ijtihad. Kesungguhan dan usaha untuk mengetahui hukuman yang sebenar diberikan apahala oleh Allah sementara kesalahan diampunkan kerana dia tidak sengaja dan telah berusaha. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mempelajari Perundangan Bukan Islami &lt;br /&gt;Perkara ini juga patut diberikan peringatan kepada para penuntut atau pelajar perundangan barat agar tujuan mereka dalam mempelajari perundangan barat atau perundangan yang tidak Islami itu tidak menyanggahi `aqidah. Sekiranya tujuan mereka mempelajarinya semata-mata sebagai suatu pengetahuan atau kerana ingin hendak dijadikan senjata dalam mempertahankan Islam maka ini ditidak menyanggahi syarak bahkan dia memperolehi pahala sekirannya tujuannya untuk mempertahankan Islam. Namun sekirannya mereka mempelajarinya untuk mengagungkannya atau menyanggap inilah perundangan yang terbaik atau setaraf dengan perundangan Islam atau diharuskan menerima sekalipun tidak menganggap lebih baik dari apa yang diturunkan Allah, maka ini sangat merbahaya kepada `aqidah mereka. Kata `Abd al-`Aziz `Abdillah bin al-Baz: "Sesiapa yang memepelajari undang-undang yang tidak Islam atau mengajarnya dalam keadaan dia menghalalkan berhukum dengannya, samada dia beriktikad syariat Islam lebih baik atau tidak, maka golongan ini adalah dengan ijma' muslimin kafir kufr akhbar. Ini kerana dia menghalakan berhukum dengan perundangan ciptaan manusia yang menyanggahi syariat Allah, dengan itu bereti dia menghalakan apa yang diketahui secara umum dalam agama sebagai haram. Ini sama dengan hukum sesiapa yang menghalakan zina, arak dan seumpamnya.(rujukan: Al-Takfir wa Hukm bi ghair ma Anzal Allah, m.s. 60, Ctk. Dar al-Ibn Khuzaimah, Saudi.) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Membezakan antara jenis dan peribadi &lt;br /&gt;Ini adalah tajuk yang sangat penting akan tidak ada lagi golongan yang mudah tersasul dan melatah tanpa panduan ilmu. Para pendokong kebangkitan Islam hendaklah benar-benar tepat dalam meletakkan status terhadap golongan yang tidak melaksanakan syariat Islam. Ini agar kita tidak menjadi khawarijخوارج  yang mudah mengkafir sesiapa sahaja di kalangan ahli maksiat dan tidak juga kita menjadi murjiah مرجئةyang membiarkan sesiapa sahaja melakukan maksiat. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Hendaklah diingat, bahawa adalah menjadi manhaj ahli as-Sunnah wa al-Jamaah, bahawa membezakan antara jenis dan peribadi.Walaupun disebut tentang pegangan, atau perbuatan atau perkataan yang boleh membawa kepada kufur, namun apabila tiba kepada persoalan mengkafir seseorang hendak dilihat dengan lebih teliti. Walaupun Ahli as-Sunnah menyatakan kufur pada perbuatan, perkataan atau iktikad tertentu namun ahli sunnah tidak terus menghukum pelakunya kafir. Ini kerana seseorang yang melakukan perkara-perkara yang menyebabkan kufur boleh jadi dalam keadaan jahil, atau disalah fahami maksudnya atau tidak sengaja atau tersasul. Tidak boleh dikafirkan seseorang melainkan benar-benar jelas dan tidak boleh ditafsirkan si pelakunya melainkan kufir. As-Syeikh Yusuf al-Qaradawi menyebut perkara ini dengan katanya: “Suatu perkara yang mesti diberi perhatian iaitu apa yang telah diputuskan oleh para `ulama muhaqqiqun mengenai wajibnya dibezakan antara peribadi dan jenis dalam isu takfir (mengkafirkan). Ini bermaksud, contohnya kita katakan “Golongan komunis itu kafir, atau para pemerintah sekular yang menolak hukum syarak itu kafir, atau sesiapa yang menyatakan sebegini atau menyeru kepada ini maka dia kafir. Ini semua adalah hukum pada jenis. Adapun apabila perkara ini berkait dengan peribadi seseorang, yang disandar kepada mereka itu dan ini, maka wajiblah diambil masa untuk dibuat kepastian dan kesabitan mengenai hakikat sebenar pendiriannya. Ini dengan cara menyoal atau berbincang dengannya sehingga ditegakkan hujjah, tiada lagi syubhat dan juga tiada lagi keuzuran untuknya. Perkara ini pernah disebut oleh Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah: Sesungguhnya perkataan boleh menyebabkan kufur. Secara umumnya dikafirkan penyucapnya. Dikatakan “Sesiapa yang mengucap begini maka dia kafir”. Tetapi peribadi berkenaan yang mengucapkannya tidak dihukum dengan kafir sehingga ditegakkan hujjah yang menjadi kuffur sesiapa yang meninggalkannya (meninggalkan berpegang dengan hujjah yang jelas-pen),” (rujukan:Zahirah al-Ghuluu fi Takfir, m.s. 26-27, ctk. Maktabah Wahbah, Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Hasan Al-Banna juga menjelaskan perkara ini dengan katanya: Kita tidak mengkafirkan seseorang muslim yang mengucapkan dua kalimah syahadah dan beramal dengan tuntutannya, hanya disebabkan pandangan peribadi atau sesuatu maksiat (yang dilakukan), kecuali dia mengakui kalimah kufur, atau menginkari perkara yang maklum di dalam agama ataupun mendustai sesuatu yang jelas dari al-Quran atau menafsirkan al-Quran dalam bentuk yang tidak dapat diterima pada uslub bahasa `arab sama sekali ataupun melakukan sesuatu perkara yang tidak boleh ditafsirkan melainkan kufur” (rujukan: Majmu’ ar-Rasail, Hasan al-Banna, m.s. 393, ctk. Dar ad-Da’wah, Mesir ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Islam yang berjuang di atas landasan `aqidah yang diajar oleh Ahl a-Sunnah hendak tidak tergopoh-gapah dalam mengkafirkan individu tertentu tanpa melalui kaedah yang telah ditentukan oleh manhaj yang benar ini. Bukan senang dan mudah untuk dikafirkan seseorang melainkan setelah begitu jelas kufurnya dan tidak boleh dibuat sebarang andaian lagi melainkan kafir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-8456239136848556182?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/8456239136848556182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/kafir-mengkafir-dan-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/8456239136848556182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/8456239136848556182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/kafir-mengkafir-dan-politik.html' title='Kafir mengkafir dan Politik'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-1001612461563189911</id><published>2009-02-16T07:19:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:23:21.285-08:00</updated><title type='text'>10 Wasiat Hasan Al Bana</title><content type='html'>Imam Syahid Hasan Al-Banna merupakan seorang ulama Islam yang memiliki pengaruh besar di Abad ini. Gerakan dakwah Al-Ikhwanul Muslimin yang dipimpin beliau terbukti memberikan kontribusi besar bagi kebangkitan Umat Islam dari tidur mereka yang panjang. Sebagai qiyadah jamaah dakwah, Imam Hasan Al-Banna telah menjadikan gerakan dakwahnya sebagai sebuah organisasi yang dinamis dan aktif dalam melakukan perubahan di tengah-tengah umat di seluruh dunia. Karena fikrah ikhwaniyah yang dilontarkan Imam Syahid mudah diterima dan menjadi pegangan bagi para mujahid di seluruh medan dakwah. &lt;br /&gt;Dalam mengarahkan para ikhwah untuk lebih giat berdakwah, Imam Syahid sering memberikan wejangan yang amat praktis dan mudah diamalkan. Di antaranya adalah yang dikenal sebagai 10 wasiat Hasan Al-Banna. Wejangan Imam Syahid yang sepuluh ini bersifat sederhana dan mudah dihafal. Layaknya seperti kiat-kiat aktifitas rutin harian yang setiap saat harus dihayati dan dilaksanakan oleh setiap anggota Jamaah Ikhwanul Muslimun. 10 Wasiat Imam Syahid adalah sebagai berikut ;&lt;br /&gt;1. Bangunlah segera untuk melaksanakan sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.&lt;br /&gt;2. Baca, telaah, dan dengarlah Al-Qur-an, berdzikirlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada faedahnya&lt;br /&gt;3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.&lt;br /&gt;4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.&lt;br /&gt;5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (berdzikir) adalah tenang dan tenteram.&lt;br /&gt;6. Jangan suka bergurau, karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.&lt;br /&gt;7. Jangan mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.&lt;br /&gt;8. Jauhilah ghibah (menggunjing) atau menyakiti hati  orang lain dalam bentuk apa pun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.&lt;br /&gt;9. Berkenalanlah dengan saudaramu yang engkau temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan taawun (kerjasama).&lt;br /&gt;10.  Pekerjaan rumah (PR) kita sebenarnya lebih bertumpuk daripada waktu yang tersedia, maka tolonglah saudaramu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai keperluan maka sederhanakan dan cepatlah diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para aktivis dakwah sepuluh wasiat bagaikan resep yang sangat manjur untuk mengobati penyakit yang terdapat dalam hati mereka.  Hal ini telah teruji sepanjang perjalanan dakwah Ikhwan sejak dikumandangkan oleh Imam Syahid sampai ke masa kita sekarang ini.  Wasiat Imam Syahid merupakan rangkuman pemahaman beliau terhadap kandungan Al-Qur-an dan Sunnah yang semestinya mendapat prioritas utama dalam pengamalannya…. Berikut ini penjelasan lebih lanjut  dari perintah harian Imam Syahid Hasan Al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Pertama: Bangunlah segera untuk melaksanakan sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.&lt;br /&gt;Wasiat ini mengandung perintah agar setiap Al-akh mendahulukan sholat lima waktu dari perkara lainnya. Karena sholat di awal waktu merupakan amal Islam yang paling utama sebagaimana dikemukakan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam ketika ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah amal yang paling utama ya  Rasulullah?” Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya”. Wasiat ini juga mengharuskan jamaah ikhwan untuk selalu menanti waktu-waktu sholat. Akan lebih utama bila seorang akh itu selalu dalam keadaan berwudlu beberapa saat sebelum adzan berkumandang sehingga dia dengan segera dapat mendatangi masjid dan sholat berjamaah. Al-Akh tidak boleh memprioritaskan hal lain selain dari waktu sholat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Kedua: Baca, telaah, dan dengarlah Al-Qur-an berdzikirlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada faedahnya.&lt;br /&gt;Setiap akh diwajibkan untuk selalu berinteraksi dengan Kitabullah Al-Qur-an. Mereka wajib membacanya di mana ada kesempatan. Di setiap pertemuan yang diselenggarakan ikhwah hendaknya dimulai dengan membaca Al-Qur-an. Selain itu ikhwah juga diminta untuk menelaah atau mentadabburkan isi Kitabullah sesering mungkin. Ini bisa dilakukan dengan membaca Kitab-kitab tafsir atau buku-buku Manhaj Islam yang menguraikan nilai-nilai Al-Qur-an. Bukankah Nabi mengatakan bahwa sebaik-baik  ummat beliau adalah yang memperlajari dan mengajarkan Al-Qur-an. Imam Syahid juga mengingatkan agar waktu dimanfaatkan untuk berdzikir dalam segala keadaan. Surat-surat tertentu dan ayat-ayat pilihan biasa dapat dibaca dalam berbagai keadaan. Disamping itu ada bacaan-bacaan dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan hauqallah yang sangat penting dilakukan dalam setiap keadaan ikhwah… Misalnya ketika berkendaraan, menunggu sesuatu, atau tengah diam… Ikhwah hendaknya tidak menyia-nyiakan waktu bagi hal-hal yang tidak bermanfaat karena di antara ciri orang-orang mukmin adalah “Alladzina hum anillaghwi mu’ridhuun” (Orang-orang yang menghindarkan diri dari perkataan atau perbuatan yang tidak ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Ketiga: Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih&lt;br /&gt;Setiap akh diwajibkan belajar Bahasa Arab fushah (baku) dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mewajibkan hal ini karena Bahasa Arab merupakan salah satu syiar dakwah Islam. Bahasa Arab itu bahasa Al-Qur-an dan bahasa Ahlul Jannah (Ahli Syurga). Di antara sumber kekuatan ummat Islam adalah persatuan mereka yang bersifat mendunia. Kunci persatuan adalah kemampuan berkomunikasi cepat, dengan bahasa yang merupakan warisan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya. Sementara itu orang-orang di luar Islam  berusaha sekuat tenaga menjauhkan Ummat Islam dari bahasa induk mereka. Mereka mempopulerkan bahasa Inggris dan menyatakan bahwa bahasa Arab itu terbelakang. Mereka bahkan ingin ummat Islam tak lagi mampu membaca Al-Quranul Karim atau memahami kandungan maknanya ketika membaca Al-Qur-an tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Keempat: Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid mengingatkan para ikhwah untuk menjauhi perdebatan dan berdiskusi tentang hal-hal yang tak perlu. Ikhwah dianjurkan banyak bicara tetapi tentang hal-hal yang penting atau mendesak untuk dibicarakan… Perdebatan selamanya hanya melukai orang yang didebat karena setiap orang selalu berusaha mempertahankan pendapatnya kendati salah. Al-Qur-an sendiri mengingatkan kita dari bicara serampangan karena syaitan itu memecah belah manusia dari perkataan yang buruk. (S. Al-Isra: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Kelima: Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (berdzikir) adalah tenang dan tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid melarang para ikhwah banyak tertawa untuk memelihara dan menjaga kesucian hati mereka agar selalu berdzikir kepada Allah... Banyak tertawa bisa timbul karena ada yang membanyol, atau menceritakan sesuatu yang membuat orang-orang tertawa terbahak-bahak. Biasanya tidak jauh dari mengejek dan menghina orang lain baik secara langsung atau tidak. Karena itulah Al-Imam mengingatkan bahaya orang-orang yang banyak tertawa dan sedikit menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Keenam: Jangan suka bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid Hasan Al-Banna juga melarang para ikhwah banyak bercanda atau membanyol yang membuat orang lain tertawa baik dengan ucapan, cerita, atau tingkah laku yang lucu. Beliau menyatakan bahwa sikap pejuang Islam adalah bersungguh-sungguh atau serius sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur-an S. Al-Ankabuut ayat 69&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Ketujuh: Jangan mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Imam Syahid Hasan Al-Banna mengingatkan para ikhwah agar memperhatikan adab berbicara di antaranya dengan merendahkan suara dari segi volume dan merendahkan hati dari segi isi pembicaraan. Islam memerintahkan ummatnya untuk memiliki kelembutan hati dan hal itu dimulai dari kelembutan dalam berbicara atau berdialog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Kedelapan: Jauhilah ghibah (menggunjing) atau menyakiti hati  orang lain dalam bentuk apa pun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wasiat ini Imam Syahid mengingatkan agar para ikhwah tidak menggunjingkan orang lain. Bergunjing adalah membicarakan sesuatu tentang orang lain yang tidak disukai orang tersebut bila dia mendengar pernyataan itu. Bergunjing adalah larangan keras dalam berbicara. Oleh Al-Qur-an orang yang suka menggunjing disamakan dengan orang yang memakan daging saudaranya sendiri. ( S. Al-Hujaraat 12.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Kesembilan; Berkenalanlah dengan saudaramu yang engkau temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan taawun (kerjasama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid menekankan bahwa prinsip dakwah Islam sejati adalah saling berkenalan. Pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Allah telah menciptakan manusia berjenis-jenis suku bangsa dan bahasanya, beraneka ragam latarbelakang hidupnya agar mereka saling kenal mengenal (Al Hujarat: 13). Untuk meraih hati orang lain pada langkah pertama adalah dengan memperkenalkan diri dan mengenal orang lain. Dengan perkenalan itu maka jembatan antara hati kita dengan hatinya sudah tersambung… Setelah itu potensi untuk saling tolong menolong dan bekerjasama akan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Kesepuluh : Pekerjaan rumah (PR) kita sebenarnya lebih bertumpuk daripada waktu yang tersedia, maka tolonglah saudaramu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai keperluan maka sederhanakan dan cepatlah diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid mengingatkan bahwa tugas para ikhwah yaitu agenda dakwah sangat banyak. Bahkan lebih banyak dari waktu yang tersedia. Umur dakwah ini lebih panjang dari umur para juru  dakwah itu sendiri. Mereka tidak boleh menunda-nunda pekerjaan yang sudah ada di depan mata, disebabkan pekerjaan lain akan segera menyusul… Karenanya ikhwah harus bekerja sama  untuk saling memudahkan pekerjaan mereka, sebagaimana sering dikemukakan Rasulullah saw., “Permudahlah dan jangan dipersulit”.  Dalam gerakan dakwah kita harus saling melayani dan membantu mempermudah urusan saudara kita sehingga pekerjaan dakwah akan menjadi ringan dan menyenangkan.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-1001612461563189911?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/1001612461563189911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/10-wasiat-hasan-al-bana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/1001612461563189911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/1001612461563189911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/10-wasiat-hasan-al-bana.html' title='10 Wasiat Hasan Al Bana'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-2857252645491654906</id><published>2009-02-14T06:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T06:36:24.066-08:00</updated><title type='text'>Arba'in Nawawi</title><content type='html'>الحــديث الأول &lt;br /&gt;HADITS PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . &lt;br /&gt;[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات : &lt;br /&gt;الأعمال (العمل)     : Perbuatan&lt;br /&gt;امرء       : Seseorang&lt;br /&gt;نوى                  : (Dia) niatkan&lt;br /&gt;امرأة      : seorang wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah  bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan(1) tergantung niatnya(2).  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya (3) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. &lt;br /&gt;(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;1.Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam. &lt;br /&gt;2. Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam Hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala). &lt;br /&gt;2.Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati. &lt;br /&gt;3.Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shaleh dan ibadah. &lt;br /&gt;4.Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya. &lt;br /&gt;5.Semua pebuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah. &lt;br /&gt;6.Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.&lt;br /&gt;7.Hadits diatas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. &lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث&lt;br /&gt;1. Niat dan keikhlasan : 7 : 29, 98 : 5 &lt;br /&gt;2. Hijrah   : 4 : 97, 2 : 218, 3 : 195, 8 : 72&lt;br /&gt;3. Fitnah dunia  : 3 : 145, 4 : 134, 6 : 70, 8 : 67.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الثاني&lt;br /&gt;HADITS KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .   [رواه مسلم]&lt;br /&gt;Kosa kata /مفردات :&lt;br /&gt;طلع                 : Terbit / datang&lt;br /&gt; العراة (العاري)     : telanjang &lt;br /&gt;أسند                : Menyandarkan&lt;br /&gt; رعاء (راعي)      : Penggembala &lt;br /&gt;كفَّيه (كف)        : Kedua telapak  &lt;br /&gt;                       tangan&lt;br /&gt;يتطاولون        : saling meninggikan&lt;br /&gt;فخذيه (فخذ)       : Kedua pahanya&lt;br /&gt; انظلق         : Berangkat / Bertolak  &lt;br /&gt;ركبتيه (ركبة)       : Kedua lututnya&lt;br /&gt;أثر                  : Bekas&lt;br /&gt;الحُفاة (الحافي)       : telanjang kaki&lt;br /&gt; أمارات (أمارة)    : tanda-tanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah  suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah  ) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“.  Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata:  “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda:  “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan .&lt;br /&gt;Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah )  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi  pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa. &lt;br /&gt;2.Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya. &lt;br /&gt;3.Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata: “Saya tidak tahu“,  dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya. &lt;br /&gt;4.Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia. &lt;br /&gt;5.Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya. &lt;br /&gt;6.Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan. &lt;br /&gt;7.Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala. &lt;br /&gt;8.Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iman  : 2 : 285, 5 : 5, 6 : 82 dll.&lt;br /&gt;2. Islam : 2 : 112, 4 : 125, 72 : 14, 40 : 66, 3 : 19, 5 : 3 &lt;br /&gt;3. Ihsan : 18 : 30, 28 : 77, 17 : 7, 5 : 93 &lt;br /&gt;4. Hari akhir : 7 : 187, 22 : 7, 31 : 34 . &lt;br /&gt;5. Ilmu ghaib hanya Allah yang mengetahui : 2 : 3, 27:65,  6 : 50, 7 : 188&lt;br /&gt;6. Belajar &amp; mengajarkan Islam : 16:43, 21:7, 3:79, 9:122 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الثالث&lt;br /&gt;HADITS KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ.       [رواه الترمذي ومسلم ]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;سمعتُ  : (saya) mendengar&lt;br /&gt;بُنِيَ (بَنَى)  : Dibangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Alh- Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah  bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.           (Riwayat Turmuzi dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Rasulullah  menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak diatas tiang-tiang yang mantap. &lt;br /&gt;2.Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian Muhammad ,  merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya.&lt;br /&gt;3.Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar. &lt;br /&gt;4.Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan. &lt;br /&gt;5.Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim. &lt;br /&gt;6.Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’. &lt;br /&gt;7.Nash diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits. Rasulullah   bersabda: &lt;br /&gt;الإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ شُعْبَةً &lt;br /&gt;“ Iman itu terdapat tujuh puluh lebih cabang “&lt;br /&gt;8.Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wala’ dan Bara’ dalam syahadatain : 2 : 256, 16 : 36&lt;br /&gt;2. Shalat  : 2 : 3, 19 : 31, 20 : 132, &lt;br /&gt;3. Zakat : 9 : 71, 19 : 55, 73 : 20&lt;br /&gt;4. Haji  : 3 : 97, 2 : 196, 22 : 27&lt;br /&gt;5. Puasa : 2 : 183, 2 : 185.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الرابـع&lt;br /&gt;HADITS KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ      أَوْ سَعِيْدٌ.    فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا .     [رواه البخاري ومسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata /  مفردات  : &lt;br /&gt;حدثنا : menyampaikan (kpd kami)&lt;br /&gt;خَلْقه   : penciptaan(nya)&lt;br /&gt;بطن             : perut&lt;br /&gt;نطفة   : setetes mani&lt;br /&gt;علقة             : setetes darah&lt;br /&gt;مضغة  : segumpal daging&lt;br /&gt;المَلَكَ    bentuk tunggal dari  ملائكة&lt;br /&gt;يَنْفُخُ   : Meniup&lt;br /&gt;أجله            : kematian (nya) &lt;br /&gt;شقيٌّ   : Celaka&lt;br /&gt;سعيد           : bahagia&lt;br /&gt;ذراع   : hasta (jarak antara &lt;br /&gt;يسبق           : mendahului&lt;br /&gt;telapak tangan dan siku)&lt;br /&gt;Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga  maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.&lt;br /&gt;2.Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab untuk memasuki keduanya. &lt;br /&gt;3.Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah). &lt;br /&gt;4.Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa. &lt;br /&gt;5.Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya. &lt;br /&gt;6.Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya. &lt;br /&gt;7.Sebagian ulama dan orang bijak berkata  bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Pengorbanan seorang ibu yang mengandung : 31 : 14&lt;br /&gt;2.Teori reproduksi manusia  : 22 : 5, 23 : 14 &lt;br /&gt;3.Takdir : 57 : 22, 64 : 11&lt;br /&gt;4.Husnul khotimah : 2 : 132, 4 : 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الخامس&lt;br /&gt;HADITS KELIMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ  رَدٌّ.   [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;أحدث    : Mengada-ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ردٌّ   : Tertolak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah  bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya4), maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya. &lt;br /&gt;2.Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at. &lt;br /&gt;3.Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah  telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada. &lt;br /&gt;4.Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Kesempurnaan Islam : 5 : 3, &lt;br /&gt;2. Bid’ah dan taklid  : 57 : 27, 17 : 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث السادس&lt;br /&gt;HADITS KEENAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى  الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ  لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ   مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ  أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ          [رواه البخاري ومسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَيِّنٌ              : jelas&lt;br /&gt;أمور (أمر)  : Perkara-perkara&lt;br /&gt;مشتبهات       : samar/syubhat&lt;br /&gt;اتقى           : Menghindar&lt;br /&gt;اسْتَبْرَأ          : Membebaskan&lt;br /&gt;عِرْضه       : kehormatan (nya)&lt;br /&gt;وقع            : terjerumus, melakukan&lt;br /&gt;الراعي       : penggembala, &lt;br /&gt;يرعى          : menggembala&lt;br /&gt;    pemimpin&lt;br /&gt;يوشك          : hampir, nyaris&lt;br /&gt;الحمى       : batas, pematang.&lt;br /&gt;مضغة         : segumpal daging&lt;br /&gt;صلح(ت)    : baik, layak,&lt;br /&gt;فسد(ت)       : rusak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث  :&lt;br /&gt;Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah  bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.                        (Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt; Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari’at. Abu Daud berkata : Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan hadits ini salah satunya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Termasuk sikap wara’5) adalah meninggalkan syubhat . &lt;br /&gt;2.Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram. &lt;br /&gt;3.Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar.&lt;br /&gt;4.Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik. &lt;br /&gt;5.Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati. &lt;br /&gt;6.Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan. &lt;br /&gt;7.Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana. &lt;br /&gt;8.Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Penetapan halal dan haram  : 2 : 275, 16 : 115, 5 : 87&lt;br /&gt;2. Menghindari syubhat  : 49 : 12&lt;br /&gt;3. Kedudukan hati   : 26 : 89, 16 : 106, 22 : 46 &lt;br /&gt;4. Allah Maha Berkuasa (Raja) : 5 : 40, 114 : 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث السابع&lt;br /&gt;HADITS KETUJUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ .        [رواه البخاري ومسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah  bersabda : Agama adalah nasehat6)7), kami berkata : Kepada siapa ?  beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya 8). (Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran :&lt;br /&gt;1.Agama Islam berdiri tegak diatas upaya saling menasihati, maka harus selalu saling menasihati diantara masing-masing individu muslim. &lt;br /&gt;2.Nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuannya . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat yang terkait dengannya :&lt;br /&gt;1. Da’wah dan Amar Ma’ruf Nahi munkar : 3 : 104, 3: 110, 41 : 33&lt;br /&gt;3.Pentingnya selalu upaya untuk saling mengingatkan :   51 : 55, 87 : 9. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الثـامن&lt;br /&gt;HADITS KEDELAPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم    قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا  مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ&lt;br /&gt;[رواه البخاري ومسلم ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُمِرْتُ      : aku diperintahkan&lt;br /&gt;أُقَاتِل      : (aku) Memerangi&lt;br /&gt;دماء        : bentuk jamak dari دم  :    darah&lt;br /&gt;عصموا   : mereka terlindung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث  :&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah  bersabda : Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta  mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah     (Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt; Hadits ini secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk diantaranya mereka yang menolak membayar zakat . Maka Umar bin Khottob menegurnya seraya berkata : “ Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda : Aku diperintahkan…..(seperti hadits diatas)” . Maka berkatalah Abu Bakar :                     “Sesungguhnya zakat adalah haknya harta”,9) hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Maklumat peperangan kepada mereka yang musyrik hingga mereka selamat. &lt;br /&gt;2.Diperbolehkannya membunuh orang yang mengingkari shalat dan memerangi mereka yang menolak membayar zakat. &lt;br /&gt;3.Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang terhadap harta dan darah kaum muslimin. &lt;br /&gt;4.Diperbolehkannya hukuman  mati bagi setiap muslim jika dia melakukan perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukuman seperti itu seperti : Berzina bagi orang yang sudah menikah (muhshan), membunuh orang lain dengan sengaja dan meninggalkan agamanya dan jamaahnya . &lt;br /&gt;5.Dalam hadits ini terdapat jawaban bagi kalangan murji’ah yang mengira bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.&lt;br /&gt;6.Tidak mengkafirkan pelaku bid’ah yang menyatakan keesaan Allah dan menjalankan syari’atnya. &lt;br /&gt;7.Didalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal yang zhahir dan menghukumi berdasarkan sesuatu yang zhahir sementara yang tersembunyi dilimpahkan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Aqidah dan syariat harus ditegakkan : 42 : 13, &lt;br /&gt;2.Perlindungan terhadap nyawa dan harta : 2 : 188, 4 : 93&lt;br /&gt;3.Besarnya kedudukan zakat : 9 : 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث التـاسع&lt;br /&gt;HADITS KESEMBILAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .        [رواه البخاري ومسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;نـَهَيْتُكم : (Aku) larang kalian &lt;br /&gt;اجتنبوا : Mereka menghindari- nya&lt;br /&gt;أَمَرْتُكُم  : (Aku) perintahkan  kalian &lt;br /&gt;أَهْلَكَ  : Menghancurkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt; Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah  bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka.              (Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran :&lt;br /&gt;1.Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah . &lt;br /&gt;2.Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan. &lt;br /&gt;3.Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya. &lt;br /&gt;4.Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit. &lt;br /&gt;5.Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan. &lt;br /&gt;6.Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat. &lt;br /&gt;7.Wajib mengikuti Rasulullah , ta’at dan menempuh jalan keselamatan dan kesuksesan. &lt;br /&gt;8.Al Hafiz berkata : Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat yang terkait :&lt;br /&gt;1. Patuh kepada Rasulullah  : 59 : 7, 8 : 46&lt;br /&gt;2. Bertakwa sebatas kemampuan : 64 : 16 .&lt;br /&gt;4.Berdebat yang tak berguna dan bertikai, sumber kehan-curan : 40 : 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث العاشر&lt;br /&gt;HADITS KESEPULUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى :  يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً  وَقاَلَ تَعَالَى :  يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ  ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ .          [رواه مسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات&lt;br /&gt;يقبل            : Menerima&lt;br /&gt;يطيل        : Panjang / jauh&lt;br /&gt;أشعث         : Kumal&lt;br /&gt;أغبر         : Berdebu / dekil&lt;br /&gt;يَمُدّ  : Memanjangkan/ mengangkat&lt;br /&gt;فأَنَّى  : Maka dari mana/ bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits /  ترجمة الحديث : &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah  bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Ya Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.        (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran :&lt;br /&gt;1.Dalam hadits diatas terdapat pelajaran akan sucinya Allah ta’ala dari segala kekurangan dan cela. &lt;br /&gt;2.Allah ta’ala tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. Maka siapa yang bersedekah dengan barang haram tidak akan diterima. &lt;br /&gt;3.Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik disisi Allah ta’ala. &lt;br /&gt;4.Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan menghalangi seseorang dari terkabulnya doa. &lt;br /&gt;5.Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang dikabulkan doanya kecuali mereka yang Allah kehendaki. &lt;br /&gt;6.Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang diterimanya amal perbuatan. &lt;br /&gt;7.Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram. &lt;br /&gt;8.Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan sesuatu yang baik dengan maksud agar dirinya diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah. &lt;br /&gt;9.Doa orang yang sedang safar dan yang hatinya sangat mengharap akan terkabul. &lt;br /&gt;10.Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a : Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam keadaan kumal dan berdebu, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang halal.&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat yang terkait :&lt;br /&gt;1. Mempersembahkan yang terbaik kepada Allah : 28 : 77&lt;br /&gt;2. Mengkonsumsi yang halal : 5 : 88&lt;br /&gt;3. Meratap dalam berdoa : 19 : 3, 32 : 16 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الحادي عشر&lt;br /&gt;PELAJARAN KESEBELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .&lt;br /&gt;[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات  :&lt;br /&gt;حفظ(ت)     : (saya) menghafal/ &lt;br /&gt;                 mengetahui&lt;br /&gt;دَعْ          : tinggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يريب(ك)   : meragukan-(mu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits:&lt;br /&gt;Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah  dan kesayangannya  dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah  (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.&lt;br /&gt;(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;1.Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal akan melahirkan sikap wara’. &lt;br /&gt;2.Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal tersebut lebih terhindar dari perbuatan syubhat, khususnya jika diantara pendapat mereka tidak ada yang dapat dikuatkan. &lt;br /&gt;3.Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan maka keyakinan yang diambil. &lt;br /&gt;4.Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada harganya keraguan dan kebimbangan.&lt;br /&gt;5.Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap urusan agama dan masalah bid’ah. &lt;br /&gt;6.Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka dia akan berani melakukan perbuatan yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat yang terkait :&lt;br /&gt;1. Meninggalkan keragu-raguan : 14 : 10, 49 : 15, 2 : 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث الثاني عشر&lt;br /&gt;HADITS KEDUA BELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ &lt;br /&gt;[حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata /مفردات :&lt;br /&gt;ترك(ـه)  (dia) meninggalkan&lt;br /&gt;يعني(ـه)  : penting (baginya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits : &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah  bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya . &lt;br /&gt;(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;1.Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan rendah. &lt;br /&gt;2.Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat didalamnya. &lt;br /&gt;3.Menyibukkkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah kesia-siaan dan merupakan pertanda kelemahan iman. &lt;br /&gt;4.Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri bagi dunia maupun akhirat. &lt;br /&gt;5.Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusannya dapat mengakibatkan kepada perpecahan dan pertikaian diantara manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat yang terkait :&lt;br /&gt;1.Optimalisasi waktu dan potensi : 103 : 1-3, 2 : 148&lt;br /&gt;2.Meninggalkan hidup terlena : 63 : 9, 31 : 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الثالث عشر&lt;br /&gt;HADITS KETIGA BELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ    [رواه البخاري ومسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;يحب               : Mencintai&lt;br /&gt;(لـ)نفس(ـه) : (untuk) diri-(nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits :&lt;br /&gt;Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah  dari Rasulullah , beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.              (Riwayat Bukhori dan Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri. &lt;br /&gt;2.Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan iman. &lt;br /&gt;3.Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. &lt;br /&gt;4.Anjuran untuk menyatukan hati. &lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Menyakiti saudara sama dengan menyakiti diri sendiri : 49 : 12, &lt;br /&gt;2.Ukhuwwah Islamiah : 49 : 10, 3 : 103&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث الرابع عشر&lt;br /&gt;HADITS KEEMPAT BELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ : الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ      [رواه البخاري ومسلم]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات : &lt;br /&gt;  يحل    : halal &lt;br /&gt;دم          :  darah&lt;br /&gt;الثيب     : yang sudah menikah&lt;br /&gt;الزاني     :  orang yang berzina&lt;br /&gt;التارك   : orang yang meninggalkan&lt;br /&gt;المفارق   : memisahkan dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata : Rasulullah  bersabda : Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah  ) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : Orang tua yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya.            (Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Tidak boleh menumpahkan darah kaum muslimin kecuali dengan tiga sebab, yaitu : zina muhshon (orang yang sudah menikah), membunuh manusia dengan sengaja dan meninggalkan agamanya (murtad) berpisah dari jamaah kaum muslimin. &lt;br /&gt;2.Islam sangat menjaga kehormatan, nyawa dan agama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang mengganggunya seperti dengan melakukan zina, pembunuhan dan murtad. &lt;br /&gt;3.Sesungguhnya agama yang disepakati adalah yang dipegang oleh jamaah kaum muslimin, maka wajib dijaga dan tidak boleh keluar darinya. &lt;br /&gt;4.Hukum pidana dalam Islam sangat keras, hal itu bertujuan untuk mencegah (preventif) dan melindungi. &lt;br /&gt;5.Pendidikan bagi masyarakat untuk takut kepada Allah ta’ala dan selalu merasa terawasi oleh-Nya dan keadaan tersembunyi atau terbuka sebelum dilaksanakannya hukuman.&lt;br /&gt;6.Hadits diatas menunjukkan pentingnya menjaga kehormatan dan kesucian. &lt;br /&gt;7.Dalam hadits tersebut merupakan ancaman bagi siapa yang membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Nyawa seorang muslim dilindungi : 4 : 93&lt;br /&gt;3.Hukuman dalam Islam sebagai bagian dari perlindungan: 2 : 179&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث الخامس عشر&lt;br /&gt;HADITS KELIMA BELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ .         [رواه البخاري ومسلم]&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات  :&lt;br /&gt;(لـِ)يَصْمُتْ    : (hendaklah) dia diam&lt;br /&gt;يُكْرِم       : memuliakan &lt;br /&gt;جار(ه)            : tetangga-(nya)&lt;br /&gt;ضَيْفَـ(هُ)   : tamu-(nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah  bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya                 (Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran :&lt;br /&gt;1.Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;2.Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.&lt;br /&gt;3.Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya .&lt;br /&gt;4.Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan. &lt;br /&gt;5.Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi. &lt;br /&gt;6.Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh. &lt;br /&gt;7.Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan memperhatikanya serta tidak menyakitinya. &lt;br /&gt;8.Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar. &lt;br /&gt;9.Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak dan pertanda komitmennya terhadap syariat Islam. &lt;br /&gt;10.Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat-ayat Al Quran yang terkait :&lt;br /&gt;1. Iman dan pengaruhnya dalam prilaku keseharian : &lt;br /&gt;2. Menjaga perkataan : 50 : 18, &lt;br /&gt;3. Hubungan baik dengan tetangga : 4 : 36, &lt;br /&gt;4. Sikap mulia terhadap tamu : 51 : 24-27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث السادس عشر&lt;br /&gt;HADITS KEENAM BELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ  [رواه البخاري]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;أَوْصِـ(نِي)  : nasihatilah &lt;br /&gt;                (saya)&lt;br /&gt;لا       : Jangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ردّد     : mengulanginya &lt;br /&gt;تغضب       : (engkau) marah&lt;br /&gt;مراراً    : berkali-kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt; Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah       ) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah. (Riwayat Bukhiroi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik. &lt;br /&gt;2.Larangan marah. &lt;br /&gt;3.Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Meninggalkan sifat pemarah : 3 : 159, 3 : 134&lt;br /&gt;الحــديث السابع عشر&lt;br /&gt;HADITS KETUJUH BELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّاد ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ .            [رواه مسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;الإحسان              : berlaku baik&lt;br /&gt;قتلـ(ـتم)    : (kalian) membunuh &lt;br /&gt;القتلة          : cara membunuh&lt;br /&gt;ذبحـ(ـتم)   : (kalian) menyembelih&lt;br /&gt;الذبحة          : cara menyembelih&lt;br /&gt;يحد         : mengasah/ menajamkan&lt;br /&gt;شفرتـ(ـه)     : pisau- (nya) / alat&lt;br /&gt;يرح         : senangilah &lt;br /&gt;                    menyembelih&lt;br /&gt;ذبيحتـ(ـه): hewan sembelihan(nya)&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترحمة الحديث  :&lt;br /&gt;Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu . Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya. (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث  : &lt;br /&gt;1.Syariat Islam menuntut perbuatan ihsan kepada setiap makhluk termasuk diantaranya adalah hewan. &lt;br /&gt;2.Tidak boleh menyiksa dan merusak tubuh sebagai sasaran dan tujuan, tidak juga boleh menyayat-nyayat orang yang dihukum qishash. &lt;br /&gt;3.Termasuk ihsan juga berbuat baik terhadap hewan ternak dan belas kasih terhadapnya. Tidak boleh membebaninya diluar kemampuannya serta tidak menyiksanya saat menyembelihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Profesionalisme : 28 : 77&lt;br /&gt;4.Berbuat baik hingga kepada seluruh makhluk (ihsan) : 2 : 195 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث الثامن عشر&lt;br /&gt;HADITS KEDELAPAN BELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ "&lt;br /&gt; [رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;اتَّقِ (الله)   : Bertakwalah (kepada &lt;br /&gt;حيثما     : Dimana saja&lt;br /&gt;                Allah) &lt;br /&gt;السيئة     : keburukan&lt;br /&gt;أتبع        : Ikutialh&lt;br /&gt;خالق     : pergaulilah&lt;br /&gt;تمحـ(ها)  : menghapus-(nya)&lt;br /&gt;(بـ)خُلُق  : (dengan) akhlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah saw beliau bersabda : Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “ &lt;br /&gt;(Riwayat Turmuzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan shahih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Takwa kepada Allah merupakan kewajiban setiap muslim dan dia merupakan asas diterimanya amal shaleh. &lt;br /&gt;2.Bersegera melakukan ketaatan setelah keburukan secara langsung, karena kebaikan akan menghapus keburukan. &lt;br /&gt;3.Bersungguh-sungguh menghias diri dengan akhlak mulia.&lt;br /&gt;4.Menjaga pergaulan yang baik merupakan kunci kesuksesan, kebahagiaan dan ketenangan di dunia dan akhirat. Hal tersebut dapat menghilangkan dampak negatif pergaulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Takwa, bekal disetiap tempat dan waktu : 2 : 197&lt;br /&gt;2. Akhlak mulia : 68 : 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث التاسع عشر&lt;br /&gt;HADITS KESEMBILAN BELAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ &lt;br /&gt;[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;خلف           : dibelakang&lt;br /&gt;أُعَلِّمُـ(ك)  : (saya) ajarkan (engkau)&lt;br /&gt;اِحْفَظ           : Peliharalah /jagalah&lt;br /&gt;تجاهـ(ك)     : dihadapan-(mu)&lt;br /&gt;اسْتَعَنْـ(تَ)  : (engkau) minta &lt;br /&gt;اجتمعـ(ت)   : berkumpul.&lt;br /&gt;                   pertolongan&lt;br /&gt;يضرو(ك)    : mendatangkan bahaya &lt;br /&gt;ينفعو(ك)      : memberikan manfaat &lt;br /&gt;                    (kepadamu)&lt;br /&gt;                   (kepadamu)&lt;br /&gt;الأقلام         : bentuk jamak dari قلم&lt;br /&gt;رُفِعَـ(ت)     : diangkat&lt;br /&gt;الصحف   : bentuk jamak dari صحيفة &lt;br /&gt;جَفَّـ(ت)      : kering&lt;br /&gt;                yaitu: catatan. &lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث : &lt;br /&gt;Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah10), niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu11). Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering12) . &lt;br /&gt;(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih). Dalam sebuah riwayat selain Turmuzi dikatakan : Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya didepanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa yang  ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Perhatian Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam mengarahkan umatnya serta menyiapkan generasi mu’min idaman. &lt;br /&gt;2.Termasuk adab pengajaran adalah menarik perhatian pelajar agar timbul keinginannya terhadap pengetahuan sehingga hal tersebut lebih terkesan dalam dirinya. &lt;br /&gt;3.Siapa yang konsekwen melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan menjaganya di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;4.Beramal saleh serta melaksanakan perintah Allah dapat menolak bencana dan mengeluarkan seseorang dari kesulitan. &lt;br /&gt;5.Tidak mengarahkan permintaan apapun (yang tidak dapat dilakukan makhluk) selain kepada Allah semata.&lt;br /&gt;6.Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berdasarkan ketetapan Allah ta’ala . &lt;br /&gt;7.Menghormati waktu dan menggunakannya kepada sesuatu yang bermanfaat  sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memanfaatkan waktunya saat beliau berkendaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Menyiapkan generasi beriman  : 4 : 9, 25 : 74, 46 :15&lt;br /&gt;2. Allah tempat bergantung dan berlindung : 1 : 5, 112 : 2 &lt;br /&gt;3.Musibah dan keberuntungan hanya datang dari Allah : 64 : 11, 9 : 51, 7 : 188, 10 : 49.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث العشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUA PULUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ .     [رواه البخاري ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;أدرك : diketahui, didapatkan&lt;br /&gt;النبوة               : kenabian&lt;br /&gt;لم      : huruf nafi, artinya: tidak&lt;br /&gt;تستح (تستحي)  : (engkau) malu .&lt;br /&gt;(فـ)ـاصنع : (maka) perbuatlah&lt;br /&gt;شِئْـ(ـت)       : (yang engkau) sukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits /     ترجمة الحديث : &lt;br /&gt;Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah :  Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka . (Riwayat Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث : &lt;br /&gt;1.Malu merupakan tema yang telah disepakati oleh para nabi dan tidak terhapus ajarannya. &lt;br /&gt;2.Jika seseorang telah meninggalkan rasa malu, maka jangan harap lagi (kebaikan) darinya sedikitpun. &lt;br /&gt;3.Malu merupakan landasan akhlak mulia dan selalu bermuara kepada kebaikan. Siapa yang banyak malunya lebih banyak kebaikannya, dan siapa yang sedikit rasa malunya semakin sedikit kebaikannya. &lt;br /&gt;4.Rasa malu merupakan prilaku dan dapat dibentuk. Maka setiap orang yang memiliki tanggung jawab hendaknya memperhatikan bimbingan terhadap mereka yang menjadi tanggung jawabnya. &lt;br /&gt;5.Tidak ada rasa malu dalam mengajarkan hukum-hukum agama serta menuntut ilmu dan kebenaran . Allah ta’ala berfirman : “ Dan Allah tidak malu dari kebenaran “ (33 : 53). &lt;br /&gt;6.Diantara manfaat rasa malu adalah  ‘Iffah (menjaga diri dari perbuatan tercela) dan Wafa’ (menepati janji)&lt;br /&gt;7.Rasa malu merupakan cabang iman yang wajib diwujudkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt; Menumbuhkan rasa malu sesuai proporsinya : 33 : 53&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث الحادي والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH SATU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي عَمْرو، وَقِيْلَ : أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانُ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَداً غَيْرَكَ . قَالَ : قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ         [رواه مسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;أسأل : (saya) bertanya&lt;br /&gt;اِسْتَقِم  : istiqomah-lah, berpegang teguhlah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث   :&lt;br /&gt; Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang  tidak  saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguhlah .                   (Riwayat Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Iman kepada Allah ta’ala harus mendahului ketaatan. &lt;br /&gt;2.Amal saleh dapat menjaga keimanan&lt;br /&gt;3.Iman dan amal saleh keduanya harus dilaksanakan. &lt;br /&gt;4.Istiqomah merupakan derajat yang tinggi . &lt;br /&gt;5.Keinginan yang kuat dari para shahabat dalam menjaga agamanya dan merawat keimanannya. &lt;br /&gt;6.Perintah untuk istiqomah dalam tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah semata hingga mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Bertanya untuk mendapatkan kebaikan : 2 : 149, 2 : 512, 2 : 217, 2 : 219, 2 : 219, 2 :220. &lt;br /&gt;3.Iman dan istiqomah : 41 : 30, 46 : 13, 72 : 16, 15 : 99&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الثاني والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH DUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ جَابِرْ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ اْلمَكْتُوْبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئاً، أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟ قَالَ : نَعَمْ .        [رواه مسلم]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;المكتوبات  : Shalat-shalat fardu&lt;br /&gt;أحللـ(تُ) : (saya)  menghalalkan&lt;br /&gt;حرَّمـ(تُ) : (saya) mengharamkan &lt;br /&gt;أ / هل     : Apakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث  : &lt;br /&gt;Dari Abu Abdullah, Jabir bin Abdullah Al Anshary radhiallahuanhuma : Seseorang bertanya kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, seraya berkata : Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, Menghalalkan yang halal dan mengharamkan  yang haram13) dan saya tidak tambah sedikitpun, apakah saya akan masuk surga ?. Beliau bersabda : Ya. &lt;br /&gt;(Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;* Seseorang yang bertanya dalam riwayat diatas adalah : An Nu’man bin Qauqal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:&lt;br /&gt;1.Setiap muslim dituntut untuk bertanya kepada ulama tentang syariat Islam, tentang kewajibannya dan apa yang dihalalkan dan diharamkan baginya jika hal tersebut tidak diketahuinya. &lt;br /&gt;2.Penghalalan dan pengharaman merupan aturan syariat, tidak ada yang berhak menentukannya kecuali Allah ta’ala. &lt;br /&gt;3.Amal saleh merupakan sebab masuknya seseorang kedalam syurga. &lt;br /&gt;4.Keinginan dan perhatian yang besar dari para shahabat serta kerinduan mereka terhadap syurga serta upaya mereka dalam mencari jalan untuk sampai kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Evaluasi diri / muhasabah : 59 : 18 &lt;br /&gt;2. Rindu syurga : 3 : 133, 66 : 11&lt;br /&gt;3. Memperhatikan halal haram dalam kehidupan: 9 : 29, 66 : 1, 7 : 157 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث الثالث والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH TIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ مَالِكْ الْحَارِثِي ابْنِ عَاصِمْ اْلأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ، وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ الْمِيْزَانِ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ – أَوْ تَمْلآنِ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ، وَالصَّلاَةُ نُوْرٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ . كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَباَئِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوْبِقُهَا       [رواه مسلم]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات  : &lt;br /&gt;الطهور        : Bersuci&lt;br /&gt;شطر      : Setengah, sebagian&lt;br /&gt;تملأ (تملآن) : Memenuhi&lt;br /&gt;برهان    : Bukti&lt;br /&gt;يغدو           : Berangkat (pagi hari)&lt;br /&gt;بائع       : menjual&lt;br /&gt;موبق          : Menghancurkan&lt;br /&gt;معتق      : Memerdekakan&lt;br /&gt;ها pada kalimat موبق dan معتق kembali kepada kalimat نفس (jiwa) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Malik Al Haritsy bin ‘Ashim Al ‘Asy’ary radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Bersuci sebagian dari iman, Al Hamdulillah dapat memenuhi timbangan14), Subhanallah dan Al Hamdulillah dapat memenuhi antara langit dan bumi, Sholat adalah cahaya15), shadaqah adalah bukti16), Al Quran dapat menjadi saksi yang meringankanmu atau yang memberatkanmu. Semua manusia berangkat menjual dirinya17), ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan dirinya .         (Riwayat Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits /  الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Iman merupakan ucapan dan perbuatan, bertambah dengan amal saleh dan keta’atan dan berkurang dengan maksiat dan dosa. &lt;br /&gt;2.Amal perbuatan akan ditimbang pada hari kiamat dan dia memiliki beratnya. &lt;br /&gt;3.Bersuci merupakan syarat sahnya ibadah, karena itu harus diperhatikan. &lt;br /&gt;4.Menjaga shalat akan mendatangkan petunjuk dan memperbaiki kondisi seorang muslim terhadap manusia, membedakannya dengan akhlaknya dan perilakunya, kewara’annya dan ketakwaannya. &lt;br /&gt;5.Seruan untuk berinfaq pada jalan-jalan kebaikan dan bersegera melakukannya dimana hal tersebut merupakan pertanda benarnya keimanan. &lt;br /&gt;6.Anjuran untuk bersabar tatkala mengalami musibah, khususnya apa yang dialami seorang muslim karena perbuatan amar ma’ruf nahi munkar. &lt;br /&gt;7.Semangat membaca Al Quran dengan pemahaman dan mentadabburi (merenungkan) ma’nanya, menga-malkan kandungan-kandungannya karena hal tersebut dapat memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. &lt;br /&gt;8.Seorang muslim harus menggunakan waktunya dan umurnya dalam keta’atan kepada Allah ta’ala serta tidak mengabaikannya karena kesibukan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث : &lt;br /&gt;1. Keutamaan bersuci : 9 : 108, 2 : 222&lt;br /&gt;2. Keutamaan dan kekuatan zikir : 8 : 45, 13 : 28 &lt;br /&gt;3. Shadaqah : 2 : 261, 57 : 18, 33 : 35.&lt;br /&gt;4. Interaksi dengan Al Quran : 4 : 82, 7 : 204, 25 : 30&lt;br /&gt;5. Perbuatan manusia kembali kepada dirinya : 17 : 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث الرابع والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH EMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ : يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلىَ نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّماً، فَلاَ تَظَالَمُوا . يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ  ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُوْنِي أَهْدِكُمْ . يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُوْنِي أَطْعِمْكُمْ . يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُوْنِي أَكْسُكُمْ . يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ، يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّوْنِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُوْنِي . يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئاً . يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئاً . يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيْدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُوْنِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ وَاحِدٍ مَسْأَلَتَهُ   مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمَخِيْطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ .   يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعَمَالُكُمْ أُحْصِيْهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوْفِيْكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ    وَجَدَ خَيْراً فَلْيَحْمَدِ اللهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلاَ يَلُوْمَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ .&lt;br /&gt;[رواه مسلم]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;تظالموا             : (kalian) saling      &lt;br /&gt;ضال       : sesat&lt;br /&gt;                        menzalimi&lt;br /&gt;استهدوني : Hendaklah kalian minta &lt;br /&gt;هديـ(تـ)(ـه) : (aku) berikan   hidayah (kepadanya)&lt;br /&gt;hidayah dariku&lt;br /&gt;جائع               : Lapar&lt;br /&gt;أطعمـ(تـ)(ـه) : (Aku) berikan &lt;br /&gt;استطعموني      : Mintalah makan &lt;br /&gt;makan (kepadanya)&lt;br /&gt;                       kepada-Ku&lt;br /&gt;عار : Telanjang&lt;br /&gt;كسو(تـ)(ـه)  : (Aku) memberi pakaian (kepadanya)&lt;br /&gt;استكسوني : Mintalah pakaian kepada-Ku.&lt;br /&gt;تخطئون       : (kalian) melakukan &lt;br /&gt;تبلغوا : (kalian) sampai, dapat&lt;br /&gt;                   kesalahan&lt;br /&gt;زاد  : Menambah&lt;br /&gt;أتقى            : Yang paling bertaqwa&lt;br /&gt;نقص : Mengurangi&lt;br /&gt;أفجر           : Orang yang paling &lt;br /&gt;المخيط : Jarum&lt;br /&gt;                   durhaka&lt;br /&gt;أوفيـ(كم) : (Aku) sempurnakan&lt;br /&gt;صعيد         : Tempat, bukit.&lt;br /&gt;(balasannya)(kepada kalian)&lt;br /&gt;أحصيـ(ها) : (Aku) menghitung(nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman 18): Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) diantara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hambaku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hambaku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa diantara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun .  Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin diantara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka diantara kalian, niscaya hal itu mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya  sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir  semunya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikaan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah ada yang dicela kecuali dirinya.            (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:&lt;br /&gt;1.Menegakkan keadilan diantara manusia serta haramnya kezaliman diantara mereka merupakan tujuan dari ajaran Islam yang paling penting. &lt;br /&gt;2.Wajib bagi setiap orang untuk memudahkan jalan petunjuk dan memintanya kepada Allah ta’ala. &lt;br /&gt;3.Semua makhluk sangat tergantung kepada Allah dalam mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan terhadap dirinya baik dalam perkara dunia maupun akhirat. &lt;br /&gt;4.Pentingnya istighfar dari perbuatan dosa dan sesungguhnya Allah ta’ala akan mengampuninya. &lt;br /&gt;5.Lemahnya makhluk dan ketidakmampuan mereka dalam mendatangkan kecelakaan dan kemanfaatan. &lt;br /&gt;6.Wajib bagi setiap mu’min untuk bersyukur kepada Allah ta’ala atas ni’mat-Nya dan taufiq-Nya. &lt;br /&gt;7.Sesungguhnya Allah ta’ala menghitung semua perbuatan seorang hamba dan membalasnya. &lt;br /&gt;8.Dalam hadits terdapat petunjuk untuk mengevaluasi diri (muhasabah) serta penyesalan atas dosa-dosa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat-ayat Al Quran yang terkait :&lt;br /&gt;1.Besarnya bahaya kezaliman : 7 : 44, 10 : 13&lt;br /&gt;2.Allah sumber hidayah dan rezeki : 18 : 17, &lt;br /&gt;3.Kemurahan dan ampunan Allah ta’ala : 39 : 53, 7 : 156&lt;br /&gt;4.Kebaikan dan keburukan akan kembali kepada manusia :  17 : 7, 47 : 38, 7 : 160&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الخامس والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH LIMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ نَاساً مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى   الله عليه وسلم قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ : أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا يَتَصَدَّقُوْنَ : إِنَّ لَكُمْ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٍ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةً وَنَهْيٍ عَن مُنْكَرٍ صَدَقَةً وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً قَالُوا  : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ . &lt;br /&gt;[رواه مسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;الدثور bentuk jamak dari دثر : harta &lt;br /&gt;الأجور : jamak dari الأجر : pahala&lt;br /&gt;yang banyak&lt;br /&gt;وزر : dosa&lt;br /&gt;فضول : sesuatu yang berlebih&lt;br /&gt;بضع : kemaluan (maksudnya &lt;br /&gt;         adalah: jima’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar radhiallahuanhu : Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam 19) berkata kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam: “ Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah ? : Sesungguhnya setiap tashbih 20) merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian21) merupakan sedekah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya ?, beliau bersabda : Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa ?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. &lt;br /&gt;(Riwayat Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Sikap bijak dalam menanggapi berbagai kondisi serta mendatangkan kabar gembira bagi jiwa serta menenangkan perasaan. &lt;br /&gt;2.Para shahabat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. &lt;br /&gt;3.Luasnya keutamaan Allah ta’ala serta banyaknya pintu-pintu kebaikan yang dibuka bagi hamba-Nya. &lt;br /&gt;4.Semua bentuk zikir sesungguhnya merupakan shodaqoh yang dikeluarkan seseorang untuk dirinya. &lt;br /&gt;5.Kebiasaan-kebiasaan mubah dan penyaluran syahwat yang disyariatkan dapat menjadi ketaatan dan ibadah jika diiringi dengan niat saleh. &lt;br /&gt;6.Anjuran untuk meminta sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seorang muslim dan yang dapat meningkatkan dirinya ke derajat yang lebih sempurna. &lt;br /&gt;7.Didalam hadits ini terdapat keutamaan orang kaya yang bersyukur dan orang fakir yang bersabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat-ayat Al Quran yang terkait :&lt;br /&gt;1. Iri terhadap kebaikan orang lain: &lt;br /&gt;2. Pintu-pintu kebaikan terbuka luas : 2 : 177, 5 : 2&lt;br /&gt;3. Mencari yang halal dan menjauhkan yang haram :  &lt;br /&gt;5.Menggunakan sesuatu sesuai yang telah ditetapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث السادس والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH ENAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ . [رواه البخاري ومسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;سلامَى        : tulang pada telapak &lt;br /&gt;تعدل    : berlaku adil, mendamaikan&lt;br /&gt;tangan dan jari-jari  (yang dimak-&lt;br /&gt;ترفع    : mengangkat&lt;br /&gt;sud adalah semua anggota  tubuh)&lt;br /&gt;خطوة   : langkah&lt;br /&gt;تعين           : menolong&lt;br /&gt;الأذى   : gangguan, rintangan&lt;br /&gt;متاعـ(ـه)  : harta benda (nya)&lt;br /&gt;تميط    : menyingkirkan, menghilangkna &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan  lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah. &lt;br /&gt;(Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث  :&lt;br /&gt;1.Bersyukur kepada Allah ta’ala setiap hari atas kesehatan anggota badan. &lt;br /&gt;2.Allah telah menjadikan  -sebagai rasa syukur terhadap ni’mat-Nya- setiap anggota badan untuk menolong hamba-hamba Allah ta’ala, bersedekah kepada mereka dengan menggunakannya sesuai kemaslahatannya. &lt;br /&gt;3.Temasuk sedekah adalah : Menahan tangan dan lisan untuk tidak menyakiti orang lain, justru seharusnya digunakan untuk menunaikan hak-hak setiap muslim. &lt;br /&gt;4.Jasad harus dikeluarkan zakatnya sebagaimana harta ada zakatnya. Zakat badan adalah melakukan perbuatan baik, bersedekah dan pintu-pintunya banyak. &lt;br /&gt;5.Anjuran untuk mendamaikan kedua belah fihak, tolong menolong, mengucapkan kalimat yang baik, berjalan menuju shalat dan menyingkirkan penghalang dari shalat. &lt;br /&gt;6.Anjuran untuk membersihkan sarana-sarana umum. &lt;br /&gt;7.Anjuran untuk melakukan keadilan, karena dengan keadilanlah ditegakkan langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث  :&lt;br /&gt;1. Menolong sesama manusia   : 5 : 2, 107 : 1-7&lt;br /&gt;2. Menjaga kepentingan bersama  : &lt;br /&gt;3. Perkataan yang baik             : 17 : 23, 33 : 32, 4 : 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث السابع والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH TUJUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ النَّوَّاسِ بنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ . [رَوَاهُ مُسْلِم] . &lt;br /&gt;وَعَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : أَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جِئْتَ تَسْألُ عَنِ الْبِرِّ قُلْتُ : نَعَمْ، قَالَ : اِسْتَفْتِ قَلْبَكَ، الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ، وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ " &lt;br /&gt;[حديث حسن رويناه في مسندي الإمامين أحمد بن حنبل والدارمي بإسناد حسن] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات  :&lt;br /&gt;البـر      : Kebaikan&lt;br /&gt;الإثـم    : Dosa&lt;br /&gt;حاك       : Mengganggu&lt;br /&gt;يطَّلِع      : Diketahui, diselidiki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث  :  &lt;br /&gt; Dari Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu , dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui  manusia “ Riwayat Muslim. Dan dari Wabishah bin Ma’bad radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah saw, lalu beliau bersabda : Engkau datang untuk menanyakan kebaikan ?, saya menjwab : Ya. Beliau bersabda : Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya. &lt;br /&gt;(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain. &lt;br /&gt;2.Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia menanyakan hal tersebut pada dirinya .&lt;br /&gt;3.Anjuran untuk berakhlak mulia karena akhlak yang mulia termasuk unsur kebaikan yang sangat besar. &lt;br /&gt;4.Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram. &lt;br /&gt;5.Melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan. Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama.&lt;br /&gt;6.Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam  ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan kondisi mereka. &lt;br /&gt;7.Perhatian Islam terhadap pendidikan sisi agama yang bersifat internal dalam hati orang beriman dan meminta keputusannya sebelum mengambil tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1. Kebenaran melahirkan ketenangan hati : 8 : 10, 13 : 28&lt;br /&gt;2. Hati-hati dalam memberi fatwa : 17 : 36&lt;br /&gt;3. Hati yang sehat sensitif terhadap keburukan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث الثامن والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH DELAPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَاريةَ رَضي الله عنه قَالَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عليه وسلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ، وَذَرِفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ، فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَأَوْصِنَا، قَالَ : أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ   عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ   وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ &lt;br /&gt;[رَوَاه داود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;وعظـ(نا)     : menasihati (kami)&lt;br /&gt;موعظة        : Nasihat&lt;br /&gt;وجلـ(ت)    : takut &lt;br /&gt;القلوب bentuk jamak dari قلب : hati &lt;br /&gt;تأَمَّر           : Memerintah&lt;br /&gt;يعش (يعيش) : hidup&lt;br /&gt; عليـ(كم)   : Kalian harus&lt;br /&gt;إيا(كم)       : Kalian jangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata : Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena diantara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “ &lt;br /&gt;(Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;1.Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah ta’ala. &lt;br /&gt;2.Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat. &lt;br /&gt;3.Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan. &lt;br /&gt;4.Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena didalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;5.Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Anjuran berwasiat menjelang kematian : 2 :180 &lt;br /&gt;2.Berpegang teguh kepada sunnah Rasul dan menjauhi bid’ah : 59 : 7, 57 : 27&lt;br /&gt;3.Patuh kepada pimpinan : 4 : 59 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث التاسع والعشرون&lt;br /&gt;HADITS KEDUAPULUH SEMBILAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ   عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ  بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ  الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ   اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ :  تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ-  يَعْمَلُوْنَُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ  عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ   يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات : &lt;br /&gt;يسير : Mudah&lt;br /&gt;جُنَّة : Tameng, pelindung&lt;br /&gt;تطفئ        : Memadamkan &lt;br /&gt;جوف الليل : Pertengahan malam&lt;br /&gt;تتجافى      : jauh.&lt;br /&gt;جنوبـ(هم) : jamak dari جنب : &lt;br /&gt;مضاجع jamak dari مضجع : tempat&lt;br /&gt;                 Pinggang&lt;br /&gt; berbaring, tempat tidur&lt;br /&gt;عمود      : tiang&lt;br /&gt;ذروة        : Puncak&lt;br /&gt;سنام        : Punuk onta&lt;br /&gt;ملاك        : kunci semuanya&lt;br /&gt;كُفَّ         : Tahanlah&lt;br /&gt;يكب             : Dimasukkan&lt;br /&gt;مناخر(هم) : jamak dari منخر : &lt;br /&gt;حصائد       : jamak dari حصيدة : &lt;br /&gt;hidung&lt;br /&gt;                  panen, buah, akibat&lt;br /&gt;ألسنة jamak dari لسان : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث  :&lt;br /&gt;Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan  dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu syurga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka .&lt;br /&gt;(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shaheh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Perhatian shahabat yang sangat besar untuk mela-kukan amal yang dapat memasukkan mereka ke syurga. &lt;br /&gt;2.Amal perbuatan merupakan sebab masuk syurga jika Allah menerimanya dan hal ini tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam  “Tidak masuk syurga setiap kalian dengan amalnya ”. Makna hadits tersebut adalah bahwa amal dengan sendirinya tidak berhak memasukkan seseorang ke syurga selama Allah belum menerimanya dengan karunia-Nya dan Rahmat-Nya. &lt;br /&gt;3.Mentauhidkan Allah dan menunaikan kewajibannya adalah sebab masuknya seseorang kedalam syurga. &lt;br /&gt;4.Shalat sunnah setelah  shalat fardhu merupakan sebab kecintaan Allah ta’ala kepada hambanya. &lt;br /&gt;5.Bahaya lisan dan perbuatannya akan dibalas dan bahwa dia dan mencampakkan seseorang ke neraka karena ucapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Hakekat keselamatan; masuk syurga dan terhindar dari neraka : 3 : 185&lt;br /&gt;2.Allah memudahkan setiap upaya kebaikan : 2 : 185&lt;br /&gt;3.Qiyamullail : 17 : 79&lt;br /&gt;4.Keutamaan Jihad : 61 : 11, 9 : 19&lt;br /&gt;5.Menjaga lisan : 50 : 18&lt;br /&gt;الحــديث الثلاثون&lt;br /&gt;HADITS KETIGAPULUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِي جُرْثُوْمِ بْنِ نَاشِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى فَرَضَ فَرَائِضَ فَلاَ تُضَيِّعُوْهَا، وَحَدَّ حُدُوْداً فَلاَ تَعْتَدُوْهَا، وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوْهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ فَلاَ تَبْحَثُوا عَنْهَا.&lt;br /&gt;[حديث حسن رواه الدارقطني وغيره] .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Abi Tsa’labah Al Khusyani Jurtsum bin Nasyir radhiallahuanhu, dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dia berkata : Sesungguhnya Allah ta’ala telah menetapkan kewajiban-kewajiban, maka janganlah kalian mengabaikannya, dan telah menetapkan batasan-batasannya janganlah kalian melampauinya, Dia telah mengharamkan segala sesuatu, maka janganlah kalian melanggarnya, Dia mendiamkan sesuatu sebagai kasih sayang buat kalian dan bukan karena lupa jangan kalian mencari-cari tentangnya .  &lt;br /&gt;(Hadits hasan riwayat Daruquthni dan lainnya).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadits ini dikatagorikan sebagai hadits dho’if 22). Lihat Qowa’id wa Fawa’id Minal Arbain An Nawawiah, karangan Nazim Muhammad Sulthan, hal. 262. Lihat pula Misykatul Mashabih, takhrij Syekh Al Albani, hadits no. 197, juz 1. Lihat pula Jami’ Al Ulum wal Hikam,oleh Ibnu Rajab). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحــديث الحادي والثلاثون&lt;br /&gt;HADITS KETIGAPULUH SATU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي الْعَبَّاس سَهْل بِنْ سَعْد السَّاعِدِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ياَ رَسُوْلَ اللهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ : ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ .&lt;br /&gt;[حديث حسن رواه ابن ماجة وغيره بأسانيد حسنة]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;دلـ(ني) : Tunjukkan&lt;br /&gt;أحبـ(ني) : Mencintai(-ku)&lt;br /&gt;             (kepadaku)&lt;br /&gt;ازهد       : Bersikap zuhud-lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث&lt;br /&gt; Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata : Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia.&lt;br /&gt;(Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:&lt;br /&gt;1.Menuntut kecukupan terhadap dunia adalah perkara wajib, sedang zuhud adalah tidak adanya keter-gantungan dan terpusatnya perhatian  terhadapnya . &lt;br /&gt;2.Bersikap qanaah terhadap rizki yang halal dan ridho terhadapnya serta bersikap ‘iffah dari perbuatan haram dan hati-hati terhadap syubhat. &lt;br /&gt;3.Jiwa yang merasa cukup dan iffah serta berkorban dengan harta dan jiwa di jalan Allah merupakan hakekat zuhud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Zuhud : 18 : 45-46, 29 : 64, 102 : 1-5&lt;br /&gt;2.Menghindari penyakit hasad (dengki) : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الثاني والثلاثون&lt;br /&gt;HADITS KETIGAPULUH DUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سعْدُ بْنِ سِنَانِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلَّمَ قَالَ : لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ &lt;br /&gt;[حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه وَالدَّارُقُطْنِي وَغَيْرُهُمَا مُسْنَداً، وَرَوَاهُ مَالِك فِي الْمُوَطَّأ مُرْسَلاً عَنْ عَمْرو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْقَطَ أَبَا سَعِيْدٍ وَلَهُ طُرُقٌ يُقَوِّي بَعْضُهَا بَعْضاً]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;ضرر :membahayakan diri&lt;br /&gt;ضرار :menimbulkan bahaya terhadap orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : “ Tidak boleh melakukan perbuatan(mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain “ &lt;br /&gt;(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Daruqutni serta selainnya dengan snad yang bersambung, juga diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Muwattho’ secara mursal dari Amr bin Yahya dari bapaknya dari Rasulul-lah saw, dia tidak menyebutkan Abu Sa’id. Akan tetapi dia memiliki jalan-jalan yang menguatkan sebagiannya atas sebagian yang lain). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:&lt;br /&gt;1.Larangan melakukan sesuatau yang berbahaya.&lt;br /&gt;2.termasuk sesuatu yang diharamkan adalah sesuatu yang berbahaya seperti rokok, mengendarai kendaraan dengan ceroboh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْحَدِيث الثالث والثلاثون&lt;br /&gt;HADITS KETIGA PULUH TIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم : لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ، لاَدَّعَى رِجَالٌ أَمْوَالَ قَوْمٍ وَدِمَاءَهُمْ، لَكِنَّ الْبَيِّنَةَ عَلَى الْمُدَّعِيْ وَالْيَمِيْنَ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ )) .&lt;br /&gt;[حديث حسن رواه البيهقي وغيره هكذا، وبعضه في الصحيحين]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات : &lt;br /&gt;يُعطَى     : Diberikan&lt;br /&gt;ادعى       : Menuduh&lt;br /&gt;البيِّنة      : Bukti&lt;br /&gt;المدعي     : Orang yang menuduh&lt;br /&gt;اليمين     : Sumpah&lt;br /&gt;انكر        : Mengingkari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, sesungguhnya Rasulullah saw : Seandainya setiap pengaduan manusia diterima, niscaya setiap orang akan mengadukan harta suatu kaum dan darah mereka, karena itu (agar tidak terjadi hal tersebut) maka bagi pendakwa agar mendatangkn bukti dan sumpah bagi yang mengingkarinya“ . &lt;br /&gt;(Hadits hasan riwayat Baihaqi dan lainnya yang sebagiannya terdapat dalam As Shahihain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Seorang hakim harus meminta dari kedua orang yang bersengketa sesuatu yang dapat menguatkan pengakuan mereka. &lt;br /&gt;2.Seorang hakim tidak boleh memutuskan sebuah perkara dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. &lt;br /&gt;3.Pada dasarnya seseorang bebas dari tuduhan hingga terbukti perbuatan jahatnya. &lt;br /&gt;4.Seorang hakim harus berusaha keras untuk mengetahui permasalahan sebenarnya dan menjelaskan hukumnya berdasarkan apa yang tampak baginya. &lt;br /&gt;5.Bersumpah hanya diperbolehkan atas nama Allah.&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Hukum harus ditegakkan : 4 : 65, 24 : 51&lt;br /&gt;2.Penegakkan hukum harus berdasarkan prinsip yang jelas : 24 : 4, 24 : 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث الرابع والثلاثون&lt;br /&gt;HADITS KETIGA PULUH EMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ  [رواه مسلم]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;يغَيـِّر : Merubah&lt;br /&gt;أضعف : Yang paling lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث : &lt;br /&gt; Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.     (Riwayat Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Menentang pelaku kebatilan dan menolak kemunkaran adalah kewajiban yang dituntut dalam ajaran Islam atas setiap muslim sesuai kemampuan dan kekuatannya. &lt;br /&gt;2.Ridho terhadap kemaksiatan  termasuk diantara dosa-dosa besar. &lt;br /&gt;3.Sabar menanggung kesulitan dan amar ma’ruf nahi munkar. &lt;br /&gt;4.Amal merupakan buah dari iman, maka menyingkirkan kemunkaran juga merupakan buahnya keimanan. &lt;br /&gt;5.Mengingkari dengan hati diwajibkan kepada setiap muslim, sedangkan pengingkaran dengan tangan dan lisan berdasarkan kemampuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث  :&lt;br /&gt;1. Keutamaan mengatasi kemunkaran : 5 : 78, 7 : 165&lt;br /&gt;2. Realisasi iman : 2 : 278, 3 : 139, 5 : 23, &lt;br /&gt;3. Tingkatan iman : 8 : 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحـديث الخامس والثلاثون&lt;br /&gt;HADITS KETIGAPULUH LIMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ         [رواه مسلم] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt; تحاسدوا : (kalian) saling dengki&lt;br /&gt;تناجشوا : (kalian) saling menipu&lt;br /&gt;تباغضوا : (kalian) saling membenci&lt;br /&gt;تدابروا : (kalian) saling memu-tuskan hubungan&lt;br /&gt;يبع (يبيع) : menjual&lt;br /&gt;يخذلـ(ـه) : Merendahkan-(nya)&lt;br /&gt;يحقر(ه) : Menghina-(nya)&lt;br /&gt;صدر(ه) : dada (nya)&lt;br /&gt;بحسب : Cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. . Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali-). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim . Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya dan kehormatannya “  (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;1.Larangan untuk saling dengki . &lt;br /&gt;2.Larangan untuk berbuat keji dan menipu dalam urusan jual beli. &lt;br /&gt;3.Diharamkan untuk memutuskan hubungan terhadap muslim. Sebaliknya harus dijaga persaudaraan dan hak-haknya karena Allah ta’ala. &lt;br /&gt;4.Islam bukan hanya aqidah dan ibadah saja, tetapi juga didalamnya terdapat urusan akhlak dan muamalah. &lt;br /&gt;5.Hati merupakan sumber rasa takut kepada Allah ta’ala. &lt;br /&gt;6.Taqwa merupakan barometer keutamaan dan timbangan seseorang. &lt;br /&gt;7.Islam memerangi semua akhlak tercela karena hal tersebut berpengaruh negatif dalam masyarakat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Menciptakan pergaulan yang baik dan harmonis : 49 : 10&lt;br /&gt;2.Realisasi ukhuwah Islamiyah : 9 : 71&lt;br /&gt;3.Barometer kehidupan; Taqwa : 49 : 13&lt;br /&gt;4.Dihormatinya hak dan martabat seorang muslim: 5 : 32, 22 : 30  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث السادس والثلاثون&lt;br /&gt;HADITS KETIGAPULUH ENAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :  مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ. وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَأَ      فِي عَمَلِهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ .&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;نفَّس        : Meringankan atau &lt;br /&gt;                 menghilangkan&lt;br /&gt;كربة (كرب)   : Cobaan berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مُعْسِر            : Orang yang kesulitan&lt;br /&gt;يسَّرَ        : Memudahkan&lt;br /&gt;عون              : Pertolongan&lt;br /&gt;ستَرَ        : Menutupi&lt;br /&gt;سلك        : Menempuh&lt;br /&gt;اجتمع      : Berkumpul&lt;br /&gt;السكينة     : Ketenangan&lt;br /&gt;سهّل              : Memudahkan&lt;br /&gt;يتدارسونـ(ـه) : (Mereka) saling &lt;br /&gt;                      mempelajari-(nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;غشيتـ(هم)      : Liputi, curahkan &lt;br /&gt;حفتـ(هم) : mengelilingi (mereka)&lt;br /&gt;                     (kepada mereka)&lt;br /&gt;يسرع : Segera&lt;br /&gt;بطأ : Lambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah saw bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa  yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث  :&lt;br /&gt;1.Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut. &lt;br /&gt;2.Sesungguhnya pembalasan disisi Allah ta’ala sesuai dengan jenis perbuatannya. &lt;br /&gt;3.Berbuat baik kepada makhluk merupan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala. &lt;br /&gt;4.Membenarkan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas didalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya sia-sia. &lt;br /&gt;5.Memohon pertolongan kepada Allah ta’ala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih sayang-Nya. &lt;br /&gt;6.Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan mengamalkannya. &lt;br /&gt;7.Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث  :&lt;br /&gt;1.Menumbuhkan kepekaan sosial : 107 : 1-7, 70 : 24&lt;br /&gt;2.Menjaga nama baik seseorang : 49 : 11 &lt;br /&gt;3.Menumbuhkan tradisi ilmiah : 96 : 1, 170 : 36.&lt;br /&gt;4.Berinteraksi terhadap Al Quran : 73 : 4, 47 : 24, 33 : 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث السابع والثلاثون&lt;br /&gt;Hadits ketigapuluh tujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ : فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَةَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ  ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً "&lt;br /&gt; [رواه البخاري ومسلم في صحيحهما بهذه الحروف]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;بيَّـن : Menjelaskan&lt;br /&gt;همَّ  : Menjelaskan&lt;br /&gt;ضعف (أضعاف) : Kelipatan&lt;br /&gt;سئية : Keburukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah saw sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi : Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut : Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan. &lt;br /&gt;(Riwayat Bukhori dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran. &lt;br /&gt;1.Kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang beriman sangat luas dan ampunannya menyeluruh sedang pemberian-Nya tidak terbatas. &lt;br /&gt;2.Sesungguhnya apa yang tidak kuasa oleh manusia, dia tidak diperhitungkan dan dipaksa menunaikannya. &lt;br /&gt;3.Allah tidak menghitung keinginan hati dan kehendak perbuatan manusia kecuali jika kemudian dibuktikan dengan amal perbuatan dan praktek. &lt;br /&gt;4.Seorang muslim hendaklah meniatkan perbuatan baik selalu dan membuktikannya, diharapkan dengan begitu akan ditulis pahalanya dan ganjarannya dan dirinya telah siap untuk melaksanakannya jika sebabnya telah tersedia. &lt;br /&gt;5.Semakin besar tingkat keikhlasan semakin berlipat-lipat pahala dan ganjaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;Anjuran berlomba-lomba untuk kebaikan : 2 : 148, 23 : 61&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث الثامن والثلاثون&lt;br /&gt;Hadits Ketigapuluh delapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ        [رواه البخاري] &lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;عادى : Memusuhi&lt;br /&gt;آذنـ(تـ)(ـه) : (Aku) izinkan, &lt;br /&gt;تقرب : Mendekatkan diri, beribadah&lt;br /&gt;umumkan (kepadanya)&lt;br /&gt;النوافل jamak dari نافلة (perkara-&lt;br /&gt;افترضـ(تـ)(ـه) : (Aku) wajibkan &lt;br /&gt;perkara sunnah)&lt;br /&gt;(padanya)&lt;br /&gt;استعاذ(ني) : Minta perlindungan&lt;br /&gt;يبطش : Memukul, menampar.&lt;br /&gt; (kepada-Ku)&lt;br /&gt;أعيذنـ(ـه) : (Aku) lindungi (dia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata : Rasulullah saw bersabda : Sesungguhya Allah ta’ala berfirman : Siapa yang memusuhi waliku maka Aku telah mengumumkan perang dengannya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali dengan  beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hambaku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi “ Riwayat Bukhori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang dapat diambil dari hadits/الفوائد من الحديث:&lt;br /&gt;1.Besarnya kedudukan seorang wali, karena dirinya diarahkan dan dibela oleh Allah ta’ala. &lt;br /&gt;2.Perbuatan-Perbuatan fardhu merupakan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah ta’ala . &lt;br /&gt;3.Siapa yang kontinyu melaksanakan sunnah dan menghindar dari perbuatan maksiat maka dia akan meraih kecintaan Allah ta’ala . &lt;br /&gt;4.Jika Allah ta’ala telah mencintai seseorang maka dia akan mengabulkan doanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Pemahaman  yang benar tentang wali : 10 : 62-64&lt;br /&gt;2.Keutamaan ibadah nawafil (sunnah) : 35 : 32&lt;br /&gt;3.Kekuatan dari Allah : 22 : 40, 18 : 39, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث التاسع والثلاثون&lt;br /&gt;HADITS KETIGAPULUH SEMBILAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ     [حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما]&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;تجاوز : Melewatkan, memaafkan&lt;br /&gt;النسيان : Lupa&lt;br /&gt;استكرهوا  : (Mereka) dipaksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radiallahuanhuma : Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala memafkan umatku karena aku (disebabkan beberapa hal) : Kesalahan, lupa dan segala sesuatu yang dipaksa “ &lt;br /&gt;(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi dan lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:&lt;br /&gt;1.Allah ta’ala mengutamakan umat ini dengan menghilangkan berbagai kesulitan dan memaafkan dosa kesalahan dan lupa. &lt;br /&gt;2.Sesungguhnya Allah ta’ala tidak menghukum seseorang kecuali jika dia sengaja berbuat maksiat dan hatinya telah berniat untuk melakukan penyimpangan dan meninggalkan kewajiban dengan sukarela . &lt;br /&gt;3.Manfaat adanya kewajiban adalah untuk mengetahui siapa yang ta’at dan siapa yang membangkang. &lt;br /&gt;4.Ada beberapa perkara yang tidak begitu saja dimaafkan. Misalnya seseorang melihat najis di bajunya akan tetapi dia mengabaikan untuk menghilangkannya segera, kemudian dia shalat dengannya karena lupa, maka wajib baginya mengqhada shalat tersebut. Contoh seperti itu banyak terdapat dalam kitab-kitab fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Toleransi hukum Islam : 22 : 78, 2 : 196&lt;br /&gt;2.Manusiawi dalam penerapan hukum : 64 : 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث الأربعون&lt;br /&gt;Hadits Keempat Puluh&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .           [رواه البخاري]&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات : &lt;br /&gt;غريب : Orang asing&lt;br /&gt;عابر سبيل : Pengembara&lt;br /&gt;أمسيـ(ـت) : (engkau berada) di sore hari&lt;br /&gt;أصبحـ(ـت) : (Engkau berada) di pagi hari.&lt;br /&gt;منكبـ(ي) : (kedua) pundak (ku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah saw memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “ (Riwayat Bukhori) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran :&lt;br /&gt;1.Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda  karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya. &lt;br /&gt;2.Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu .&lt;br /&gt;3.Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan akhirat. &lt;br /&gt;4.Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat. &lt;br /&gt;5.Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya. &lt;br /&gt;6.Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.&lt;br /&gt;7.Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh. &lt;br /&gt;8.Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث  :&lt;br /&gt;1.Hakikat kehidupan : 3 : 185, 10 : 24&lt;br /&gt;2.Optimalisasi setiap kesempatan : 103 : 1-3, 94 : 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث الحادي والأربعون&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ )) [حَديثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ وَرَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الْحُجَّة بإسنادٍ صحيحٍ ]&lt;br /&gt;Dari Abu Muhammad Abdillah bin Amr bin ‘Ash radhiallahuanhuma dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa “ Hadits hasan shahih dan kami riwayatkan dari kitab Al Hujjah dengan sanad yang shahih. &lt;br /&gt;(Hadits ini tergolong dho’if. Lihat Qowa’id Wa Fawa’id minal Arba’in An-Nawawiyah, karangan Nazim Muhammad Sulthan hal. 355, Misykatul Mashabih takhrij Syekh Al Albani, hadits no. 167, juz 1, Jami’ Al Ulum wal Hikam oleh Ibn Rajab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحديث الثاني والأربعون&lt;br /&gt;HADITS KEEMPATPULUH DUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً &lt;br /&gt; [رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosa kata / مفردات :&lt;br /&gt;دعو(تـ)(ني) : (engkau) berdoa, memohon (kepada-Ku)&lt;br /&gt;رجو(تـ)(ني) : (engkau) mengharap (kepada-Ku)&lt;br /&gt;أبالي : (aku) pedulikan&lt;br /&gt;عنان : awan (yang dimaksud adalah banyaknya)&lt;br /&gt;قراب : Sepenuh&lt;br /&gt;خطايا bentuk jamak dari خطأ (kesalahan)&lt;br /&gt;أَتَيْـ(تَـ)(نِي) : (engkau) mendatangi-(Ku)&lt;br /&gt;لَقِيْـ(تَـ)(نِي) : (engkau) menemui-(Ku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Allah ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “ &lt;br /&gt;(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shaheh). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:&lt;br /&gt;1.Berdoa diperintahkan dan dijanjikan  untuk dikabul-kan. &lt;br /&gt;2.Maaf Allah dan ampunannya lebih luas dan lebih besar dari dosa seorang hamba jika dia minta ampun dan bertaubat. &lt;br /&gt;3.Berbaik sangka kepada Allah ta’ala, Dialah semata Yang Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan istighfar. &lt;br /&gt;4.Tauhid adalah pokok ampunan dan sebab satu-satunya untuk meraihnya. &lt;br /&gt;5.Membuka pintu harapan bagi ahli maksiat untuk segera bertaubat dan menyesal betapapun banyak dosanya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tema-tema hadits / موضوعات الحديث :&lt;br /&gt;1.Kemurahan Allah ta’ala : 23 : 118, 6 : 133, 7 : 56&lt;br /&gt;2.Tidak putus asa untuk bertaubat  : 39 : 53, 5 : 74, 3 : 135&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-2857252645491654906?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/2857252645491654906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/arbain-nawawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/2857252645491654906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/2857252645491654906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/arbain-nawawi.html' title='Arba&apos;in Nawawi'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-3478244940512584656</id><published>2009-02-14T06:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T06:29:57.122-08:00</updated><title type='text'>PARTAI SYETAN</title><content type='html'>Allah ‘Azza wajalla menciptakan:&lt;br /&gt;1.manusia dari tanah (15:26)&lt;br /&gt;2.jin dari api (15:27)&lt;br /&gt;3.malaikat dari cahaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari nyala api, sedang Adam (manusia) diciptakan dari tanah sebagaimana diceritakan kepadamu (oleh firman Allah).” (HR. Muslim) [Ibnu Katsier III/378-379, IV/516-517]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bisa muslim dan bisa kafir (64:2), jin juga demikian (72:11 dan 14), sedangkan malaikat sepenuhnya (mutlak) taat kepada Allah (66:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kafir + jin kafir + Iblis = setan (114:6) dan Iblis adalah pimpinan syaitan (Tafsir Ibu Katsier [TIK] I/88). Secara bahasa setan berasal dari syathana yang berarti jauh (karena tabiatnya jauh dari tabiat manusia dan kelakuannya jauh dari kebaikan) dan syaatha yang berari terbakar (karena berasal dari api). Sedangkan menurut istilah setan adalah setiap makhluk yang menentang dan menlanggar tuntunan para Nabi seperti dalam surat 6: 112 (Ibnu Katsier I/14-15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Partai Setan adalah kelompok setan yang dipimpin oleh Iblis. Iblis telah mengumumkan perang terhadap manusia (7:16-17), sehingga kita harus waspada (35:6). Ingat, serangan yang dilancarkan oleh partai setan dari berbagai penjuru:&lt;br /&gt;depan  meragukan tentang akhirat (Ibnu Abbas), memberitahu tidak mungkin ada kebangkitan, surga dan neraka (Qatadah)&lt;br /&gt;belakang  merangsang kepada cinta dunia (Ibnu Abbas), memperhias dunia dan mendorong ke sana (Qatadah)&lt;br /&gt;kanan  meragukan perintah agama (Ibnu Abbas), memperlambat untuk melakukan kebaikan (Qatadah)&lt;br /&gt;kiri  merangsang berbuat dosa/ma’siyat (Ibnu Abbas dan Qatadah)&lt;br /&gt;(Ibnu Katsier III/381-382)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; WAJIB mengetahui ciri-ciri dan langkah-langkah mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ciri-ciri partai setan (‘alaamatu hizbisy-syaithaan)? Ciri-cirinya ada 2:&lt;br /&gt;1.dikuasai setan (istahwadza ‘alaihimusy-syaithaan)&lt;br /&gt;2.melupakan dzikir kepada Allah (ansaahum dzikrallaahi)&lt;br /&gt; pikiran, mentalitas, konsep, amal dan manhajnya dikuasai setan dan jauh dari Allah. Kelompok seperti ini biasanya tidak rela manusia menjadi baik (menjadi baik karena telah dicelup dengan celupan Allah, 2:138) sehingga senantiasa tiada henti-hentinya melakukan peperangan terhadap kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sekarang langkah-langkah yang mereka tempuh? Kita harus mengetahui ini agar tidak terjerembab ke dalam perangkap-perangkap mereka sebagaimana yang pernah ditanyakan oleh Hudzaifah bin Al‑Yaman dalam sebuah haditsnya yang panjang. &lt;br /&gt;كان الناس يسألون رسول الله (ص) عن الخير وكنت اسأله عن الشر مخافة أن يدركني&lt;br /&gt;“Orang-orang biasanya bertanya kepada Rasulullah perihal kebaikan, tapi saya bertanya kepadanya perihal keburukan karena takut hal itu menimpa diriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah setan adalah dengan:&lt;br /&gt;1.Bisikan (waswasah)  &lt;br /&gt;Hakikat setan memang biasa menyelinap sambil membisikkan kejahatan dalam dada manusia secara samar dan rahasia, baik itu setan jin maupun manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setan itu bagaikan virus dalam hati anak Adam. Jika ia dzikir kepada Allah, maka lenyaplah virus itu, tetapi jika lupa kepada Allah, menyelinap virus itu ke dalam hatinya.” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari surat an-Naas dapat dilihat bahwa was-was itu khannaas. Di satu segi bentuk ini menunjukkan keadaannya yang tersembunyi dan rahasia, menunggu kesempatan baik untuk menyelinap, menyusup atau membisikkan kejahatan. Di segi yang lain menampakkan kelemahannya menghadapi jiwa yang sadar dari orang yang telah memiliki daya tahan yang kuat untuk menghadapi segala makar setan (Fii Zhilaalil Qur’an juz 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang itu tergantung agama temannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman di sini bukan hanya orang, tapi juga bahan bacaan seperti buku, koran, majalah, film, dll. Ini semua bisa membisikkan pikiran dan dorongan jahat kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: kasus jatuhnya Adam dan Hawa akibat menuruti bisikan (waswasah) dari setan. Perhatikan surat al-A’raf: 19 – 22 dan 20:117 - 121&lt;br /&gt;Adam dan Hawa ditempatkan oleh Allah di surga dengan diberi fasilitas yang lengkap dan diberi peringatan:&lt;br /&gt;agar tidak mendekati pohon karena nanti termasuk orang zhalim&lt;br /&gt;“sesungguhnya ini musuhmu dan musuh istrimu”&lt;br /&gt;Segeralah setan memberikan waswas (bisikan):&lt;br /&gt;Tujuan: membuka aurat&lt;br /&gt;Isi bisikan (dengan ungkapan yang mempesona tapi menipu atau memutarbalikkan fakta): &lt;br /&gt;Larangan itu bertujuan supaya Adam dan Hawa tidak jadi malaikat dan tidak bisa kekal di surga&lt;br /&gt;Bersumpah bahwa apa yang dilakukannya itu hanya sekedar memberi nasihat&lt;br /&gt;Bujukan untuk memakan buah terlarang yang diberi nama oleh setan “pohon khuldi” (pohon keabadian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan pada rejim Gus Dur ini sangat populer. Dampaknya: negara berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Membuat lupa (insaa’)&lt;br /&gt;Yang dibuat lupa oleh setan tentu hal yang baik-baik:&lt;br /&gt;Lupa Allah, Rasul dan jihad&lt;br /&gt;Ilmu yang sudah dipelajari sehingga melakukan maksiat padahal tahu bahwa itu dosa meski nantinya ingat lagi (4: 17 saat orang berbuat dosa ilmunya hilang, di ayat itu disebut bijahaalah karena kejahilan [kebodohan])&lt;br /&gt;Nabi Musa sudah diberi petunjuk tempat beliau ketemu Hidzir, tapi lupa (18:63)&lt;br /&gt;Nabi Yusuf menitipkan pesan kepada teman setahanannya yang dibebaskan tapi setan membuatnya lupa (12:42)&lt;br /&gt;Nabi Adam sudah diberi peringatan dengan gambling tapi lupa karena kurang serius (walam najid lahuu ‘azmaa)&lt;br /&gt;Renungkan surat al-Maidah 49 dan 50: di awal ayat 49 Allah memerintahkan untuk berhukum kepada hokum Allah, tapi di akhir ayat ini Allah mengomentari “dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang berbuat fasik”, lalu disambungkan dengan “apakah hokum Jahiliyah yang mereka kehendaki?”. Kefasikan (perbuatan dosa) mengakibatkan kita lupa akan ilmu yang kita pelajari bahkan bisa cenderung kepada yang jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Memanjangkan angan-angan (tamanniyah)&lt;br /&gt;Salah satu yang bisa membuat kita tetap berada di garis istiqomah adalah selalu mengingat mati. Rasul bersabda (RS I/482): “perbanyaklah kamu mengingat kejadian yang akan menghancurkan segala kelezatan, yakni mati.” Tapi setan tidak mau kita seperti itu  didorong untuk selalu berangan-angan kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4: 119 walaumanniyannahum = dan aku akan membangkitkan angan-angan kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul (RS I/482):&lt;br /&gt;“Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Rasulullah SAW membuat gambar segiempat dan di tengah-tengahnya ada garis lurus memanjang hingga keluar garis kotak, dan di samping garis tengah itu ada garis-garis kecil. Lalu Nabi SAW menerangkan, ‘Ini manusia, dan garis persegi itu kurungan ajalnya, sedang garis panjang yang keluar dari batas itu adalah angan-angannya, dan garis-garis kecil itu adalah gangguan-gangguan yang selalu menghinggapi manusia, maka bila ia selamat dari yang pertama, mgunkin terkena yang kedua, jika ia terhindar dari yang satu terkena yang lainnya.” (HR. Bukhori). Ini gambarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;Orang ketagihan untuk berjudi karena berangan-angan kelak jadi kaya tanpa harus kerja keras.&lt;br /&gt;Isu “Ratu Adil” selalu dihidupkan untuk mematikan api jihad. Tidak perlu repot-repot berjihad, kita tunggu saja kedatangan ratu adil yang akan membela kita.&lt;br /&gt;Orang mendatangi dukun atau kuburan keramat untuk minta sesuatu karena angan-angan yang dibangkitkan oleh setan bahwa itu adalah jalan terbaik&lt;br /&gt;Lagu-lagu, sinetron, cerpen, novel, puisi banyak berisi angan-angan yang menyesatkan. Perhatikan surat asy-Syu’araa (26): 224 – 227.&lt;br /&gt;Sebagian besar umat Islam kena penyakit Yahudi: tidak mengetahui al-Qur’an kecuali angan-angan (2: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Memperindah dosa (tazyiin)&lt;br /&gt;Tahapan dosa jadi indah dan ni’mat: pertama berbuat dosa, menyesal bukan main. Kalau tidak segera bertaubat, lalu berbuat untuk yang kedua, kadar penyesalannya mulai berkurang, berbuat yang ketiga dan seterusnya, kadar penyesalan juga terus berkurang yang akhirnya bahkan menjadi kebiasaan, dianggap sesuatu yang indah dan dini’mati perbuatan dosa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul (TIK 8/294 – 295):&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang hamba jika berbuat dosa berbintik hitam dalam hatinya, maka jika ia tobat kembali licin mengkilat dan bila menambah dosa bertambah pula bintik hitamnya, dan itulah yang disebut oleh Allah ‘arraan’.” Nabi membaca surat al-Muthaffifiin: 14.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Beberapa ayat yang menyebutkan masalah ini:&lt;br /&gt;8: 48 ingatlah ketika setan memperindah perbuatan mereka&lt;br /&gt;15: 39 janji setan untuk memperindah perbuatan dosa&lt;br /&gt;18: 103-104 tersesat, tapi menganggap perbuatannya baik&lt;br /&gt;9: 67 ciri orang munafik: memerintahkan yang mungkar dan mencegah yang ma’ruf  kemungkaran menjadi komoditi yang harus semua orang memilikinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;hukum di negara non-Muslim yang membolehkan abosri, homoseksual, dan lesbianisme&lt;br /&gt;penganugerahan gelar-gelar kehormatan pada artis&lt;br /&gt;Bahaya memperindah dosa adalah jatuh kedalam penyembahan hawa nafsu (lihat 25:43 dan 45:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Janji-janji palsu (wa’d)&lt;br /&gt;Setan selalu melakukan kampanye dan propaganda dengan janji-janji indah tapi palsu. Ketika ada yang mengatakan kepada Jamal Abdun Naser: “kok sepertinya Anda hanya memberikan janji-janji saja kepada rakyat sementara realisasinya tidak ada?” Jawabnya: “Itu yang bisa saya berikan.” Orang-orang yang mengikuti setan, ketika di akhirat nanti menagih janji kepada setan, setan akan memungkirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14: 22 kata setan: &lt;br /&gt;Allah sudah menjanjikan kepadamu tapi kamu ingkari&lt;br /&gt;Saya hanya menyeru saja, salah kamu sendiri mau menuruti&lt;br /&gt;Jangan kamu cerca aku, tapi cerca dirimu sendiri&lt;br /&gt;Aku tidak dapat menolongmu dan kamu juga tidak dapat menolongku&lt;br /&gt;Aku berlepas diri (bara’) terhadap perbuatanmu menyekutukan aku dengan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8: 48 setan menjanjikan kemenangan, tapi setelah terjadi pertempuran di Perang Badar, setan lari dan berlepas diri (bara’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2:166-167 tokoh-tokoh dan pemimpin-pemimpin jahat berlepas diri kepada para pengikutnya padahal dalam rangka mendapatkan dukungan, mereka sampai mau menanggung dosa atas perbuatan yang mereka sadar bahwa itu salah (lihat 29: 12 “ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu.”)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 59: 11 orang munafik mengingkari janjinya kepada orang Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8: 55-56 orang kafir tidak akan bisa menepati janjinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita tidak boleh percaya terhadap janji setan dan teman-temannya. HAMAS sangat mengerti masalah ini, sehingga menolak dengan tegas perjanjian damai Yahudi dan Palestina. Tidak ada yang bisa konsisten (istiqomah) dengan janjinya kecuali orang-orang yang beriman dengan iman yang hak (benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Tipu daya (kaid)&lt;br /&gt;Tipu daya yang dilancarkan oleh partai setan banyak sekali. Surat Yusuf adalah surat yang paling banyak menyebutkan masalah ini. Allah menyebutkan kata “kaid” dan turunannya sebanyak 9 kali (2 kali di 12:5, 28 sekali di 12: 33, 34, 50, 52, 76). Tipu daya yang ada di surat Yusuf ada tiga: yang dilakukan oleh &lt;br /&gt;saudara-saudara Nabi Yusuf  karena iri dan benci kepada Nabi Yusuf (12:5)&lt;br /&gt;istri raja al-‘Aziz  karena cinta kepada Nabi Yusuf (12:28, 33, 34, 50, 52)&lt;br /&gt;Nabi Yusuf sendiri  siasat yang diridhoi oleh Allah (12:76)&lt;br /&gt;Terlihat bahwa ayat yang menyebutkan tipu daya wanita lebih banyak, karena memang tipu daya wanita adalah yang paling besar (12:28 sesungguhnya tipu daya kamu (kaum wanita) adalah besar) bahkan dibandingkan dengan tipu daya setan sendiri (4:76 sesungguhnya tipu daya setan itu lemah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an Allah menyebutkan jenis-jenis tipu daya:&lt;br /&gt;tipu daya setan (4:76)&lt;br /&gt;tipu daya orang-orang kafir (8:18, 40:25)&lt;br /&gt;tipu daya para pengkhianat (12:52)&lt;br /&gt;tipu daya tukang sihir (20:69)&lt;br /&gt;tipu daya Fir’aun (40:37)&lt;br /&gt;tipu daya wanita (12:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata selain kaid yang berarti tipuan adalah khidaa’. Kaid biasanya untuk siasat jahat, sedang khidaa’  siasat dengan pura-pura baik. Kata khidaa’ digunakan untuk menggambarkan perilaku orang munafik (2:9, 4:142) dan orang kafir yang pura-pura mau damai (8:62).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Menghalangi jalan Allah (shadd)&lt;br /&gt;Segala usaha mereka lakukan agar manusia tidak berada di jalan Allah. Misalnya dengan berbagai acara hura-hura, agar manusia tidak bisa mendengar dengan baik ayat-ayat al-Qur’an (41:26). Dana berapapun akan dikeluarkan untuk menghalangi jalan Allah (8:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap partai setan ini menunjukkan bahwa dalam pertarungan antara hak dan batil (ash-shira’ bainal haqqi wal-baathill) mereka tidak akan pernah bersikap fair. Mereka selalu curang. Jika mau fair, serahkan saja pada masing-masing orang. Islam sendiri menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama selama sikap shadd ini tidak ada sehingga jelas mana yang lurus (ar-rusyd) dan menyimpang (al-ghoyy) seperti pada 2:256. Juga syiar Qur’ani: bagimu agamamu dan bagiku agamaku (109:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa orba untuk menjadi muballigh saja harus punya SIM (surat ijin muballigh). Apalagi kalau sudah lintas propinsi, tidak diijinkan berceramah kalau tidak punya SIM. Pemberlakuan astung (asas tunggal pancasila) juga termasuk menghalangi jalan Allah. Jama’ah Al-Ikhwan Al-Muslimun di Mesir sendiri sampai sekarang masih dilarang. Sikap-sikap seperti ini persis dengan sikap fir’aun ketika menghadapi kenyataan bahwa para tukang sihirnya ternyata sadar dan beriman kepada Allah dengan mengatakan: apakah kalian berimana sebelum dapat ijin dariku? (7:123) bahkan kemudian fir’aun menuduh Nabi Musa as dan para pengikutnya sebagai pengacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang untuk menghalangi manusia dari jalan Allah, partai setan melakukan apa yang disebut sebagai “semantic game” (permainan bahasa). Gerakan Islam (harakah Islamiyah) disebut sebagai fundamentalis, radikal, ekstrim kanan, dan stereotype (julukan jelek) lainnya. Sementara gerakan kebatilan disebut dengan sebutan-sebutan indah: pembebasan atau emansipasi wanita (tahriirul mar’ah), seakan-akan Islamlah biang keladi dan pembunuh potensi wanita; disebut modern, bahkan penjajahan dibahasakan dengan al-isti’maar (pemakmuran). Tujuannya jelas: tidak sampainya kebaikan-kebaikan Islam kepada manusia. Orang-orang munafik jika diseru kepada Allah dan RasulNya, malah menghalangi orang lain untuk menyambut seruan itu (4:61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Menimbulkan permusuhan (‘adaawah)&lt;br /&gt;Ini kentara sekali di Timur Islami (sebutan negara-negara Islam di Timur Tengah menurut Mursyid ‘Am keempat IM, Ustadz Mushthafa Masyhur): agar Islam tidak bisa bangkit lagi, kasih virus ganas di tubuhnya sehingga lemah dan mati. Virus ganas yang dimaksud adalah Israel. Kalau kita lihat sejarah Amerika Serikat, sejak tertimpa krisis tahun 20-an, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasinya. Tapi selalu gagal. Sampai akhirnya ditemukan formula yang mujarab: jual senjata. Tentu saja jualan ini tidak akan laku kalau tidak ada perang. Lalu diciptakanlah permusuhan. Terjadi Perang Teluk sebanyak dua kali. Yang terbesar adalah Perang Teluk II yang melibatkan sekitar 28 negara yang tergabung dalam pasukan multinasional untuk menyerang Irak. Padahal AS-lah yang mincing-mancing Irak supaya menyerobot sumur minyak di Kuwait. Setelah terpancing, malah disebarkan kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan adalah musuh setan, karena dengan adanya persatuan setan akan sulit memangsanya. Ibarat kambing, maka serigala hanya akan memangsa kambing yang terpisah dari kumpulannya. Di dalam surat 2:102 diceritakan bagaimana setan dengan sihir melakukan permusuhan di antara suami-istri sampai akhirnya bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghancurkan barisan Islam, mereka sering mengadu domba antar sesama aktivis. Bisa dengan cara menghambat komunikasi. Ketika aktivis Ikhwan dipenjara, mereka biasanya dipisah-pisah agar tidak terjadi komunikasi. Lalu dihembuskan berbagai cerita-cerita bohong tentang mereka: Sayyid Quthb, misalnya, dikatakan sudah mengakui kesalahannya. Di sini kita harus ingat akan pentingnya liqa’ rutin yang kontinyu. Renungkanlah ungkapan Syaikh Munir al-Ghadhban dalam Manhaj Haraki:&lt;br /&gt;“Ciri khas ketujuh: Pertemuan Rutin dan Kontinyu. Pertemuan di Darul Arqam mengikat para jundi dengan qiyadah mereka, menumbuhkan rasa percaya (tsiqah) yang kuat di kalangan para kader dan jundi, dan memperkuat tekad mereka untuk melanjutkan perjalanan da’wah. Setiap shahabat yang dating ke Darul Arqam mnenceritakan pada Ikhwah dan Nabinya tentang apa yang ia alami hari ini, tentang perbincangan yang ia lakukan dan sanggahan-sanggahan yang dialaminya. Kemudian Imam para Murabbi (Nabi SAW) memberikan taujih (pengarahan) yang sesuai dengannya, memuji sikapnya, meluruskan kesalahan-kesalahannya, atau memerintahkan agar meinggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pertemuan langsung yang terus-menerus antara qiyadah dan para jundi ini akan memadamkan api fitnah, membakar habis segala bentuk prasangka buruk, dan perkataan yang tidak baik. Pertemuan inilah yang memperkokoh barisan dalam, menjadikan “rajutannya” semakin kuat dan menyatu. Sedangkan terhentinya pertemuan dan jauhnya jarak antara qiyadah dan jundi, akan melemahkan tsiqah (rasa percaya), membuka banyak peluang negatif di dalam shaf (barisan) dan yang paling bahaya, mengakibatkan rapuhnya bangunan aqidah.” (Manhaj Haraki I/37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan langkah itu adalah dalam rangka:&lt;br /&gt;1.Penyesatan (tadhliil) 4:117-118&lt;br /&gt;Akibatnya: tersamarkannya kebenaran (ghumuudul-haq) [2:85  beriman sebagian dan kafir sebagian] sehingga terjadi campur-aduk antara kebenaran dan kebatilan (lubsul-haq bil-baathil) [2:42] bergelimpangan korban-korban penyesatan (dhohiyyatut-tadhliil) [4:137, 143, 150-151]&lt;br /&gt;2.Intimidasi (takhwiif)&lt;br /&gt;Akibatnya: takut syar’i kepada selain Allah&lt;br /&gt;Takut ada 2:&lt;br /&gt;Thabi’i (alamiyah): takut panasnya api&lt;br /&gt;Syar’i: takut terhadap resiko perjuangan&lt;br /&gt;Jika takut syar’inya bisa diatasi, maka takut thabi’inya bisa juga diatasi. Contoh: Nabi Ibrahim as ketika dibakar dan kisah ashhabul ukhdud. Tapi jika tidak bisa mengatasinya, menjadi orang hilang keberaniannya alias pengecut (al-jubnu) [5:21-22, 52] akhirnya ia akan menyembunyikan kebenaran (kitmaanul-haq) [2:159-160, 174-175] bergelimpangan korban-korban intimidasi (dhohiyyatut-takhwiif) [2:159, 174]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban penyesatan dan intimidasi yang menonjol adalah munculnya pribadi yang tidak lurus (syakhshiyyah ghoiri rasyiidah), yaitu pribadi yang suka berkhianat dan tidak bertanggung jawab (al-khiyaanah)  (5:24), kolot (al-jumuud) (7:138), dan pengecut (al-jubnu) (5:54).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-3478244940512584656?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/3478244940512584656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/partai-syetan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/3478244940512584656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/3478244940512584656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/partai-syetan.html' title='PARTAI SYETAN'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-2302166069905396639</id><published>2009-02-12T07:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T07:52:41.158-08:00</updated><title type='text'>AL-IISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/SZRFotcJbVI/AAAAAAAAACk/vOHRXyGdeA4/s1600-h/turkey_istanbul_02.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 347px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/SZRFotcJbVI/AAAAAAAAACk/vOHRXyGdeA4/s400/turkey_istanbul_02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301939227016654162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AL ISLAM&lt;br /&gt;معرفة الإسلام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqadimah&lt;br /&gt; Ketika Allah SWT menjadikan Islam sebagai jalan kehidupan bagi kaum muslimin, tentulah Allah sudah mengetahui akan berbagai hal yang akan dihadapi oleh manusia (baca; kaum muslimin) itu sendiri. Karena Islam menginginkan adanya penyelesaian dan kedamaian atas segala hal yang menimpa manusia dalam kehidupan mereka. Dan seperti itulah sesungguhnya profil al-Islam. Islam merupakan pegangan hidup manusia yang mampu mengantarkan mereka pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat, serta mampu mengentaskan segala problematika yang mereka hadapi.&lt;br /&gt; Sejarah telah memperlihatkan kepada kita, betapa Islam mampu menjadi poros dunia yang memimpin serta menguasai peradaban dalam waktu yang relatif lama. Dan jika diperhatikan, kejayaan dan kemajuan Islam sangat identik dengan kekomitmenan mereka terhadap Islam. Demikian juga sebaliknya, ketika komitmen tersebut telah meluntur maka kejayaan Islampun mulai pudar, seiring pudarnya keimanan kaum muslimin. Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya telah mengingatkan kepada kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِهِ&lt;br /&gt;(وراه مالمك)&lt;br /&gt;‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selagi masih berpegang teguh pada keduanya; yaitu kitabullah (al-Qur’an) dan sunah nabinya (al-Hadits).’ (HR. Imam Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunduran kaum muslimin juga merupakan bagian dari ‘kesesatan’ sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits di atas. Karena dalam kondisi mundur, sangat mudah bagi musuh-musuh Islam untuk melancarkan berbagai hujaman kepada Islam, baik berbentuk politik, ekonomi, militer, pendidikan dan lain sebagainya, sebagaimana yang terjadi sekarang ini. Kemudian kemunduran seperti inipun disebabkan karena mengendurnya komitmen kaum muslimin terhadap Islam. Untuk itulah, perlu kiranya bagi kita untuk mengkaji ulang tentang hakekat dinul Islam secara utuh dan menyeluruh agar kita dapat kembali meraih kejayaan yang telah hilang dari tangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Islam&lt;br /&gt; Dari segi bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.&lt;br /&gt;الإسلام مصدر من أسلم  يسلم  إسلاما&lt;br /&gt;Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1.Berasal dari ‘salm’  (السَّلْم)  yang berarti damai.&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman (QS. 8 : 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ&lt;br /&gt;“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian. Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman : (QS. 49 : 9)&lt;br /&gt;وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ&lt;br /&gt;“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu bukti bahwa Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah bahwa Islam baru memperbolehkan kaum muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: (QS. 22 : 39)&lt;br /&gt;أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ&lt;br /&gt;“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti menyerah.&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini, Allah berfirman dalam al-Qur’an: (QS. 4 : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya. Dalam sebuah ayat Allah berfirman: (QS. 6 : 162)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya. Allah berfirman: (QS. 3 : 83) : &lt;br /&gt;أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ&lt;br /&gt;“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang (baca; mutma’inah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Berasal dari kata istaslama–mustaslimun (اسْتَسْلَمَ - مُسْتَسْلِمُوْنَ): penyerahan total kepada Allah.&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 37 : 26)&lt;br /&gt;بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ&lt;br /&gt;“Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT. Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah adalah seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan, kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT. Termasuk juga berbagai sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya karena Allah dan menggunakan manhaj Allah. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 2 : 208)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.&lt;br /&gt;Mengenai makna ini, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 26 : 89):&lt;br /&gt;إِلاَّ  مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ&lt;br /&gt;“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS. 37: 84)&lt;br /&gt;إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ&lt;br /&gt;“(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Karena pada hakekatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan berbagai ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan jiwa manusia. Allah berfirman: (QS. 5 : 6)&lt;br /&gt;مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;br /&gt;“Allah sesungguhnya tidak menghendaki dari (adanya syari’at Islam) itu hendak menyulitkan kamu, tetapi sesungguhnya Dia berkeinginan untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al-Qur’an: (QS. 19 : 47)&lt;br /&gt;قَالَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا&lt;br /&gt;Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dari segi istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’&lt;br /&gt; Definisi di atas, memuat beberapa poin penting yang dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Diantara poin-poinnya adalah:&lt;br /&gt;1.Islam sebagai wahyu ilahi (الوَحْيُ اْلإِلَهِي)&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, Allah berfirman QS. 53 : 3-4 :&lt;br /&gt;وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى * إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى&lt;br /&gt;“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW) (دِيْنُ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ)&lt;br /&gt;Membenarkan hal ini, firman Allah SWT (QS. 3 : 84)&lt;br /&gt;قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ  وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Sebagai pedoman hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)&lt;br /&gt;Allah berfirman (QS. 45 : 20)&lt;br /&gt;هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW &lt;br /&gt;(أَحْكَامُ اللهِ فِيْ كِتَابِهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ) &lt;br /&gt;Allah berfirman (QS. 5 : 49-50)&lt;br /&gt;وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ *  أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Membimbing manusia ke jalan yang lurus. (الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ)&lt;br /&gt;Allah berfirman (QS. 6 : 153)&lt;br /&gt;وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.(سَلاَمَةُ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ)&lt;br /&gt;Allah berfirman (QS. 16 : 97)&lt;br /&gt;مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuniverselan Islam&lt;br /&gt; Islam merupakan pedoman hidup yang universal, yang mencakup segala aspek kehidupan manusia dalam semua dimensi waktu, tempat dan sisi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mencakup seluruh dimensi waktu&lt;br /&gt;Artinya bahwa Islam bukanlah suatu agama yang diperuntukkan untuk umat manusia pada masa waktu tertentu, sebagaimana syariat para nabi dan rasul yang terdahulu. Namun Islam merupakan pedoman hidup yang abadi, hingga akhir zaman. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 21:107):&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat bagi semesta alam artinya bagi seluruh makhluk Allah di muka bumi ini sepanjang masa. Rasulullah SAW sendiripun diutus sebagai nabi dan rasul terakhir yang ada di muka bumi, yang menyempurnakan syariat nabi-nabi terdahulu. Allah berfirman (QS. 33 : 40)&lt;br /&gt;مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا&lt;br /&gt;“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai nabi dan rasul terakhir berarti tidak akan ada lagi nabi dan rasul yang lain yang akan menasakh (menghapus) syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang Rasulullah SAW lakukan terhadap syariat para nabi dan rasul yang lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa risalah nabi Muhammad merupakan risalah abadi hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mencakup seluruh dimensi ruang&lt;br /&gt;Maknanya adalah bahwa Islam merupakan pedoman hidup yang tidak dibatasi oleh batasan-batasan geografis tertentu, seperti hanya disyariatkan untuk suku atau bangsa tertentu. Namun Islam merupakan agama yang disyariatkan untuk seluruh umat manusia, dengan berbagai bangsa dan sukunya yang berbeda-beda. Allah SWT berfirman (QS. 34 :28)&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an tidak hanya diturunkan untuk orang Arab secara khusus, namun juga untuk orang Eropa, Rusia, Asia, Cina dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Mencakup semua sisi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Maknanya adalah bahwa Islam merupakan pedoman hidup manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, dan tidak hanya agama yang mengatur peribadahan saja sebagaimana yang banyak difahami oleh kebanyakan manusia pada saat ini. Sesungguhnya Islam mencakup seluruh aspek dan dimensi kehidupan manusia, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Peribadahan&lt;br /&gt;QS. 51 : 56&lt;br /&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ&lt;br /&gt;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Akhlak (Etika/ Tata krama/ Budi Pekerti)&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ&lt;br /&gt;“Bahwasanya aku diutus adalah untuk menyempurnakan kebaikan akhlak/ moral.”&lt;br /&gt;(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Ekonomi&lt;br /&gt;QS. 59 : 7&lt;br /&gt;كَيْ لاَ يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ&lt;br /&gt;“supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Politik&lt;br /&gt;QS. 5 : 51&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ&lt;br /&gt; إِنَّ اللَّهَ  لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Sosial&lt;br /&gt;QS. 5 : 2&lt;br /&gt;وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ&lt;br /&gt;“Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Pendidikan&lt;br /&gt;QS. 31 : 13&lt;br /&gt;وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لإِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Islam&lt;br /&gt; Sebagai agama terakhir yang sempurna, Islam memiliki karakteristik (baca; khasa’ish) yang membedakannya dengan agama-agama yang terdahulu. Diantara karakteristik Islam adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Robbaniyah (الربانية)&lt;br /&gt;Karakter pertama dinul Islam, adalah bahwa Islam merupakan agama yang bersifat robbaniyah, yaitu bahwa sumber ajaran Islam, pembuat syari’at dalam hukum (baca; perundang-undangan) dan manhajnya adalah Allah SWT, yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW, baik melalui Al-Qur’an maupun sunnah. Allah SWT berfirman QS. 32 : 1-3:&lt;br /&gt;الم * تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لاَ رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ *  أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ*&lt;br /&gt;Alif Laam Miim. Turunnya Al Qur'an yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Tuhan semesta alam. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan karakteristik ini, Islam sangat berbeda dengan agama manapun yang ada di dunia pada saat ini. Karena semua agama selain Islam, adalah buatan manusia, atau paling tidak terdapat campur tangan manusia dalam pensyariatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Syumuliyah / universal (الشمولية)&lt;br /&gt;Artinya bahwa karakteristik Islam adalah bahwa Islam merupakan agama yang universal yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Menyentuh segenap dimensi, seperti politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan dsb. Mengatur manusia dari semenjak bangun tidur hingga tidur kembali. Merambah pada pensyariatan dari semenjak manusia dilahirkan dari perut ibu, hingga ia kembali ke perut bumi, dan demikian seterusnya. Perhatikan firman Allah QS. 2 : 208.&lt;br /&gt;Imam Syahid Hasan Al-Banna mengemukakan:&lt;br /&gt;“Islam adalah sistem yang syamil ‘menyeluruh’ mencakup semua aspek kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, moral dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran. Sebagaimana juga ia adalah aqidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Tawazun/ Seimbang (التوازن)&lt;br /&gt;Karakter ketiga agama Islam adalah bahwa Islam merupakan agama yang tawazun (seimbang). Artinya Islam memperhatikan aspek keseimbangan dalam segala hal; antara dunia dan akhirat, antara fisik manusia dengan akal dan hatinya serta antara spiritual dengan material, demikian seterusnya. Pada intinya dengan tawazun ini Islam menginginkan tidak adanya ‘ketertindasan’ satu aspek lantaran ingin memenuhi atau memuaskan aspek lainnya, sebagaimana yang terdapat dalam agama lain. Seperti tidak menikah karena menjadi pemuka agamanya, atau meninggalkan dunia karena ingin mendapatkan akhirat. Konsep Islam adalah bahwa seorang muslim yang baik adalah seorang muslim yang mempu menunaikan seluruh haknya secara maksimal dan merata. Hak terhadap Allah, terhadap dirinya sendiri, terhadap istri dan anaknya, terhadap tetangganya dan demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Insaniyah (الإنسانية)&lt;br /&gt;Karakter yang keempat adalah bahwa Islam merupakan agama yang bersifat insaniyah. Artinnya bahwa Islam memang Allah jadikan pedoman hidup bagi manusia yang sesuai dengan sifat dan unsur kemanusiaan. Islam bukan agama yang disyariatkan untuk malaikat atau jin, sehingga manusia tidak kuasa atau tidak mampu untuk melaksanakannya. Oleh karenanya, Islam sangat menjaga aspek-aspek ‘kefitrahan manusia’, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam diri manusia itu sendiri. Sehingga dari sini, Islam tidak hanya agama yang seolah dikhususkan untuk para tokoh agamanya saja (baca ; ulama). Namun dalam Islam semua pemeluknya dapat melaksanakan Islam secara maksimal dan sempurna. Bahkan bisa jadi, orang awam akan lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah dari pada seorang ahli agama. Karena dalam Islam yang menjadi standar adalah ketakwaannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Al-Adalah / Keadilan (العدالة)&lt;br /&gt;Karekteristik Islam berikutnya, bahwa Islam merupakan agama keadilan, yang memiliki konsep keadilan merata bagi seluruh umat manusia, termasuk bagi orang yang non muslim, bagi hewan, tumbuhan atau makhluk Allah yang lainnya. Keadilan merupakan inti dari ajaran Islam, apalagi jika itu menyangkut orang lain. Allah berfirman: (QS. 5 : 8)&lt;br /&gt;اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;“Berbuat adillah kalian, karena keadilan itu dapat lebih mendekatkan kalian pada ketaqwaan. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa karakteristik terpenting dari agama Islam. Di luar kelima karakteristik ini, sesungguhnya masih banyak karakteristik Islam lainnya. Kelima hal di atas hanyalah sebagai contoh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt; Inilah sekelumit informasi mengenai Al-Islam, yang tidak lain dan tidak bukan adalah agama yang benar-benar bersumber dari Allah SWT, yang tiada keraguan sedikitpun mengenai kebenarannya. Islam merupakan agama sempurna yang menyempurnakan agama-agama terdahulu yang sudah banyak dikotori oleh campur tangan pemeluknya sendiri.&lt;br /&gt; Tiada jalan bagi kita semua melainkan hanya menjadikan Islam sebagai pegangan hidup dalam segala hal, dalam beribadah, bermuamalah, berpolitik, berekonomi, berpendidikan, bersosial dan lain sebagainya. Kebagahian merupakan hal yang insya Allah akan dipetik, oleh mereka-mereka yang memiliki komitmen untuk melaksanakan Islam secara kaffah, sebagaimana para pendahulu-pendahulu kita. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamab-Nya yang baik. Amiin. &lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bishowab.&lt;br /&gt; By. Rikza Maulan, Lc., M.Ag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Bacaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiri, Khairuddin. Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an. Cet. V – 1996 / 1417 H. Jakarta : Gema Insani Press.&lt;br /&gt;Hawwa, Sa’id. Al-Islam. (Terj. Oleh Abu Ridha dan AR Shaleh Tamhid) Cet. I – 2000. Jakarta : Al-I’tisham Cahaya Umat.&lt;br /&gt;Zaidan, Abdul Karim. Ushul al-Da’wah. Cet. V – 1996/ 1417 H. Beirut – Libanon : Mu’assasatur Risalah.&lt;br /&gt;CD. ROM. Al-Qur’an 6.50 &amp; Al-Hadits. Syirkah Sakhr li Baramij al-Hasib (1991 – 1997).&lt;br /&gt;CD. ROM. Mausu’ah Ulama’ al-Islam; Dr. Yusuf al-Qardhawi ; al-Fiqh wa Ushulih. Al-Markaz al-Handasi lil Abhas al-Tatbiqiyah.&lt;br /&gt;CD. ROM. Mausu’ah al-Hadits al-Syarif 2.00 (Al-Ishdar al-Tsani). Syirkah al-Baramij al-Islamiyah al-Dauliyah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-2302166069905396639?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/2302166069905396639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/al-iislam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/2302166069905396639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/2302166069905396639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/al-iislam.html' title='AL-IISLAM'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/SZRFotcJbVI/AAAAAAAAACk/vOHRXyGdeA4/s72-c/turkey_istanbul_02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-1180011344559591869</id><published>2009-02-12T07:44:00.001-08:00</published><updated>2009-02-12T07:44:56.700-08:00</updated><title type='text'>KONSTRIBUSI DAKWAH</title><content type='html'>Rislah Pergerakan, Imam Hasan Al Banna, Madza ya’ni Al Intima lil Islam, Fathi Yakan, Mafahim Tarbiyah, Muhammad Abdullah Khatib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Da’wah adalah upaya manusia untuk mengubah diri dan lingkungannya melalui berbagai sarana yang ada.  Da’wah tidak mengandalkan kekuatan di luar upaya manusia sebagai dasar kerjanya.  Hanya saja seorang yang beriman meyakini bahwa ada kekuatan-kekuatan di luar kemanusiaannya yang mampu mempengaruhi kekuatan dirinya.  Pertolongan Allah SWT akan datang seiring dengan upaya-upaya manusiawi yang dilakukan oleh orang yang beriman.  Oleh karena itu ketika hijrah Rasulullah SAW meminta bantuan seorang pemandu jalan seraya mengharapkan kemudahan perjalanan dari Rabb-nya.  Beliau melakukan perjalanan yang berputar dan berliku seraya mengharapkan Allah SWT menyesatkan pengejaran orang-orang kafir.  Beliau bersembunyi di dalam goa sebelum Allah menutupinya dengan sarang laba-laba.  Ketika berperang, Muhammad SAW dan kaumnya mempersiapkan pedang dan perbekalan seraya mengharapkan bantuan malaikat dan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Sesuatu harus diberikan oleh orang-orang beriman dalam perjuangan da’wahnya agar kemudahan-kemudahan da’wah datang kepadanya.  Mereka tidak boleh bakhil terhadap apa saja yang dimilikinya karena pada hakekatnya kebergunaan itu hanya ada pada saat kehidupan di dunia ini.  Setelah mati tidak ada sesuatu pun yang bisa diberikan oleh manusia untuk menambah timbangan kebaikannya di alam barzah kelak.  Firman Allah SWT : “Adapun orang-orang yang memberi (apa saja yang dimilikinya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (husna) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.  Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.  Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” (Al Lail ayat 5 – 11).  Jadi, sebesar apa pemberian (al atha) dalam da’wah maka sebesar itu pula kemudahan (al yusroo) yang akan diperoleh dari Allah dalam upaya meraih cita-cita dan tujuan-tujuan da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Ekuivalensi (keseimbangan) antara al atha dan al yusroo adalah sunnatullah yang tidak bisa dibantah lagi dan hal ini merupakan sebuah fenomena sejarah yang terang benderang bagi mereka yang mempelajari dan memahami Al Qur-an.  Perhatikanlah nasib perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang diantara mereka saling berlomba-lomba memberikan kontribusinya dalam bentuk apapun  di jalan da’wah yang mereka arungi.  Perhatikan pula nasib kaum Nabi Musa AS yang hanya ingin duduk-duduk saja sementara pemimpin mereka menggadaikan badan dan nyawanya demi cita-cita da’wahnya.  Firman Allah SWT : “Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al Qur-an) serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi ?  Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui  (apa yang dikatakan) ?  Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa ? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji ?  (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).  Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu) ?” (An Najm ayat 33 – 42). Terjadinya fenomena seseorang yang hanya dengan pemberian /kontribusi yang sedikit tetapi mengharap hasil yang besar menunjukkan pemahamannya yang rendah tentang nilai-nilai ajaran agama Ilahi ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Seseorang lahir ke dunia tanpa ada peranan sedikit pun dari dirinya sendiri.  Ia bukanlah apa-apa sebelum kedua orang tuanya mempertemukan sperma dan sel telurnya.  Ia bukanlah apa-apa  sebelum Allah SWT meniupkan roh kepadanya dan memproses secara sempurna bentuk-bentuk fisiknya sehingga ia mempunyai kemampuan penghayatan, kemampuan intelektual dan kemampuan inderawi.  Allah SWT juga telah membentangkan alam semesta baginya sehingga kreativitasnya mampu memberikan berbagai rezeqi kepadanya.  Sesungguhnya kontribusi Allah SWT kepada manusia adalah sesuatu yang tiada terhitung (al kautsar, QS 108 : 1).  Tetapi pada jiwa manusia memang terdapat unsur nafs (syahwat, QS 3 : 14) yang melahirkan rasa kepemilikan dan kecintaan atas segala sesuatu yang melekat pada dirinya, yang berada dalam genggamannya atau bahkan yang berada dalam angan-angannya.  Oleh karena itu, al atha adalah bentuk al mas-uliyah (tanggungjawab) apabila dipandang dari sisi bahwa yang diberikan oleh seseorang adalah sesuatu yang sesungghnya pemberian dari Allah SWT jua.  Al atha adalah bentuk at tadhiyah (pengorbanan) jika dilihat dari sisi bahwa seseorang memang mempunyai rasa kepemilikan dan kecintaan atas apa-apa yang ada di dalam genggamannya.  Semakin tinggi rasa tanggung jawab dan pengorbanan seseorang akan semakin besar pula kontribusinya terhadap da’wah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Terdapat bermacam-macam bentuk pemberian yang dapat dilakukan oleh seseorang, diantaranya adalah al atha al fikriy (kontribusi pemikiran), al atha al maaliy (kontribusi materi), al atha an nafsiy (kontribusi jiwa), al atha al ilmiy (kontribusi ilmu), al atha al fanniy (konstribusi keahlian) dan al atha al waqtiy (kontribusi waktu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Kontribusi pemikiran merupakan jiwa dari perjuangan da’wah karena nilai-nilai Islam hidup bersama hidupnya pemikiran Islam di kalangan ummat.  Oleh karenanya Rasulullah SAW sangat menghargai proses ijtihad yang dilakukan para pemikir ummat Islam sebagaimana pesan yang disampaikannya kepada Mu’adz bin Jabbal ketika akan membuka wilayah Yaman. Dr. Yusuf Qardlawi menyatakan dalam Fiqhul Aulawiyat : “Yang tampak oleh saya bahwa krisis kita yang utama adalah “krisis pemikiran” (azmah fikriyah).  Disana terdapat kerancuan pemahaman banyak orang tentang Islam.  Kedangkalan yang nyata dalam menyadari ajaran-ajarannya serta urutan-urutannya.  Mana yang paling penting, mana yang penting dan mana yang kurang penting.  Ada pula yang lemah memahami keadaan masa kini dan kenyataan sekarang.  Ada yang tidak mengetahui tentang “orang lain” sehingga kita jatuh pada penilaian yang terlalu “berlebihan” atau “menggampangkan”.  Sementara orang lain mengerti benar siapa kita bahkan mereka  dapat menyingkap kita sampai ke “tulang sumsum” kita.  Bahkan ada yang tidak mengenal diri kita.  Sampai hari ini kita belum mengetahui faktor-faktor kekuatan yang kita miliki dan titik-titik lemah yang ada pada kita.  Kita sering membesar-besarkan sesuatu yang sepele dan menyepelekan sesuatu yang besra, baik dalam kemampuan maupun dalam aib-aib kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Kontribusi materi merupakan kekuatan fisik dari da’wah karena ia akan menggerakkan jalannya perjuangan ini.  Berbagai sarana perjuangan diperlukan dan harus diperoleh melalui penyediaan material dan finansial&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-1180011344559591869?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/1180011344559591869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/konstribusi-dakwah_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/1180011344559591869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/1180011344559591869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/konstribusi-dakwah_12.html' title='KONSTRIBUSI DAKWAH'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-4272870348556032610</id><published>2009-02-11T00:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T00:22:45.127-08:00</updated><title type='text'>Konstribusi Dakwah</title><content type='html'>PEMBAHASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Da’wah adalah upaya manusia untuk mengubah diri dan lingkungannya melalui berbagai sarana yang ada.  Da’wah tidak mengandalkan kekuatan di luar upaya manusia sebagai dasar kerjanya.  Hanya saja seorang yang beriman meyakini bahwa ada kekuatan-kekuatan di luar kemanusiaannya yang mampu mempengaruhi kekuatan dirinya.  Pertolongan Allah SWT akan datang seiring dengan upaya-upaya manusiawi yang dilakukan oleh orang yang beriman.  Oleh karena itu ketika hijrah Rasulullah SAW meminta bantuan seorang pemandu jalan seraya mengharapkan kemudahan perjalanan dari Rabb-nya.  Beliau melakukan perjalanan yang berputar dan berliku seraya mengharapkan Allah SWT menyesatkan pengejaran orang-orang kafir.  Beliau bersembunyi di dalam goa sebelum Allah menutupinya dengan sarang laba-laba.  Ketika berperang, Muhammad SAW dan kaumnya mempersiapkan pedang dan perbekalan seraya mengharapkan bantuan malaikat dan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesuatu harus diberikan oleh orang-orang beriman dalam perjuangan da’wahnya agar kemudahan-kemudahan da’wah datang kepadanya.  Mereka tidak boleh bakhil terhadap apa saja yang dimilikinya karena pada hakekatnya kebergunaan itu hanya ada pada saat kehidupan di dunia ini.  Setelah mati tidak ada sesuatu pun yang bisa diberikan oleh manusia untuk menambah timbangan kebaikannya di alam barzah kelak.  Firman Allah SWT : “Adapun orang-orang yang memberi (apa saja yang dimilikinya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (husna) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.  Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.  Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” (Al Lail ayat 5 – 11).  Jadi, sebesar apa pemberian (al atha) dalam da’wah maka sebesar itu pula kemudahan (al yusroo) yang akan diperoleh dari Allah dalam upaya meraih cita-cita dan tujuan-tujuan da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ekuivalensi (keseimbangan) antara al atha dan al yusroo adalah sunnatullah yang tidak bisa dibantah lagi dan hal ini merupakan sebuah fenomena sejarah yang terang benderang bagi mereka yang mempelajari dan memahami Al Qur-an.  Perhatikanlah nasib perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang diantara mereka saling berlomba-lomba memberikan kontribusinya dalam bentuk apapun  di jalan da’wah yang mereka arungi.  Perhatikan pula nasib kaum Nabi Musa AS yang hanya ingin duduk-duduk saja sementara pemimpin mereka menggadaikan badan dan nyawanya demi cita-cita da’wahnya.  Firman Allah SWT : “Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al Qur-an) serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi ?  Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui  (apa yang dikatakan) ?  Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa ? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji ?  (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).  Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu) ?” (An Najm ayat 33 – 42). Terjadinya fenomena seseorang yang hanya dengan pemberian /kontribusi yang sedikit tetapi mengharap hasil yang besar menunjukkan pemahamannya yang rendah tentang nilai-nilai ajaran agama Ilahi ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Seseorang lahir ke dunia tanpa ada peranan sedikit pun dari dirinya sendiri.  Ia bukanlah apa-apa sebelum kedua orang tuanya mempertemukan sperma dan sel telurnya.  Ia bukanlah apa-apa  sebelum Allah SWT meniupkan roh kepadanya dan memproses secara sempurna bentuk-bentuk fisiknya sehingga ia mempunyai kemampuan penghayatan, kemampuan intelektual dan kemampuan inderawi.  Allah SWT juga telah membentangkan alam semesta baginya sehingga kreativitasnya mampu memberikan berbagai rezeqi kepadanya.  Sesungguhnya kontribusi Allah SWT kepada manusia adalah sesuatu yang tiada terhitung (al kautsar, QS 108 : 1).  Tetapi pada jiwa manusia memang terdapat unsur nafs (syahwat, QS 3 : 14) yang melahirkan rasa kepemilikan dan kecintaan atas segala sesuatu yang melekat pada dirinya, yang berada dalam genggamannya atau bahkan yang berada dalam angan-angannya.  Oleh karena itu, al atha adalah bentuk al mas-uliyah (tanggungjawab) apabila dipandang dari sisi bahwa yang diberikan oleh seseorang adalah sesuatu yang sesungghnya pemberian dari Allah SWT jua.  Al atha adalah bentuk at tadhiyah (pengorbanan) jika dilihat dari sisi bahwa seseorang memang mempunyai rasa kepemilikan dan kecintaan atas apa-apa yang ada di dalam genggamannya.  Semakin tinggi rasa tanggung jawab dan pengorbanan seseorang akan semakin besar pula kontribusinya terhadap da’wah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terdapat bermacam-macam bentuk pemberian yang dapat dilakukan oleh seseorang, diantaranya adalah al atha al fikriy (kontribusi pemikiran), al atha al maaliy (kontribusi materi), al atha an nafsiy (kontribusi jiwa), al atha al ilmiy (kontribusi ilmu), al atha al fanniy (konstribusi keahlian) dan al atha al waqtiy (kontribusi waktu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kontribusi pemikiran merupakan jiwa dari perjuangan da’wah karena nilai-nilai Islam hidup bersama hidupnya pemikiran Islam di kalangan ummat.  Oleh karenanya Rasulullah SAW sangat menghargai proses ijtihad yang dilakukan para pemikir ummat Islam sebagaimana pesan yang disampaikannya kepada Mu’adz bin Jabbal ketika akan membuka wilayah Yaman. Dr. Yusuf Qardlawi menyatakan dalam Fiqhul Aulawiyat : “Yang tampak oleh saya bahwa krisis kita yang utama adalah “krisis pemikiran” (azmah fikriyah).  Disana terdapat kerancuan pemahaman banyak orang tentang Islam.  Kedangkalan yang nyata dalam menyadari ajaran-ajarannya serta urutan-urutannya.  Mana yang paling penting, mana yang penting dan mana yang kurang penting.  Ada pula yang lemah memahami keadaan masa kini dan kenyataan sekarang.  Ada yang tidak mengetahui tentang “orang lain” sehingga kita jatuh pada penilaian yang terlalu “berlebihan” atau “menggampangkan”.  Sementara orang lain mengerti benar siapa kita bahkan mereka  dapat menyingkap kita sampai ke “tulang sumsum” kita.  Bahkan ada yang tidak mengenal diri kita.  Sampai hari ini kita belum mengetahui faktor-faktor kekuatan yang kita miliki dan titik-titik lemah yang ada pada kita.  Kita sering membesar-besarkan sesuatu yang sepele dan menyepelekan sesuatu yang besra, baik dalam kemampuan maupun dalam aib-aib kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kontribusi materi merupakan kekuatan fisik dari da’wah karena ia akan menggerakkan jalannya perjuangan ini.  Berbagai sarana perjuangan diperlukan dan harus diperoleh melalui penyediaan material dan finansial&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-4272870348556032610?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/4272870348556032610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/konstribusi-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/4272870348556032610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/4272870348556032610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/konstribusi-dakwah.html' title='Konstribusi Dakwah'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-5034639782389396675</id><published>2009-02-11T00:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T00:20:52.306-08:00</updated><title type='text'>SYURO</title><content type='html'>وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ&lt;br /&gt; “Dan (bagi) orang-orang yang menerima seruan Tuhannya dan mendirikan sholat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (”Asy-Syura: 38).&lt;br /&gt;Mukadimah&lt;br /&gt;Syura Sebagai Ketaqwaan Jama’ah, Kekuatan, Serta Kemerdekaan Individunya dan Hak-hak Mereka Sebagai Manusia.&lt;br /&gt;Perselisihan kerap kali mengundang pertarungan dan perdebatan yang tidak akan pernah berakhir. Seperti perdebatan tentang adakah demokrasi dalam Islam, dan apakah hasil musyawarah itu mengikat ataukah tidak. Hal ini terjadi karena tidak ada kesepakatan mengenai definisi syura sebagai sesuatu yang wajib menetapi, masyurah (memberikan pendapat) dan istisyarah (meminta pendapat) yang fakultatif dipandang dari segi keharusan menetapinya. Pada hakikatnya kesengajaan tidak mau mengetahui perbedaan dapat menyebabkan mereka menggeneralisasikan dalam memberikan hukum terhadap kedua istilah tersebut. Penyamarataan inilah yang menyebabkan munculnya perselisihan tegang di seputar topik ini.&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Terdapat perbedaan dan perselisihan pendapat dalam definisi syura. Perbedaan tersebut disebabkan tidak adanya kesepakatan terhadap definisi: syura (sesuatu yang wajib menetapi), masyurah (memberikan pendapat) dan istisyarah (meminta pendapat). &lt;br /&gt;Secara praktis, istilah masyurah dan syura sering dipakai dengan makna yang sama. Arti Syura secara umum mencakup segala bentuk pemberian advis (pendapat) dan musyawarah (bertukar pendapat). Sedangkan artian sempit, Syura adalah ketentuan yang harus ditetapi sebagai hasil keputusan jama’ah. Selanjutnya harus dibedakan antara definisi syura secara umum (luas) dan artian sempitnya. &lt;br /&gt;Asas syura dalam arti universal adalah: bahwa eksistensi jama’ah, hak-hak dan tanggung-jawabnya diambil dari solidaritas seluruh individu sebagai bagian darinya. Pendapat jama’ah merupakan pendapat keseluruhan, pemikirannya sebagai hasil pemikiran mereka, akalnya pun akal mereka. Kehendaknya merupakan kehendak seluruh individu. Kehendak diputuskan berdasarkan ketetapan yang mereka ambil berdasarkan hasil tukar pikiran, dalam hal ini siapapun diberikan kebebasan mengeluarkan dan membantah pendapat.&lt;br /&gt;Jama’ah bukanlah sesuatu yang terpisah dari individunya, keberadaan seorang dalam jama’ah telah memberikan kepadanya hak yang fitri dan syar’i. Namun demikian, diisyaratkan bahwa pada akhirnya ia harus mengakui dan menetapi ketetapan jama’ah yang ditetapkan oleh jumhurnya yang disebut aghlabiyyah (mayoritas). Hak pribadi dalam syura merupakan haknya dalam kebebasan dan hak-hak asasi manusia (HAM) yang diambil dari fitrahnya dan syari’at Allah sebagai manusia.&lt;br /&gt;Keharusan berkomitmen atas ketetapan jama’ah inilah yang membuat jama’ah sebagai “sumber kekuasaan hukum”. Jama’ahlah yang menetapkan pembagian kekuasaan, mengatur dan memilih orang yang menempati pos-pos kekuasaan sekaligus mengontrol dan mengoreksinya. Setiap keputusan harus mengikutsertakan individu dalam musyawarah yang bebas. Sehingga ketetapan tidak akan dianggap sebagai hasil keputusan jama’ah dalam arti sebagai sesuatu yang benar jika tidak mengikutsertakan sebagian anggota jama’ah (mukalaf dan sehat) dalam musyawarah. &lt;br /&gt;Syari’at Fitrah&lt;br /&gt;Syari’at Islam adalah syari’at fitrah, dan berarti syari’at Islam adalah syari’at syura, yang dalam menetapkan sesuatu tidak terbatas pada hak-hak pribadi tapi juga hak-hak jama’ah. Di sisi lain, dalam Islam terdapat metode masyurah, (memberi pandangan, bertukar pendapat, meminta pendapat dari orang yang berpengalaman, nasihat, saling mempercayai) yang bersifat fakultatif diantara umat. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam mengutamakan agar masyarakat meminta pendapat dari orang-orang berpengalaman sebelum menetapkan apapun baik secara pribadi maupun jama’ah. &lt;br /&gt;Penetapan mabda syura dalam syari’at pada hakikatnya ditujukan kepada umat dan jama’ah. Jika individu saja boleh menggunakan akal yang menjadi syarat kedewasaan dan dasar sah dalam menetapi hukum syara dan diperbolehkan memilih, maka jama’ah (kumpulan individu yang berakal dan dewasa) tentu saja lebih penting untuk dianggap dewasa dan mukalaf. Jama’ah memiliki hak kebebasan mengurusi dirinya, merupakan hasil yang pasti dari apa yang diperoleh dari hasil individunya, berupa hak memilih dan memberi kebebasan mengurusi diri mereka sendiri. Dari sinilah lahir metode syura secara kolektif yang harus ditetapi, sebagaimana hal itu menjadi asas pula bagi masyura, istisyarah fakultatif, dan nasihat di antara mereka.&lt;br /&gt;Masa Depan Syura&lt;br /&gt;Fitrah manusia sebagai sumber syura yang merupakan manhaj bagi solidaritas, keadilan sosial dan kedewasaan berpolitik, akan menjadikan masa depan kemanusiaan tampil dalam bentuk menghormati prinsip kebebasan syura dan konsisten dengan bentuknya yang komprehensif, yang sanggup menutupi kelemahan demokrasi. Tegaknya kedaulatan syari’at sangat didukung oleh hakikat sejarah dan banyak orang yang terpengaruh serbuan informasi yang rancu akan kemaslahatan.&lt;br /&gt;Informasi tersebut disebarkan oleh kelompok yang berusaha keras membendung nilai-nilai Islam dan menghentikan aktifitas para da’inya. Mereka bersembunyi di balik syiar demokrasi dengan mengaku bahwa demokrasi adalah kebebasan, sedang syura adalah kungkungan. Mereka terkesan menegakkan demokrasi, padahal mereka tidak konsisten dengan penerapannya. Kebebasan mereka pada hakikatnya adalah kebebasan undang-undang buatan manusia dan negara diktator yang diberikan kepada siapa yang mereka kehendaki saja. Memberikan kebebasan kepada para pendukung penguasa saja, tidak kepada yang lain. Ketika “kewajiban”demokrasi itu berlawanan dengan kepentingan mereka, maka tiada kaitannya dengan budi pekerti dan akidah, hak menggunakan kekuasaan tak boleh terikat oleh hukum Allah atau syara. &lt;br /&gt;Kediktatoran para penguasa masa kini lebih berbahaya karena para penguasa sekarang merebut kekuasaan legislatif lalu menciptakan undang-undang sendiri yang dipergunakan untuk memperluas kekuasaan mereka dan memberi jalan kepada para pendukungnya untuk melakukan tindakan yang disukainya. Undang-undang yang memalsu aspirasi rakyat digunakan dalam praktik pemilihan yang biasa berlaku, untuk membasmi setiap perlawanan terhadap kesewenang-wenangan mereka dan memberikan legitimasi terhadap pemerintah mereka yang mereka paksakan atas manusia.&lt;br /&gt;Kebangkitan Islam menuntut berlakunya syari’at yang harus memiliki dua tujuan:&lt;br /&gt;Melenyapkan penyelewengan lama yang dimulai oleh para penguasa negara Islam pasca Khulafaur Rasyidin, yang memang telah menghalangi banyak bangsa untuk ikut memilih para penguasa dan mengontrol mereka.&lt;br /&gt;Melakukan langkah-langkah positif terhadap penyelewengan masa kini yang memberi kesempatan kepada sebagian sultan untuk meniadakan kekuasaan syari’at dan mengeluarkan undang-undang yang mereka ciptakan sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;Mabda syura dan masyurah atau teori syura yang universal dengan pengertiannya yang luas mencakup seluruh bentuk tukar pikiran, saling menasehati dan berdiskusi secara bebas. Keuniversalan syura dilihat dari sudut:&lt;br /&gt;Syura dalam artinya yang luas dan umum meliputi setiap bentuk tukar pendapat, termasuk mereka yang mengeluarkan dan karakternya.&lt;br /&gt;Syura tidaklah berbentuk khusus yang terbatas pada kekuasaan dalam menggunakannya dengan ketetapan wakil umat yang dikeluarkan dengan syura. Syura merupakan asas dari kemerdekaan pribadi dalam jama’ah yang memberikan haknya yang fitri dalam ikut serta menghasilkan ketetapan-ketetapan secara kolektif.&lt;br /&gt;Pada hakikatnya tujuan syura adalah keadilan yang menegakkan keseimbangan secara proporsional di antara kemerdekaan individu dan jama’ah dari satu segi, dan keberadaan kekuasaan umum yang mewajibkan batas-batas secara fitri dari segi yang lain. Menetapkan mabda syura berarti mengisyaratkan dengan istilah hurumat atau hal-hal yang patut dihormati: aqidah, jiwa, akal, kehormatan, harta dan sebangsanya. Memelihara segala yang patut dihormati berarti memuliakan manusia sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Qurán.&lt;br /&gt;Syura Sebagai Pemuliaan dan Bimbingan&lt;br /&gt;Al-Qurán mewajibkan bertukar pendapat sebagai dasar dari eksisitensi masyarakat dan solidaritas beserta sistem-sistemnya, dengan tujuan agar tukar pendapat secara bebas dijadikan kaidah bagi solidaritas dalam kebebasan berpendapat antara individu. Ikhwal pemuliaan kemanusiaan telah ditegaskan dalam Al-Qur’an yaitu ketika Allah memerintahkan kepada para malaikat agar bersujud kepada Adam setelah sebelumnya Allah menerangkan kepada mereka dengan ilmu, fikiran dan akal. Rasulullah Saw telah mengatur umat agar syura dijadikan sebagai asas bagi kemerdekaan individu dan jama’ah serta kesatuan tanggung-jawabnya. Dengan demikian Allah mewajibkan kepada jama’ah agar menjadikan syura sebagai sendi bagi sistemnya dan sebagai kesetiakawanan antar individu. &lt;br /&gt;Kedewasaan merupakan dasar dalam metode syura. Dimana kedewasaan termasuk dalam kesempurnaan nikmat dan kesempurnaan agama dengan misi Islam dan syari’atnya.&lt;br /&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا&lt;br /&gt; “….Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagi mu……..”(Al-Maidah: 3).&lt;br /&gt;Allah mengamanatkan kepada jama’ah agar menentukan sendiri ketetapan tentang berbagai persoalan, dengan demikian umat yang dewasa berhak untuk dinyatakan dalam Al-Qur’an baik jama’ah maupun individu.&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ&lt;br /&gt;“Dan bagi orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat. Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah diantara mereka……”(Asy-Syura: 38).&lt;br /&gt;Penetapan mabda syura dalam Al-Qur’an merupakan pertanda datangnya era baru bagi kemanusiaan yang dewasa, yaitu masa baru yang diwujudkan oleh syura atas dasar hak bangsa dalam menentukan nasib serta mengatur diri mereka sendiri manakala mereka percaya dengan Tuhannya dan berjalan diatas manhaj Allah. Oleh kareana itu Islam mewajibkan Syura dalam segala segi kehidupan.&lt;br /&gt;Syura Sebagai Kaidah Sosial&lt;br /&gt;Sebanarnya syura dalam Islam bukanlah semata-mata sebagai teori politik atau sebagai kaidah dustur pemerintahan seperti diduga sebgian orang. Akan tetapi syura merupakan landasan syar’I bagi sistem masyarakat yang mau menetapi prinsip-prinsip hak asasi manusia dan kekauasaan rakyat serta kesetiakawanan sosial. Secara umum syura tidak terbatas dalam kerangka sistem pemerintahan Islam semata, tidak pula terbatas pada mabda-mabda yang mengikat para penguasa akan tetapi syura memilki jangkauan yang lebih mendalam, kajian syura dimulai dengan pokok syari’at Islam dimana manusia berhak mengambil hak asasi dan kemerdekaannya, demikian pula umat yang mengambil kekuasaan.&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini batapa pentingnya membedakan syura dengan demokrasi politik karena mabda tasyawur (tukar pendapat) dan syura terpusat pada kepentingan mengorbankan pikiran untuk mengambil sebuah keputusan dan terpusat pada keharusan memberi kesempatan bagi seluruh anggota jama’ah untuk ikut serta dalam dialog pemikiran. Dalam ilmu Fikih kerja fikir untuk menentukan sebuah keputusan disebut Ijtihad. Para ahli Fikih memasukan bidang kajian dengan istilah as-Siyasah asy-Syari’ah (politik yang berdasarkan syari’at). Yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan jama’ah serta menuruti tuntutan dan kehidupan individunya baik yang bersifat materia maupun non material.&lt;br /&gt;Sebuah Prinsip Yang Signifikan Dalam Bangunan Teori Umum Syura&lt;br /&gt;Pemisahan syura dalam fiqh dan syura dalam bidang pemerintahan dan politik, hal yang terpentingan dalam pokok syari’at yakni pemisahan syari’at dari pemerintahan dan para penguasa. Dengan demikian dibutuhkan adanya syura dalam kerangka fikih berupa tukar pendapat dan dialog ilmiah yangn terpisah dari dialog politik dan pemerintahan.&lt;br /&gt;Kaitan syura dengan syari’at menjadikannya tunduk pada norma akhlak yang tetap dan komitmen dengan kekuasaan syari’at. Syura dalam Islam merupakan prinsip kemanusiaan, sosial dan konstitusional bagi sistem pemerintahan.&lt;br /&gt;Syura Dalam Teori&lt;br /&gt;Mabda dan Manhaj (Metode)&lt;br /&gt;Pada masa sekarang tampak aktif gerakan ilmiah perundang-undangan dengan tujuan melakukan reformasi dalan Fikih Islam dan memperkayanya dengan studi modern. Dalam hal ini teori-teori, prinsip-prinsip dan hukum-hukumnya diutarakan dalam bentuk baru yang memberi kemampuan bagi generasi sekarang untuk mengeluarkan hukum yang lazim demi menghadapi kasus baru (Fikih Naluri).&lt;br /&gt;Studi syura telah membuka tabir bahwa akar syura yang Islami dan kaidah syari’at telah membedakannya dengan Barat. Teori universal tentang syura dimulai dengan mempelajari kaidahnya dalam sumber yang sah. Teori universal bagi prinsip Syura ialah bahwa teori itu membuka tabir bagi kita tentang ciri-ciri khusus yang membedakannya dari teori-teori Eropa.&lt;br /&gt;Ia Tunduk Kepada Syari’at Dan Terkait Dengannya&lt;br /&gt;Ia bukanlah filsafat ataupun doktrin. Ia adalah prinsip sosial murni dan metode kesetiakawanan sosial yang komprehensif&lt;br /&gt;Keluasan kerangkanya mencakup seluruh urusan masyarakat dan pribadi. Maka hal itu mengharuskan adanya variasi hukum-hukumnya dikarenakan banyaknya bidang garapan.&lt;br /&gt;Prinsip syura dalam Sunnah&lt;br /&gt;Sunnah Amaliyah&lt;br /&gt;Abu Hurairah berkata, “Saya tidak pernah melihat seorang yang paling banyak melakukan musyawarah dengan rekan-rekannya kecuali Rasulullah.” Perbuatan ini telah meyakinkan bahwa prinsip syura senantiasa dipegang teguh dalam segala bentuknya yang universal. Banyak peristiwa yang Rasulullah senantiasa meminta pendapat kepada para sahabatnya. Rasulullah tidak pernah memberi wasiat mengenai siapa yang akan menggantikan beliau memimpin pemerintahan. Tujuannya agar pengarahan terakhir beliau adalah berupa isyarat kepada kewajiban umat membuat sistem sosial dan politik dengan jalan Syura yang berdasarkan kaidah yang telah ditetapkan dalam Al-qur’an maupun Al-Hadits.&lt;br /&gt;Sunnah Qauliyah&lt;br /&gt;Terdapat banyak hadits yang dinisbatkan kepada Rasulullah yang mengharuskan adanya tukar pendapat dan syura, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ali ra ia berkata, “Wahai Rasulullah, perkara Khalifah turun kepada kita, sesudah engkau, tanpa Qur’an turun mengenai itu.” Maka Nabi berkata, “Kumpulkanlah orang yang beribadah dari umatku untuk kepentingan itu dan jadikanlah perkara ini syura di antaramu.&lt;br /&gt;Nabi bersabda bahwa, “Tidaklah bermusyawarah suatu kaum melainkan mereka akan menunjuki kepada perkara mereka yang paling benar.”&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Rasulullah saw bahwa beliau ditanya tentang ‘azam dalam firman Allah (jika kamu telah berazam maka bertaqwalah kepada Allah) lalu beliau menjawab, “Musyawarah dengan ahli pendapat lalu mengikuti mereka.&lt;br /&gt;Ijma Sebagai Sumber Ketiga Syura&lt;br /&gt;Kaum muslimin telah bersepakat tentang kewajiban syura, kendati terjadi penyelewengan yang menyebabkan penghapusan baginya dalam memilih para penguasa. Kesepakatan umat atas kewajiban syura bukanlah hal baru bahkan itu merupakan prinsip pertama yang telah disepakati para sahabat. Ijma mengandung banyak ketetapan yang berbentuk legalisasi konstitusional dan ketetapan lain yang berbentuk politik:&lt;br /&gt;Pengangkatan Ulil Amri atau penguasa adalah salah satu objek yang harus diselesaikan dengan musyawarah dan harus berkomitmen dengan ketetapan yang dikeluarkan setelah syura, baik dihasilkan dengan suara bulat atau dengan suara terbanyak.&lt;br /&gt;Kalau tidak bisa dicapai dengan suara bulat maka ketetapan diambil dari suara terbanyak dalam syura. Artinya pendapat mayoritaslah yang harus diambil, inilah yang berlaku dalam sistem demokrasi yang berlaku&lt;br /&gt;Syura memiliki ruang lingkup kerangka yang lebih luas karena wajib dipraktekkan di seluruh masalah legalisasi dan konstitusi belum lagi ketetapan-ketetapan politik dan eksekutif. &lt;br /&gt;Unsur-unsur Fundamental Berkaitan Dengan Operasional Syura&lt;br /&gt;Keikutsertaan individu jama’ah (khalayak umum dan orang-orang tertentu yang berkaitan dengan urusan yang bersifat umum demi menciptakan kesetiakawanan jama’ah).&lt;br /&gt;Kebebasan mengeluarkan pendapat bagi individu jama’ah, baik khalayak umum atau orang-orang tertentu dan hak mereka dalam mendiskusikan pendapat seluruhnya dengan penuh kebebasan sebelum memilih ketetapan yang harus diambil. Dan semua orang harus menetapinya sebagai ketetapan jama’ah atau umat.&lt;br /&gt;Tujuan dari dialog adalah agar jama’ah dan individu dapat menimbang di antara banyak pendapat dengan sifat yang adil.&lt;br /&gt;Mengutamakan pendapat yang berlainan secara objektif adalah dilihat dari sudut dimensi masing-masing.&lt;br /&gt;Ketetapan keluar manakala memperoleh suara bulat atau setidak-tidaknya suara terbanyak. Inlah syura mengenai ketetapan bersama atau syura dalam arti konstitusionalnya yang sempit.&lt;br /&gt;Syura adalah metode yang jelas dan tegas untuk menjamin berkuasanya nilai-nilai fundamental dan teladan yang tinggi dalam syari’at ketuhanan. Dalam hal ini prinsip asasi yang penting adalah kemerdekaan dan keadilan.&lt;br /&gt;Keistimewaan syura dalam hal ini adalah memberi kesiapan mental kepada orang yang akan mengeluarkan ketetapan dalam suatu masalah bahwa dasar mereka memilih suatu pendapat adalah karena mereka melihatnya lebih dekat kepada kebenaran dan keadilan dibandingkan dengan yang lainnya. Kemudian ia memperoleh legalitas dan kebenarannya dari dalil-dalil seperti ini serta disebabkan hasil tarjihnya.&lt;br /&gt;Adapun yang menjadi penentu adalah dalil atau alasan ketika ketetapan itu ditegakkan. Bukan alasan menjadi topik dialog dan perkiraan lain dalam masyarakat, tempat dan massa yang berbeda. Jadi tidak dapat diragukan bahwa bervariasinya pendapat, pemikiran dan perencanaan lebih dapat diterima dan dibenarkan dalam kaitannya dengan unsur-unsur politik, ekonomi dan sosial yang menjadi topik syura.&lt;br /&gt;Syaikh Syaltut menganggap bahwa syura merupakan salah satu cabang dari kerjasama dalam tanggung jawab sosial yang menurutnya cabang inilah yang asli. Ungkapan beliau ini menurut syaikh Muhammad Abduh disebut sebagai pondasi Syura. Oleh karena itu Rasulullah mewajibkan tukar menukar pendapat, nasihat kepada semua orang melalui sabdanya:&lt;br /&gt;“Agama adalah nasihat. “kami bertanya, “ Untuk siapa wahai Rasulullah ?” beliau menjawab, “Untuk Allah, Rasul-Nya, Kitab-Nya. Imam kepada kaum dan umumnya dari orang mereka.” (Sahih Muslim).&lt;br /&gt;Al-Ustadz Ahmad Mahmud al-Aqad telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menampakkan ciri kemanusiaan dan sosial bagi mabda syura yang beliau namakan demokrasi Islam, karena ia ditegakkan atas dasar hak-hak asasi manusia, kemerdekaan, persamaan dan kesetiakawanan serta kerja sama. Yang beliau maksudkan dengan demokrasi Islam ini adalah mabda syura dalam arti yang luas mencakup istisyarah dan nasihat, di samping syura konstitusional yang dapat menelurkan ketetapan melalui Ijma.&lt;br /&gt;Syura yang harus dipegang teguh secara undang-undang dan konstitusi adalah hak jama’ah dalam mengambil ketetapan-ketetapan yang berkaitan dengan urusannya yang penting, hingga ketetapan itu tidak dipaksakan dari pihak asing atau dari minoritas yang mengambil kekuasaan dengan kekerasan. Tujuannya adalah melindungi kemerdekaan jama’ah dan hak dalam menentukan nasib dan memelihara wewenangnya dalam mengatur urusannya. &lt;br /&gt;Syura dan masyurah fakultatif&lt;br /&gt;Masyurah jamiyah, yang kita harus bersandar kepadanya untuk memperoleh ketetapan bersama dalam salah satu urusan jama’ah yang penting.&lt;br /&gt;Istisyarah fakultatif, meminta pendapat atau nasihat dari orang yang berpengalaman dan ahli dan sifatnya fakultatif bagi orang yang memintanya.&lt;br /&gt;Meminta fatwa fiqhiyah adalah salah satu macam dari istisyarah dalam hukum fikih. Dan bentuk merupakan pemberian pendapat yang bersifat fakultatif, tetapi ia mempunyai hukum khusus.&lt;br /&gt;Di bidang fikih terkadang terjadi tukar pendapat di antara para ulama dan para ahli fikih yang tidak menghasilkan ketetapan secara ijma, tetapi menghasilkan ketetapan suara mayoritas. Namun perlu diketahui bahwa semua yang keluar dari para mujtahid, terutama ulama dan fuqaha yang belum sampai ketingkat ijtihad adalah fatwa ilmiah. Para fuqaha yang mujtahid dapat mengeluarkan ketetapan yang harus ditetapi dalam dua kondisi.&lt;br /&gt;Kondisi ijma yang diakui oleh umat dan dipegang teguh secara umum sebagaimana mereka berpegang teguh dengan kitab Allah dan As-Sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;Dibidang yudikatif, karena hakim mengeluarkan hukum yang harus dipegang teguh.&lt;br /&gt;Fikih Islam mengharuskan bahwa keputusan harus dita’ati baik bagi qadhi yang mujtahid ataupun muqallid (mengikuti pendapat orang lain). Dan yang memperoleh nilai ini bukanlah pendapatnya pribadi melainkan pendapat madzhab yang diikuti.&lt;br /&gt;Syura Dalam Ijtihad&lt;br /&gt;Ijtihad adalah musyawarah Ilmiah dan Fatwa dalam Fikih&lt;br /&gt;Ijma dan ijtihad merupakan dua sumber yang merenovasi fikih setelah dua sumber pokok yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Ijtihad dapat berarti mencurahkan tenaga, akal dan pikiran dalam usaha mengenal hukum syara dan memahaminya. Hubungan ijtihad dengan mabda syari’at, kaidah dan tujuan ialah ilmu dan akal. Oleh karena itu agar syari’at dapat memberikan hak ijtihad bagi pribadi, ia mewajibkan adanya ilmu dan mewajibkan belajar dan merupakan kewajiban syar’i bagi setiap orang.&lt;br /&gt;Umumnya manusia kebanyakan lemah dalam menetapi prinsip dan untuk mencurahkan segala waktunya untuk ilmu atau untuk mendalami fikih, sehingga fuqaha menentukan kriteria minimal dari ilmu yang harus dipenuhi oleh setiap individu muslim. Yang penting bahwa jatah individu dalam berijtihad sesuai dengan jatahnya dari segi ilmu, tapi umat yang awam membutuhkan sekelompok orang yang secara penuh berkerja keras berfikir untuk ilmu dan berkeahlian khusus didalam ilmu.&lt;br /&gt;Ijitiad merupakan kewajiban perorangan dan kolektif. Ijtihad adalah hak dan kewajiban atas kaum muslim seluruhnya secara individu dan bersama.&lt;br /&gt;Ijtihad pribadi, yaitu: setiap pribadi kendati pada dasarnya ia seorang muqallid, bekerja mengistimbatkan hukum untuk dirinya manakala hal ini dapat dikerjakan baginya dan dalam batas kemampuannya, karena adanya nash yang tegas dan jelas di mana ia dapat memahami nya dan mewajibkan dirinya menjalankan secara langsung.&lt;br /&gt;Ijtihad perorangan, yaitu: apa yang dikerjakan seseorang dari beberapa orang yang memiliki spesialisasi dalam berijtihad yang diakui oleh orang banyak baik ulama ataupun awam bahwa ia adalah imam dalam fikih atau diakui suka mengemukakan fatwa dan istimbat hukum agar orang banyak dapat menerimanya dan menetapinya dengan kehendak mereka sendiri.&lt;br /&gt;Ijtihad jama’i, yaitu: majelis atau lembaga yang terdiri sekelompok ulama mengerjakan tugas ijtihad dan berhak memimpin di bidang ilmu sebagai kelompok untuk menggantikan keberadaan satu imam.&lt;br /&gt;Syura adalah keseimbangan antara kemerdekaan individu dan sitem jama’ah serta hubungan yang sempurna di antara keduanya. Ia adalah neraca yang saling menyempurnakan dan saling bahu membahu antara pribadi dan umat, ia adalah kesetiakawanan masyarakat dan persamaan di antara manusia dalam kebebasan. Kebebasan mengeluarkan pendapat dan mendiskusikannya dengan kebebasan yang terjamin di dalam jama’ah baik terdapat di dalam pemerintahan baginya atau tidak. Maka tidak ada nilainya bagi orang yang ikut serta didalamnya tapi tidak memiliki kebebasan yang sempurna.&lt;br /&gt;Syura memiliki kaidah yang mendalam dan universal, karena ia memiliki keistimewaaan utama yaitu memperhatikan penjelasan mengenai cara sistem masyarakat ditegakkan di atasnya dan memperhatikan asas mengatur urusannya seacara menyeluruh.&lt;br /&gt;Syura dan HAM&lt;br /&gt;Mendirikan masyrakat syura dalam Islam dimulai dari pribadi dahulu bukan langsung di jama’ah. Hak pribadi diambil dari fitrah kemanusiaan yang berupa kebebasan dalam kerangka masyarakat yang saling menyempurnakan dan kesetiakawanan dengan teratur. Hak pribadi sebagai manusia tidak kurang pentingnya dalam kehidupan sosial dan politik ketimbang hak-hak bangsa. Sebagai mayoritas atau jama’ah yang masuk ke dalam kerangka jama’ah yang sesungguhnya, kemanusiaan membutuhkan suatu mabda yang menentukan talazun yang tidak dapat terpisahkan dan keseimbangan yang kekal antara hak majmu dan hak pribadi.&lt;br /&gt;Pada dasarnya pribadi berhak memilih penguasa karena berafiliasi kedalam mayoritas rakyat. Namun pengertian syura dalam Al-Qur’an, individu tidak cukup mengambil kebebasannya dalam memilih para penguasa melalui keterlibatannya di dalam pihak mayoritas, bahkan ia harus mengambil kebebasan lain yang bersifat pribadi.&lt;br /&gt;Kebebasan Syura Sebagai Kaidah Awal Bagi Pemerintahan Islam dan Konstitusi&lt;br /&gt;Diantara yang disesalkan adalah bahwa sebagian pengkaji membatasi pembicaraannya dalam syura di tingkat penguasa menjalankan kekuasaannya ketika dia berkuasa. Perdebatan di antara merekapun meruncing terutama dalam masalah kekuasaan yang diberikan kepada penguasa dengan jalan sah itu memberi wewenang menjalankan segala urusan umat dalam rangka mewakilinya. Dan semua itu tanpa harus berkomitmen meminta advis atau menetapi pendapat jama’ah dengan syura. Juga tentang haruskah kekuasaan tersebut diikat dengan syura dan apakah dasar ikatan itu. &lt;br /&gt;Kebebasan bagi ORMAS &amp; Partai&lt;br /&gt;Sistem masyarakat kita tegak di atas aqidah dan akhlak yang menjurus kearah pendidikan pribadi dan peningkatan standar prilaku, sedang prinsip syura bertujuan mewujudkan sikap saling menyempurnakan dan keseimbangan antara kebebasan pribadi dan jama’ah. Hal inilah yang dapat menghalangi terjadinya monopoli otoritas negara serta orang yang mewakilinya pada pemikiran tertentu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-5034639782389396675?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/5034639782389396675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/syuro.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/5034639782389396675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/5034639782389396675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/syuro.html' title='SYURO'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-7279584522604915929</id><published>2009-02-08T06:59:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T07:00:11.446-08:00</updated><title type='text'>Satu Jam Untuk Akhirat</title><content type='html'>Manusia selalu berada di antara hidayah Allah dan tipu daya syaithan. Kelengahan sedikit saja, syaithan akan bisa menjermusukan seseorang ke dalam lembah yang akan menyia-nyiakan bahkan merusak hidup seseorang. Berikut ini adalah 7 amal penting yang akan menjamin seseorang terhindar dari kondisi negatif itu. Dengan melakukan 7 program ini, seseorang akan diampuni dosanya, dilindungi dari fitnah kubur, dibangunkan rumah di surga, dikabulkan do’anya, dilindungi dari kefakiran, dicukupi kebutuhannya, dibebaskan dari perasaan gelisah. Uniknya lagi, semua hal itu dapat diperoleh hanya dengan membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit atau 1 jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;      Melakukan 12 rakaat sunnah rawatib. Yakni, 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat bada zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, dan 2 rakaat setelah isya.&lt;br /&gt;      Manfaat yang diharapkan: Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi orang yang senantiasa melakukannya.&lt;br /&gt;      Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang solat dalam satu hari sebanyak 12 rakaat, sunnah, Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;      Sholat dua rakaat tahajjud. Faidah yang diharapkan: Dikabulkannya do’a, diampunkannya dosa, dan dicukupi Allah kebutuhannya. Dalil: Sabda Rasulullah saw, “Allah sw turun setiap malam ke langit dunia, di saat sepertiga malam terakhir dan mengatakan, “Siapa yang berdo’a kepadaku, pasti aku kabulkan. Siapa yang meminta padaku,pasti aku berikan, dan siapa yang memohon ampun padaku, pasti aku ampuni. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;      Melakukan sholat duha 2 raka’at, 4 rakaat atau 8 rakaat. Manfaat yang diharapkan: Bernilai shadaqah dari seluruh persendian tulang. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Setiap persendian kalian adalah sadakah, setiap tasbih adalah sadakah, setiap tahmid adalah sadakah, setiap tahlil adalah adakah, setiap takbir adalah sadakah, setiap anjuran pada kebaikan adalah sadakah, setiap larangan dari yang mungkar adalah sadakah, dan semuanya akan mendapat ganjaran yang sama dengan melakukan shalat dua rakaat dari shalat duha.&lt;br /&gt;   4.&lt;br /&gt;      Membaca surat Al Mulk. Manfaat yang diharapkan: Diselamatkan dari adzab kubur. Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya ada salah satu surat dri Al Qur`an yang terdiri dari 30 ayat. Ia akan memberi syafaat pada seseorang dengan pengampunan dosa. Yaitu surat “tabarakallazi biyadihil mulk.” (HR Turmudzi dan Ahmad. Turmudzi mengatakan, ini adalah hadits hasan)&lt;br /&gt;   5.&lt;br /&gt;      Mengatakan : Laailaaha illallah wah dahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa hua ala kulli syai’in qadir dalam satu hari seratus kali. Manfaat yang diharapkan: Terpelihara dari gangguan syaitan selama satu hari, dihapuskan 100 kesalahan dan memperoleh 100 kebaikan.&lt;br /&gt;      Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mengatakan “Laa ilaaha illallah wah dahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala kulli syai’in qadiir”, maka ia akan mendapat pahala seperti membebaskan 10 budak, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapuskan 100 kesalahannya, dan ia akan terpelihara dari syaitan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorangpun yang lebih baik dari apa yang ia peroleh dari hari itu, kecuali ada orang yang beramal lebih dari itu.”&lt;br /&gt;   6.&lt;br /&gt;      Shalawat atas Nabi Muhammad saw sebanyak 100 kali.&lt;br /&gt;      Faidah yang diharapkan: Bebas dari bakhil dan mendapat balasan shalawat dari Allah swt. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat atas diri saya maka Allah akan mendo’akannya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hadits Rasulullah saw: Orang yang bakhil adalah orang yang bila namaku disebut di hadapannya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku. (HR Turmudzi)&lt;br /&gt;   7.&lt;br /&gt;      Mengatakan Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil aziim.&lt;br /&gt;      Faidah yang diharapkan: Ditanamkan di surga untuk yang melakukannya 100 batang pohon. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melazimkan istighfar, maka Allah akan memberikan padanya jalankeluar di setiap kesempitan, penyelesaian dari setiap kegundahan, dan diberikan rizki dari sesuatu yang tidak diduga-duga. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tujuh amalan di atas, tentu saja kita harus mengerti bahwa iman dalam Islam bukanlah sekedar sholat,dzikir dan bacaan Al Quran, tapi mencakup perbuatan dan prilaku kita dalam berhubungan sesama manusia. Rasulullah menyebutkan, “Senyum anda kepada saudara anda adalah shadakah, danperintah kepada yang ma’ruf serta larangan dari yang mungkar itu shadakah, petunjukmu pada seorang asing yang tersesat itu sedekah, engkau menuntun orang yang sulit melihat itu shadakah, menyingkirkan batu dan duri dari jalan itu adalah sadakah, dan engkau membantu mengambilkan air untuk sahdaramu itu adalah sedekah.” Hadits riwayat Turmudzi ini menunjukkan bahwa kebaikan seorang muslim, selain ditunjang oleh kebaikan bathinnya juga harus diimplementasikan dalam kebaikannya dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.(eramuslim.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-7279584522604915929?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/7279584522604915929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/satu-jam-untuk-akhirat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7279584522604915929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7279584522604915929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/satu-jam-untuk-akhirat.html' title='Satu Jam Untuk Akhirat'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-2817618385425552297</id><published>2009-02-08T06:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T06:43:19.474-08:00</updated><title type='text'>Muraqabah dan Muhasabah</title><content type='html'>Maraji’&lt;br /&gt;Mushtaklas fi tazkiyatil anfus; Said Hawwa, Tazkiyatun-nafs; Muhammad bin Nuh; Mamarrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqaddimah&lt;br /&gt; “(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu masih berupa janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa”.(QS. 53:32)&lt;br /&gt; Ayat Allah SWT tersebut di atas benar-benar menyadarkan kita akan kelemahan dan kenistaan kita sebagai manusia yang sering kali berbuat kekhilafan. Bahwa seandainya pun kita terhindar dari dosa-dosa besar, kita pasti tak akan luput dari dosa-dosa kecil. Allah menegaskan bahwa kita jangan merasa dan mengklaim diri suci, karena Allah sajalah yang paling mengetahui siapa yang bertaqwa dan yang tidak. Sementara Allah juga tahu siapa diri kita sejak dari awal penciptaan, ketika masih berupa janin di rahim ibu kita, hingga kita dewasa. Namun Ia juga mengingatkan kita tentang ampunan-Nya yang luas.&lt;br /&gt; Memang hanya satu insan kamil yang ma’shum, yakni Rasulullah SAW. Beliau menjalani proses pembedahan dada dan pembersihan jiwa oleh malaikat Jibril karena beliau dipersiapkan untuk mengemban tugas mulia. Namun beliau juga pernah mengatakan bahwa kalau bukan karena rahmat Allah niscaya tak akan ada yang selamat dari siksa Allah dan neraka-Nya. “Tidak juga engkau ya Rasulullah?”. “Ya, tidak juga aku”.&lt;br /&gt; Selain sifat manusia yang lemah, mudah lupa, khilaf, kikir dan berkeluh kesah, penyebab terjerumusnya manusia ke dalam lembah kenistaan dan kemaksiatan adalah godaan syaithan yang gencar dari segala penjuru.&lt;br /&gt; Dalam QS. Az-Zukhruf:36-37, Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), kami adakan baginya syaithan (yang menyesatkan). Maka syaithan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya (qarin). Dan sesungguhnya syaithan-syaithan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”.&lt;br /&gt; Qarin alias syaithan yang selalu mendampingi kita, akan sukses menggoda kita, jika kita berpaling dari-Nya dan ajaran-Nya (Al-Qur’an). Sampai akhirnya kita terhalang dari jalan yang lurus dan benar. Namun ironisnya, kita tetap menyangka berada di jalan yang benar dan memperoleh petunjuk-Nya. Padahal kita sudah jauh tersesat.&lt;br /&gt; Hanya Rasulullah SAW saja yang tak dapat digoda oleh Qarin. Bahkan Qarinpun tak akan mampu menyerupai Rasulullah SAW baik ketika beliau masih hidup maupun setelah meninggal dunia.&lt;br /&gt; Menyadari begitu rentan dan lemahnya kita sebagai manusia dari godaan syaithan yang menyesatkan dan menghalangi kita dari ajaran Allah serta melalaikan kita dari mengingat-Nya, maka jelas pemahaman dan kesadaran muraqabah dan muhasabah adalah satu kemestian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Muraqabah dan Muhasabah&lt;br /&gt; Muraqabah adalah upaya diri untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah (muraqabatullah). Jadi upaya untuk menghadirkan muraqabatullah dalam diri dengan jalan mewaspadai dan mengawasi diri sendiri.&lt;br /&gt; Sedangkan muhasabah merupakan usaha seorang Muslim untuk menghitung, mengkalkulasi diri seberapa banyak dosa yang telah dilakukan dan mana-mana saja kebaikan yang belum dilakukannya. Jadi Muhasabah adalah sebuah upaya untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya tengah dihisab, dicatat oleh Raqib dan Atib sehingga ia pun berusaha aktif menghisab dirinya terlebih dulu agar dapat bergegas memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Muraqabah dan Muhasabah&lt;br /&gt;  Bila setiap Muslim senantiasa memuraqabahi dirinya dan menghadirkan muraqabatullah (pengawasan Allah) dalam dirinya maka ia akan selalu takut untuk berbuat kemaksiatan karena ia selalu merasa dan sadar dirinya dalam pemantauan dan pengawasan Allah.&lt;br /&gt; Kemudian bila ia juga gemar memuhasabahi dirinya karena takut pada perhitungan hari akhirat, maka bisa dipastikan akan terwujud masyarakat yang aman karena semua orang sudah memiliki pengawasan melekat. Orientasi Ukhrawi membuat seseorang senantiasa memperhitungkan segala tindak-tanduknya dalam perspektif  Ukhrawi. Ia juga akan terhindar dari penyakit Wahn (cinta dunia dan takut mati), keserakahan, kezhaliman, penindasan dan kemungkaran, karena semua keburukan itu hanya akan menyengsarakannya di akhirat kelak.&lt;br /&gt;  Sebaliknya ia akan berusaha menanam kebajikan sebanyak mungkin (QS. 22:77) agar dapat menuai hasilnya di akhirat kelak. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pernah mengibaratkan bahwa dunia adalah ladang tempat menanam, bibitnya adalah keimanan dan ketaatan adalah air dan pupuknya. Sementara akhirat adalah tempat kita memetik atau menuai hasilnya, kelak.&lt;br /&gt;  Bila demikian keadaannya, Insya Allah akan tercipta “Baldatun thayyibatun warabbun ghafur” (negeri yang baik, berkah dan dalam ampunan Allah) yang bukan sekedar slogan. Selain tercipta kemaslahatan dalam scope atau ruang lingkup negeri, Insya Allah akan tercipta pula kemaslahatan di ruang lingkup dunia internasioanal bila para Muslimnya dengan kualitas seperti itu mampu menjadi “Ustadziatul ‘alam” (soko guru dunia). Hanya dengan bimbingan dan arahan para ustadziatul ‘alam yang sekaligus khalifatullah fil ardhi sajalah, dunia akan terbebas dari bencana, kerusakan dan kemurkaan Allah (QS. 2:10-11, 30:41).&lt;br /&gt; Namun bila para Muslim tetap mengekor musuh-musuh Allah yang membenci Al-Qur’an (QS. 47:25-26) maka bahaya kemurtadan massal menghadang di depan mata dan tetap saja yahudi la’natullah alaihim yang memegang supremasi dan mengendalikan dunia serta terus menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahapan-tahapannya&lt;br /&gt; Ada beberapa tahapan yang memiliki keterkaitan erat satu sama lain dan membangun sistem pengawasan serta penjagaan yang kokoh. Kesemua tahapan tersebut penting kita jalani agar benar-benar menjadi “safety net” (jaring pengaman) yang menyelamatkan kita dari keterperosokan dan keterpurukan di dunia serta kehancuran di akhirat nanti. &lt;br /&gt;1. Mu’ahadah.&lt;br /&gt;Mu’ahadah yakni mengingat dan mengokohkan kembali perjanjian kita dengan Allah SWT di alam ruh. Di sana sebelum kita menjadi janin yang diletakkan di dalam rahim ibu kita dan ditiupkan ruh, kita sudah dimintai kesaksian oleh Allah, “Bukankah Aku ini Rabbmu?” Mereka menjawab: “Benar (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi”.(QS. 7:172) &lt;br /&gt; Dengan bermu’ahadah, kita akan berusaha menjaga agar sikap dan tindak tanduk kita tidak keluar dari kerangka perjanjian dan kesaksian kita.&lt;br /&gt; Dan kita hendaknya selalu mengingat juga bahwa kita tak hanya lahir suci (HR. Bukhari-Muslim) melainkan sudah memiliki keberpihakan pada Al-haq dengan syahadah di alam ruh tersebut sehingga tentu saja kita tak boleh merubah atau mencederainya (QS. 30:30)&lt;br /&gt;2. Muraqabah.&lt;br /&gt;Setelah bermu’ahadah, seyogyanyalah kita bermuraqabah. Jadi kita akan sadar ada yang selalu memuraqabahi diri kita apakah melanggar janji dan kesaksian tersebut atau tidak. &lt;br /&gt; Penjelasan yang detail tentang muraqabah diuraikan dalam bagian tersendiri, karena tulisan ini memang menitikberatkan pada pembahasan tentang muraqabah dan muhasabah.&lt;br /&gt;3. Muhasabah.&lt;br /&gt;Muhasabah adalah usaha untuk menilai, menghitung, mengkalkulasi amal shaleh yang kita lakukan dan kesalahan-kesalahan atau maksiat yang kita kerjakan. Penjabaran lebih detail tentang muhasabah juga ada pada bagian tersendiri. &lt;br /&gt;4. Mu’aqabah.&lt;br /&gt;Selain mengingat perjanjian (mu’ahadah), sadar akan pengawasan (muraqabah) dan sibuk mengkalkulasi diri, kita pun perlu meneladani para sahabat dan salafus-shaleh dalam meng’iqab (menghukum/menjatuhi sanksi atas diri mereka sendiri). Bila Umar r.a terkenal dengan ucapan: “Hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab”, maka tak ada salahnya kita menganalogikan mu’aqabah dengan ucapan tersebut yakni “Iqablah dirimu sebelum kelak engkau diiqab”. Umar Ibnul Khathab pernah terlalaikan dari menunaikan shalat dzuhur berjamaah di masjid karena sibuk mengawasi kebunnya. Lalu karena ia merasa ketertambatan hatinya kepada kebun melalaikannya dari bersegera mengingat Allah, maka ia pun cepat-cepat menghibahkan kebun beserta isinya tersebut untuk keperluan fakir miskin. Hal serupa itu pula yang dilakukan Abu Thalhah ketika beliau terlupakan berapa jumlah rakaatnya saat shalat karena melihat burung terbang. Ia pun segera menghibahkan kebunnya beserta seluruh isinya, subhanallah.&lt;br /&gt;5. Mujahadah &lt;br /&gt; Mujahadah adalah upaya keras untuk bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah kepada Allah, menjauhi segala yang dilarang Allah dan mengerjakan apa saja yang diperintahkan-Nya. Kelalaian sahabat Nabi SAW yakni Ka’ab bin Malik sehingga tertinggal rombongan saat perang Tabuk adalah karena ia sempat kurang bermujahadah untuk mempersiapkan kuda perang dan sebagainya. Ka’ab bin Malik mengakui dengan jujur kelalaian dan kurangnya mujahadah pada dirinya. &lt;br /&gt; Ternyata Kaab harus membayar sangat mahal berupa pengasingan/pengisoliran selama kurang lebih 50 hari sebelum akhirnya turun ayat Allah yang memberikan pengampunan padanya. &lt;br /&gt; Rasulullah Muhammad SAW terkenal dengan mujahadahnya yang luar biasa dalam ibadah seperti dalam shalat tahajjudnya. Kaki beliau sampai bengkak karena terlalu lama berdiri. Namun ketika isteri beliau Ummul Mukminin Aisyah r.a bertanya, “Kenapa engkau menyiksa dirimu seperti itu, bukankah sudah diampuni, seluruh dosamu yang lalu dan yang akan datang”. Beliau menjawab. “Salahkah aku bila menjadi ‘abdan syakuran?”.&lt;br /&gt;6. Mutaba’ah. &lt;br /&gt;Terakhir kita perlu memonitoring, mengontrol dan mengevaluasi sejauh mana proses-proses tersebut seperti mu’ahadah dan seterusnya berjalan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muraqabah&lt;br /&gt; Muraqabah atau perasaan diawasi adalah upaya menghadirkan kesadaran adanya muraqabatullah (pengawasan Allah). Bila hal tersebut tertanam secara baik dalam diri seorang Muslim maka dalam dirinya terdapat ‘waskat’ (pengawasan melekat atau built in control) yakni sebuah mekanisme yang sudah inheren, dalam dirinya. Artinya ia akan aktif mengawasi dan mengontrol dirinya sendiri karena ia sadar senantiasa berada di bawah pengawasan Allah seperti dalam untaian ayat-ayat Allah berikut ini: &lt;br /&gt; “...Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS. 57:4), “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”.(QS. 50:16), “Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.(QS. 6:59) &lt;br /&gt; (Luqman berkata) : “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya) sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui”.(QS. 31:16) &lt;br /&gt; Kemudian dalam HR. Ahmad, Nabi SAW bersabda, “Jangan engkau mengatakan engkau sendiri, sesungguhnya Allah bersamamu. Dan jangan pula mengatakan tak ada yang mengetahui isi hatimu, sesungguhnya Allah mengetahui”.&lt;br /&gt; Muraqabatullah atau kesadaran tentang adanya pengawasan Allah akan melahirkan ma’iyatullah (kesertaan Allah) seperti nampak pada keyakinan Rasulullah SAW (QS. 9:40) bahwa “Sesungguhnya Allah bersama kita” ketika Abu Bakar r.a sangat cemas musuh akan bisa mengetahui keberadaan Nabi dan menangkapnya. Begitu pula pada diri Nabi Musa a.s ketika menghadapi jalan buntu karena di belakang tentara Fir’aun mengepung dan laut merah ada di depan mata. Namun ketika umat pengikutnya panik dan ketakutan, beliau sangat yakin adanya kesertaan Allah. Ia berkata, “Sekali-kali tidak (akan tersusul). Rabbku bersamaku. Dia akan menunjukiku jalan”.&lt;br /&gt; Kemudian akhirnya Nabi Ibrahim a.s juga dapat menjadi contoh agung tentang kesadaran akan kesertaan dan pertolongan Allah. Yakni ketika beliau diseret dan dibakar di api unggun, beliau tetap tenang. Dan benar saja terbukti beliau keluar dari api unggun dalam keadaan sehat wal ’afiat karena Allah telah memerintahkan makhluknya yang bernama api agar menjadi dingin dengan izin dan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah&lt;br /&gt; Muhasabah atau menghisab, menghitung atau mengkalkulasi diri adalah satu upaya bersiap-siaga menghadapi dan mengantisipasi yaumal hisab (hari perhitungan) yang sangat dahsyat di akhirat kelak.&lt;br /&gt; Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri, memperhatikan bekal apa yang dipersiapkannya untuk hari esok (kiamat). Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS. 59:18). Persiapan diri yang dimaksud tentu saja membekali diri dengan taqwa kepada karena di sisi Allah bekal manusia yang paling baik dan berharga adalah taqwa.&lt;br /&gt; Umar r.a pernah mengucapkan kata-katanya yang sangat terkenal: “Haasibu anfusakum qabla antuhasabu” (Hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab).&lt;br /&gt;  Allah SWT juga menyuruh kita bergegas untuk mendapat ampunan-Nya dan syurga-Nya yang seluas langit dan bumi, diperuntukkan-Nya bagi orang-orang yang bertaqwa.(QS 3:133)&lt;br /&gt; Begitu pentingnya kita melakukan muhasabah sejak dini secara berkala karena segala perkataan dan perbuatan kita dicatat dengan cermat oleh malaikat Raqib dan Atid dan akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah.( QS. 50:17-18). Setiap kebaikan sekecil apapun juga akan dicatat dan diberi ganjaran dan keburukan sekecil apapun juga akan dicatat dan diberi balasan berupa azab-Nya.(QS. 99:7-8)&lt;br /&gt; Bila kita mengingat betapa dahsyatnya hari penghisaban, perhitungan dan pembalasan, maka wajar sajalah jika kita harus mengantisipasi dan mempersiapkan diri sesegera, sedini dan sebaik mungkin.&lt;br /&gt; Dalam QS. 80:34-37, tergambar kedahsyatan hari itu ketika semua orang berlarian dari saudara, kerabat, sahabat, ibu dan bapaknya serta sibuk memikirkan nasibnya sendiri. Hari di mana semua manusia pandangannya membelalak ketakutan, bulan meredup cahayanya, matahari dan bulan dikumpulkan, manusia berkata: “Kemana tempat lari?. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung. Hanya kepada Tuhanmu saja pada hari itu tempat kembali”.(QS. 75:7-12)&lt;br /&gt; Ummul Mu’minin Aisyah r.a bertanya kepada Rasulullah SAW apakah manusia tidak malu dalam keadaan telanjang bulat di padang mahsyar. Rasulullah SAW menjawab bahwa hari itu begitu dahsyat sampai-sampai tidak ada yang sempat melihat aurat orang lain.&lt;br /&gt; Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa ada 7 golongan yang akan mendapat naungan/perlindungan Allah di mana di hari tidak ada naungan/perlindungan selain naungan/perlindungan Allah (Yaumul Qiyamah atau Yaumul Hisab). Ketujuh golongan itu adalah Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah SWT, pemuda yang lekat hatinya dengan masjid, orang yang saling mencintai karena Allah; bertemu dan berpisah karena Allah, orang yang digoda wanita cantik lagi bangsawan dia berkata, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”, orang yang bersedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya (secara senbunyi-sembunyi) dan orang yang berkhalwat dengan Allah di tengah malam dan meneteskan airmata karena takut kepada Allah.&lt;br /&gt; Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang pertama dihisab adalah mereka yang berjihad, berinfaq dan beramal shaleh (QS. 22:77, 2:177). Kemudian sabda Rasulullah SAW di hadits lainnya: “Ada 70.000 orang akan segera masuk surga tanpa dihisab”. “Do’akan aku termasuk di dalamnya, ya Rasulullah!”, mohon Ukasyah bersegera. “Ya, Engkau kudo’akan termasuk di antaranya”, sahut Nabi SAW. Ketika sahabat-sahabat yang lain meminta yang serupa, jawab Nabi SAW singkat, “Kalian telah didahului oleh Ukasyah”. “Siapa mereka itu ya Rasulullah?”, tanya sahabat. “Mereka adalah orang yang rajin menghisab dirinya di dunia sebelum dihisab di akhirat”. Subhanallah.&lt;br /&gt; Di riwayat lain dikisahkan bahwa orang-orang miskin bergerombol di depan pintu surga. Ketika dikatakan kepada mereka agar antri dihisab dulu, orang-orang miskin yang shaleh ini berkata, “Tak ada sesuatu apapun pada kami yang perlu dihisab”.&lt;br /&gt; Dan memang ada 3 harta yang tak akan kena hisab yakni: 1 rumah yang hanya berupa 1 kamar untuk bernaung, pakaian 1 lembar untuk dipakai dan 1 porsi makanan setiap hari yang sekedar cukup untuk dirinya. Maka orang-orang miskin itupun dipersilakan masuk ke surga dengan bergerombol seperti kawanan burung.&lt;br /&gt; Betapa beruntungnya mereka semua padahal hari penghisaban itu begitu dahsyatnya sampai banyak yang ingin langsung ke neraka saja karena merasa tak sanggup segala aibnya diungkapkan di depan keseluruhan umat manusia. Apalagi tak lama kemudian atas perintah Allah, malaikat Jibril menghadirkan gambaran neraka yang dahsyat ke hadapan mereka semua sampai-sampai para Nabi dan orang-orang shaleh gemetar dan berlutut ketakutan. Apalagi orang-orang yang berlumuran dosa.&lt;br /&gt; Yaumul Hisab itu bahkan juga terasa berat bagi para Nabi seperti Nabi Nuh yang ditanya apakah ia sudah menyampaikan risalah-Nya atau Nabi Isa yang ditanya apakah ia menyuruh umatnya menuhankan ia dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah. Pertanyaan yang datang bertubi-tubi itu terlihat menekan dan meresahkan para Nabi. Jika Nabi-nabi saja demikian keadaannya, bagaimana pula kita ?.&lt;br /&gt; Mudah-mudahan saja kita tidak termasuk orang yang bangkrut/pailit di hari penghisaban, hari ketika dalih-dalih ditolak dan hal sekecil apapun dimintakan pertanggungjawabannya. Mengapa disebut bangkrut? Karena ternyata amal shaleh yang dilakukan terlalu sedikit untuk menebus dosa-dosa kita yang banyak sehingga kita harus menebusnya di neraka. Na’udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Muraqabah dan Muhasabah&lt;br /&gt; Seseorang yang rajin me’muraqabah’i dan me’muhasabah’i dirinya akan mau dan mudah melakukan perbaikan diri. Ia juga akan mau meneliti, mengintrospeksi, mengoreksi dan menganalisis dirinya. Hal-hal apa saja yang menjadi faktor kekuatan dirinya yang harus disyukuri dan dioptimalkan. Kemudian hal-hal apa saja yang menjadi faktor kelemahan dirinya yang harus diatasi, bahkan kalau mungkin dihilangkan. Lalu bahaya-bahaya apa yang mengancam diri dan aqidahnya sehingga harus diantisipasi, dan akhirnya peluang-peluang kebajikan apa saja yang dimilikinya yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt; Jika dirinci, paling tidak, ada 3 hasil yang akan diraih orang yang rajin melakukan muraqabah dan muhasabah :&lt;br /&gt;Mengetahui aib, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan dirinya serta berupaya sekuat tenaga meminimalisir atau bahkan menghilangkannya.&lt;br /&gt;Istiqamah di atas syari’at Allah. Karena ia mengetahui dan sadar akan konsekuensi-konsekuensi keimanan dan pertanggungjawaban di akhirat kelak maka cobaan sebesar apapun tidak akan memalingkannya dari jalan Allah seperti misalnya tokoh Bilal dan Masyitah. Walaupun keistiqamahan adalah hal yang sangat berat sehingga Rasulullah SAW sampai mengatakan, “Surat Hud membuatku beruban” (Karena di dalamnya ada ayat 112 berisi perintah untuk istiqamah).&lt;br /&gt;3.  Insya Allah akan aman dari berat dan sulitnya penghisaban di hari kiamat nanti (QS. 3:30)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-2817618385425552297?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/2817618385425552297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/muraqabah-dan-muhasabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/2817618385425552297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/2817618385425552297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/muraqabah-dan-muhasabah.html' title='Muraqabah dan Muhasabah'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-3087758128988854486</id><published>2009-02-08T06:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T06:42:04.313-08:00</updated><title type='text'>Memahami Dinamika Iman</title><content type='html'>Muqaddimah &lt;br /&gt;Makna iman dalam persepektif Islam bukanlah sekedar percaya melainkan harus melingkupi tiga aspek yang kesemuanya ada pada manusia yakni Qolb (hati), lisan dan amal shaleh. Artinya seseorang yang beriman harus meyakini dalam hatinya dengan sesungguh-sungguhnya tentang semua hal yang harus diyakininya. Kemudian menjelaskan dengan lisannya sebagai sebuah pernyataan keimanan yang membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu. Dan akhirnya dijabarkan dan dibuktikan secara kongkrit dalam amal perbuatannya &lt;br /&gt;Tidak bisa dikatakan beriman seseorang, bila ia tidak memenuhi tiga kriteria kelengkapan iman tersebut. Misalnya seperti paman Nabi SAW yakni Abu Thalib, yang sebenarnya dilubuk hatinya meyakini kebenaran risalah yang dibawa kemenakannya dan sikap serta perilakunya menunjukkan bahwa ia selalu siap menjaga dan melindungi Rasullulah. Namun karena beliau tidak juga kunjung mau melafaskan keimanannya, maka beliau mati tetap dalam keadaan kafir dan dikatakan kelak masuk neraka, walaupun dengan hukuman teringan. Hal yang sebaliknya justru ada pada tokoh munafik yakni Abdullah bin Ubay bin Salul. Sosok ini menggembor-gemborkan lafas keimanannya dan menunjukkan sikap serta amalan selaku seorang muslim, tetapi hatinya mengingkari hal itu dan senantiasa diliputi hasad, kebusukan dan kebencian sehingga selalu secara diam-diam sibuk melakukan intrik-intrik, manuver-manuver, ”kasak-kusuk”, membuat dan menyebarkan isu, fitnah dan provokasi. Pendek kata benar-benar musuh dalam selimut yang menggunting dalam lipatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tipe ketiga, yakni tipe orang yang meyakini keimanan dalam hatinya, melafaskannya namun enggan melaksanakan konsekuensi-konsekuensi keimanannya tersebut. Orang-orang seperti ini dikategorikan orang-orang “fasiq”. &lt;br /&gt;Kemudian hal-hal apa saja yang harus diimani? Obyek yang harus diimani adalah semua yang termasuk dalam rukun iman yang enam, seperti yang tercantum dalam QS Al-Baqarah ayat 285 dan kemudian hadist Jibril yang terkenal. Keenam rukun iman tersebut ialah iman kepada Allah, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya, rasul-rasulnya, takdir yang baik dan buruk serta hari kiamat &lt;br /&gt;Keimanan seseorang terhadap rukun iman tersebut membawa konsekuensi-konsekuensi logis yang harus dijalaninya. Iman kepada Allah seyogyanya membuat seseorang menjadi taat kepadaNya, menjalankan semua yang diperintahkanNya dan menjauhi semua yang dilarangNya serta selalu bersandar dan memohon pertolongan kepadaNya, takut kepada ancaman dan nerakaNya dan rindu serta mengharapkan ampunan, pahala dan syurgaNya. Disamping itu tentu saja selalu ingat dan bersyukur kepadaNya. &lt;br /&gt;Berikutnya iman kepada malaikat membawa konsekuensi kita berhati-hati dalam sikap, perkataan, dan perbuatan karena di kanan dan di kiri kita ada Roqib dan Atid yang siap mencatat segala yang baik maupun yang buruk yang kita kerjakan. &lt;br /&gt;Sedangkan iman kepada kitab-kitabNya membuat kita mengimani semua kitab suci yang berasal dariNya. Namun kitab-kitab suci terdahulu adalah sesuatu yang sudah habis masa berlakunya dan telah dikoreksi dan disempurnakan di dalam kitab yang terakhir : Al-Qur’an. Sehingga Al-Qur’an sajalah yang menjadi sumber acuan kita dalam segala aspek kehidupan. &lt;br /&gt;Kemudian iman kepada nabi-nabi membawa konsekuensi kita harus meneladaninya. Dan tidak membeda-bedakannya (QS 2:285). Namun tentu saja uswah dan panutan utama kita adalah Rasulullah Muhammad SAW (QS 33:21)&lt;br /&gt;Berikutnya iman kepada takdir yang baik dan buruk membuat kita akan selalu berusaha, berikhtiar optimal dan kemudian bertawakal atau berserah diri kepada Allah. Jika berhasil, itu berarti takdir baik berupa karunia Allah yang haus disyukuri dan bila gagal atau terkena musibah, itu berarti taqdir buruk berupa cobaan yang harus disabari dan diterima. &lt;br /&gt;Dan akhirnya iman kepada hari akhir atau kiamat akan menyebabkan kita selalu waspada dan berhitung atau mengkalkulasi pahala dan dosa kita serta mempersiapkan bekal untuk hari kiamat itu (QS 59:18) berupa ketaqwaan karena segala sesuatunya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika iman dan bagaimana berinteraksi dengan kedinamisan iman tersebut. &lt;br /&gt;Dalam QS 49:14, Allah berfirman : &lt;br /&gt;“Berkata orang-orang Arab (Badui) :Kami telah beriman. Katakanlah kepada mereka :Jangan gegabah mengatakan “kami beriman” tetapi katakanlah “kami telah Islam”, tunduk. karena keimanan belum masuk kedalam hatimu …. . ”&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut di atas kita bisa melihat bahwa masalah iman bukanlah masalah sederhana, karena dibutuhkan waktu, jihad, kesungguh-sungguhan dalam ibadah, ketabahan selain juga faktor hidayah untuk membuat keimanan seseorang benar-benar mengakar, menukik, bahkan menghunjam ke dalam lubuk hati. &lt;br /&gt;Kemudian persoalan berikutnya adalah kenyataan bahwa iman itu dinamis, fluktuatif atau turun-naik. Jadi setelah iman sudah ada didalam hati, penting untuk selalu dideteksi apakah iman kita meningkat dan bertambah atau justru menurun dan berkurang. &lt;br /&gt;Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : “Al iman yazid wa yanqush”: iman bisa bertambah atau berkurang. Karena itu seorang yang beriman harus selalu berusaha memperbaharui dan meningkatkan keimanan nya. Seperti halnya tanaman, pohon, atau tumbuh-tumbuhan yang dapat kering, layu, atau bahkan mati bila tak disiram atau diberi pupuk, demikian pula halnya dengan keimanan yang dimiliki seseorang. &lt;br /&gt;Begitu rentannya hati terhadap fluktuasi iman digambarkan oleh Abdullah bin Rawahah ra :berbolak-baliknya hati lebih cepat tinimbang air yang menggelegak di periuk tatkala mendidih. Dari tinjauan etimologisnya saja ;hati, qolban adalah sesuatu yang berbolak-balik sudah, nampak pula kerentanannya. Dan karena iman tempat di hati, seyogyanyalah kita mewaspadai berbolak-baliknya hati dan turun naiknya iman. &lt;br /&gt;Karena itu dalam QS 3:8, Allah menuntun agar kita berdoa minta diberikan hidayah, rahmat dan ketetapan hati. Demikian pula doa yang dicontohkan Nabi SAW :”Ya Allah, yang pandai membolak-balikkan hati, tetapkan hati hamba pada agamamu. ” Mengapa kita harus terus berdoa seperti itu ? Karena usaha menjaga keimanan agar tetap survive dan kalau bisa meningkat adalah hal yang sangat berat, apalagi sampai membuat iman itu berbuah. &lt;br /&gt;Syaikh Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah pernah mengungkapkan kata-kata bijak :”Dunia adalah ladang tempat menanam kebajikan yang hasilnya akan kita tuai, panen di akhirat kelak. &lt;br /&gt;Menurut Ibnul Qoyyim pula, iman yang dimiliki seseorang adalah modal berupa bibit. Dan agar bibit itu tumbuh dan berbuah ia harus senantiasa disiram dan dipupuk oleh ketaatan kepada Allah. &lt;br /&gt;Kita memang tidak bisa mengukur atau memprediksikan besar kecilnya kadar keimanan seseorang, namun paling tidak kita bisa melihat bias dan imbas keimanannya dari libasut taqwa, pakaian taqwa yang dimilikinya dan implementasi iman berupa ibadah, amal shaleh dan ketaatan yang dilakukannya. &lt;br /&gt;Seberapa besar dan banyak bibit yang dimiliki seseorang dan sejauh mana ia merawat, menjaga, menyirami dan memberinya pupuk dengan ketaatannya kepada Allah, maka sebegitu pulalah buah yang akan dituainya kelak diakhirat. &lt;br /&gt;Rasulullah SAWpun menegaskan : “Al iman yaazidu bi thoat wa yanqushu bil maksiat. Iman akan bertambah /meningkat dengan ketaatan dan akan berkurang atau menurun dengan kemaksiatan yang dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebab-sebab bertambah dan berkurangnya iman &lt;br /&gt;Merujuk kepada hadist Nabi SAWdiatas, jelas nampak bahwa sebab utama bertambahnya keimanan seseorang adalah jika ia berusaha selalu taat kepada Allah. Allah akan mencintai dan merahmati orang-orang yang taat kepadaNya dan rosulNya (QS 3: 31, 32, 132). Semakin besar ketaatan yang diberikan seseorang kepada Allah apakah itu dalam rangka menuruti perintahNya dan menjauhi laranganNya maka akan semakin meningkatlah kadar keimanannya. &lt;br /&gt;Sebab-sebab yang lainnya yang juga bisa menjaga dan meningkatkan kadar keimanan adalah bila seseorang selalu mengingat Allah dan banyak bersyukur kepadaNya. Atau bila diberi cobaan berupa musibah tetap sabar dan bersandar pada Allah serta tak pernah berburuk sangka padaNya (QS 29 : 2) karena cobaan memang secara sunatullah terkait dengan pengujian kadar keimanan. &lt;br /&gt;Ada sebuah siklus positif yang bisa terjadi pada diri seorang mu’min yakni bila ia memiliki keimanan, iman akan mendorongnya taat, menjalankan ibadah kepada Allah sesuai dengan yang dikehendakiNya (QS 51 : 56). Kemudian ibadah akan menghasilkan ketaqwaan dan ketaqwaan dengan sendirinya akan meningkatkan keimanan seseorang. &lt;br /&gt;Sedangkan sebab menurun atau berkurang dan bahkan hilangnya keimanan seseorang adalah maksiat yang dilakukannya. Semakin banyak kemaksiatan kepada Allah yang dilakukan seseorang akan semakin menurun kadar keimanannya. Bahkan jika seseorang terjerumus melakukan dosa besar, pada saat ia melakukan maksiat itu dikatakan iman nya habis sama sekali. &lt;br /&gt;Imam Ghozali mengumpamakan hati seseorang seperti lembaran putih bersih. Dosa yang disebabkan maksiat yang dilakukannya akan menyebabkan titik hitam dilembaran putih itu. Semakin banyak dosa kemaksiatan yang dilakukannya, maka lembaran itu akan hitam kelam. Dan hati yang pekat seperti itu tidak lagi sensitif terhadap dosa-dosanya. &lt;br /&gt;Artinya tidak ada perasaan takut atau menyesal pada saat atau sesudah melakukan kemaksiatan. &lt;br /&gt;Apabila kemaksiatan yang dilakukan seseorang masih terkatagori as sayyiat atau dosa kecil, maka kebajikan-kebajikan yang kita lakukan insya Allah akan mengkompensasi dosa dosa kecil tersebut. Dalam hadist Nabi SAW dikatakan :”Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik. “&lt;br /&gt;Sementara itu didalam QS 3 : 135 disebutkan ciri orang beriman dan bertaqwa adalah :bila melakukan kekejian atau menzolimi diri sendiri (dengan berbuat dosa ) mereka cepat-cepat ingat Allah dan mohon ampunan atas dosa-dosanya Allah SWT memang menyuruh kita bersegera bertaubat memohon ampunan dan syurgaNya (QS 3: 133). &lt;br /&gt;Hal yang harus dipenuhi dalam taubat adalah adanya unsur menyesali maksiat yang dilakukan, kemudian berhenti dan ketika berjanji sungguh-sungguh tidak akan mengulanginya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dampak Positif atau Manfaat Kekuatan Iman &lt;br /&gt;Memiliki kekuatan hubungan dengan Allah. ”Al quwwatu silah billah “ (kekuatan hubungan dengan Allah ) adalah buah keimanan yang paling nyata. Karena seorang mu’min yang memiliki kekuatan hubungan dengan Allah tidak akan pernah berputus asa dari rahmat Allah, ia tidak akan karam dalam keputus-asaan. Karena ia akan selalu berpaling kepada Allah. Ia yakin Allah akan selalu menolong dan tidak pernah mengecewakannya. Cobaan sebesar apapun tak pernah membuatnya berburuk sangka terhadap Allah. &lt;br /&gt;Memiliki ketenangan dan ketentraman jiwa. Iman yang dimiliki seseorang membuatnya tidak pernah takut pada manusia sepanjang ia tidak melakukan kesalahan. Ia hanya takut kepada Allah saja. Dengan mengingat Allah, hatinya akan senantiasa diliputi ketentraman dan ketenangan (QS 13 :28), sehingga Rasullulah SAW bersabda : « sungguh ajaiblah urusannya orang beriman, bila diberi karunia ia bersyukur dan itu baik untuknya. Dan bila diberi musibah ia bersabar dan itu lebih baik untuknya. Iman dalam diri seorang mu’min menjadi stabilisator bagi jiwanya. Karunia yang teramat besar tidak akan pernah membuatnya ujub, takabur atau lupa diri melainkan ia tetap tenang dan mengembalikannya kepada Dzat yang Maha memberi : bahwa itu semua karunia Allah. Dan cobaan sebesar dan seberat apapun juga tidak akan membuatnya hilang akal, tergoncang jiwanya dan berburuk sangka atau berpaling dari Allah.&lt;br /&gt; Memiliki kemampuan memikul beban apakah itu beban kehidupan ataupun beban dijalan Allah. Orang yang beriman akan mampu memikul beban kehidupan ataupun beban di jalan Allah tanpa berkeluh kesah. Ia akan berikhtiar semaksimal mungkin dan mengembalikan masalah hasilnya kepada Allah. Fatimah putri Nabi SAW adalah contoh luar biasa seseorang yang ikhlas dan sanggup memikul beban yang berat. Suatu saat ketika ia bersama bapak dan ibunya serta pengikut –pengikut risalah bapaknya dan juga kaum nya mengalami tahun-tahun sulit masa pemboikotan, ibunda Khodijah sempat dengan sendu berujar kepadanya : ‘’ Kasihan anakku sekecil ini kau sudah menderita ‘’ jawaban Fatimah benar-benar mencengangkannya :’’Ibu …mengapa ibu berkata begitu ? cobaan yang lebih berat dari ini pun aku sanggup ‘’Subhanallah. &lt;br /&gt;Memiliki ketabahan dan kesabaran dalam menanggulangi musibah. Sesungguhnya setiap mu’min akan dicoba oleh Allah dengan berbagai cobaan keimanan. Dan siapa yang sabar dan mengembalikan segalanya kepada Allah, ia akan diberi kabar gembira berupa, kasih sayang, kesertaan, ampunan dan syurganya. Ketabahan dan kesabaran memang tak ada batasnya. Namun balasan dari Allah bagi orang –orang yang sabarpun tak ada batasnya. Tak terhitung dan berlimpah ruah seperti luapan air bah. Subhanallah, Allahuakbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tanda-tanda keimanan &lt;br /&gt;Bukti keimanan seseorang yang paling nyata tentu saja adalah amal shaleh yang dilakukannya dan libasut taqwa (pakaian taqwa) yang dikenakannya. Yang membedakan seorang muslim dari kufri adalah keimanannya kepada hal yang ghaib. Kemudian juga shalat karena dalam hadist dikatakan :bainal abdi wal kafir tarkus shalat , bainal abdi was syirik tarkus shalat ( batas antara seorang hamba Allah dengan yang kafir adalah meninggalkan shalat dan batas seorang hamba Allah dengan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat. )&lt;br /&gt;Di dalam QS 49 :15 disebutkan orang yang beriman ialah yang tak pernah sedikitpun ragu terhadap yang diimaninya. Kemudian mampu mengatasi ujian-ujian keimanan dari Allah (QS 29 :2) ada satu surat didalam Al Quran yang berjudul Al-mukminun (orang-orang beriman ) &lt;br /&gt;Surat itu merinci karakterikristik orang -orang yang beriman yakni khusyu dalam shalat, menjauhi perbuatan dan perkataan yang sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, menjaga amanah-amanah dan menepati janji serta menjaga shalat-shalatnya. &lt;br /&gt;Orang yang beriman dengan memenuhi kriteria-kriteria di atas akan mewarisi syurga Firdaus dan kekal di dalamnya selama-lamanya. &lt;br /&gt;Ciri mu’min yang lain ada pada QS 48 :29, yang bahkan ciri keimanannya itu tampak pula secara fisik berupa dahi yang hitam /berbekas karena selalu bersujud kepadaNya. &lt;br /&gt;Dan akhirnya orang yang istiqomah dalam keimanannya akan selalu memiliki sikap at tafa’ul (optimis), as syajaah (berani), dan ith mi’nan (tenang ) dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terapi atau cara meningkatkan keimanan &lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan keimanan seseorang di antaranya ialah :&lt;br /&gt;a. Shalat tepat waktu dan khusyu, juga memperbanyak shalat nawaafil.&lt;br /&gt;b.  Shaum. Selain shaum di bulan Ramadhan juga shaum-shaum sunnah seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, Daud, Arafah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;c.  Memperbanyak tilawah quran. Dalam QS 8 :2 disebutkan ciri orang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan ayat-ayat Allah bertambah tambahlah keimanan mereka.&lt;br /&gt;d.  Dzikir dan takafur. Rasullullah SAW terlihat menangis ketika turun surat QS 3 : 190-191. Bilal lalu bertanya dan beliau menjawab : celakalah orang yang membaca ayat ini namun tak kunjung menarik pelajaran darinya. Dan kedua ayat tersebut berisikan tentang bertakafur terhadap tanda-tanda kekuasaannya.&lt;br /&gt;e. Jalasah ruhiah. Acara mabit, menginap, qiamul lail dan sahur bersama untuk kemudian berpuasa dan bila memungkinkan ifthor shaum bersama dengan didahului taujih, ruhiah akan besar efeknya bagi keimanan seseorang. Muadz bin Jabbal dulu acap mengajak sahabat-sahabat yang lain : “ijlis bina ‘ nu’minu sa’at”(duduklah bersama kami, berimanlah sejenak dengan penuh konsentrasi).&lt;br /&gt;f. Dzikrul maut. Mengingat kematian yang pasti datangnya apakah dengan menjenguk dan mentalkinkan orang yang sakaratul maut atau memandikan, mengkafani dan menguburkan maupun ziarah kubur kesemuanya juga dapat meningkatkan keimanan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUPLEMEN&lt;br /&gt;Aqidah secara etimologis berarti yang terikat. Dr Abdullah Azzam mendefinisikan istilah aqidah sebagai perjanjian yang teguh dan kuat, terpatri dalam hati dan tertanam di lubuk hati yang paling dalam. Sementara Imam Syahid Hasan Al- Banna menjabarkan aqidah sebagai urusan yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati menentramkan jiwa dan menjadi keyakinan yang tidak bercampur dengan keraguan. &lt;br /&gt;Aqidah yang diajarkan Rasulullah SAW adalah tauhid dan tujuannya ialah untuk memperkuat ikatan /keyakinan dan hubungan dengan Allah. &lt;br /&gt;Ada dua metode dalam mempelajari aqidah atau yang berkaitan dengan masalah keimanan. &lt;br /&gt;1. Metode asasi yakni metode salafi atau salafus shaleh. &lt;br /&gt;2. Metode ghoiru asasi yakni metode ilmu kalam. &lt;br /&gt;Metode asasi adalah metode yang digunakan kaum salafus shaleh yakni metode yang digunakan di era Rasulullah, di era sahabat, tabi’in dan tabit tabi’in. &lt;br /&gt;Metode ini adalah suatu cara mengenal Allah melalui Allah seperti ungkapan Abu Bakar Ash Shidiq :’’ Kalau Allah tidak memperkenalkan dirinya kepadaku niscaya aku tidak mengenalNya ‘’. &lt;br /&gt;Metode ini merupakan metode ahlus sunnah wal jama’ah dan metode yang kamil serta syamil. &lt;br /&gt;Sementara metode kedua adalah metode ghoiru asasi yang lebih dikenal sebagai metode ilmu kalam yakni menggunakan upaya pendekatan filosofis dan daya nalar dalam masalah keimanan atau aqidah. &lt;br /&gt;Metode ilmu kalam terbukti tidak dapat memberi atsar atau pengaruh keimanan bagi orang yang mempelajarinya juga tidak bisa menuntun kepada prilaku atau akhlaq yang islami. Dan bukannya membuat kita semakin yakin malah semakin ragu kepada Allah dan Risalahnya. &lt;br /&gt;Tokoh-tokoh ilmu kalam adalah Abul Hasan Al-Asyhari, Imam Ar-Razi dan Imam Al-Juwairi, namun mereka akhirnya insaf dan menyadari bahwa metode paling efektif dalam mempelajari dan menanamkan keimanan adalah metode A-Qur’an dan Al-Sunnah.  Wallohu a’lam …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-3087758128988854486?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/3087758128988854486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/memahami-dinamika-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/3087758128988854486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/3087758128988854486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/memahami-dinamika-iman.html' title='Memahami Dinamika Iman'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-606748996869164723</id><published>2009-02-06T04:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T04:25:24.563-08:00</updated><title type='text'>Dinamika Iman</title><content type='html'>Mukadimah &lt;br /&gt;Makna iman dalam perspektif Islam bukanlah sekadar percaya melainkan harus melingkupi tiga aspek yang kesemuanya ada pada manusia yakni qalb (hati), lisan dan amal shaleh. Artinya seseorang yang beriman harus meyakini dalam hatinya dengan sesungguh-sungguhnya tentang semua hal yang harus diyakininya. Kemudian menjelaskan dengan lisannya sebagai sebuah pernyataan keimanan yang membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu. Dan akhirnya dijabarkan dan dibuktikan secara kongkrit dalam amal perbuatannya &lt;br /&gt;Tidak bisa dikatakan beriman seseorang, bila ia tidak memenuhi tiga kriteria kelengkapan iman tersebut. Misalnya seperti paman Nabi saw. yakni Abu Thalib, yang sebenarnya di lubuk hatinya meyakini kebenaran risalah yang dibawa kemenakannya dan sikap serta perilakunya menunjukkan bahwa ia selalu siap menjaga dan melindungi Rasulullah. Namun karena beliau tidak juga kunjung mau melafalkan keimanannya, maka beliau mati tetap dalam keadaan kafir dan dikatakan kelak masuk neraka, walaupun dengan hukuman teringan. Hal yang sebaliknya justru ada pada tokoh munafik yakni Abdullah bin Ubay bin Salul. Sosok ini menggembor-gemborkan lafas keimanannya dan menunjukkan sikap serta amalan selaku seorang muslim, tetapi hatinya mengingkari hal itu dan senantiasa diliputi hasad, kebusukan dan kebencian sehingga selalu secara diam-diam sibuk melakukan intrik-intrik, manuver-manuver, ”kasak-kusuk”, membuat dan menyebarkan isu, fitnah dan provokasi. Pendek kata benar-benar musuh dalam selimut yang menggunting dalam lipatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tipe ketiga, yakni tipe orang yang meyakini keimanan dalam hatinya, melafalkannya namun enggan melaksanakan konsekuensi-konsekuensi keimanannya tersebut. Orang-orang seperti ini dikategorikan orang-orang “fasiq”. &lt;br /&gt;Kemudian hal-hal apa saja yang harus diimani? Obyek yang harus diimani adalah semua yang termasuk dalam rukun iman yang enam, seperti yang tercantum dalam QS Al-Baqarah ayat 285 dan kemudian hadist Jibril yang terkenal. Keenam rukun iman tersebut ialah iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, takdir yang baik dan buruk serta hari kiamat &lt;br /&gt;Keimanan seseorang terhadap rukun iman tersebut membawa konsekuensi-konsekuensi logis yang harus dijalaninya. Iman kepada Allah seyogianya membuat seseorang menjadi taat kepada-Nya, menjalankan semua yang diperintahkan-Nya dan menjauhi semua yang dilarang-Nya serta selalu bersandar dan memohon pertolongan kepada-Nya, takut kepada ancaman dan neraka-Nya dan rindu serta mengharapkan ampunan, pahala dan syurga-Nya. Di samping itu tentu saja selalu ingat dan bersyukur kepada-Nya. &lt;br /&gt;Berikutnya iman kepada malaikat membawa konsekuensi kita berhati-hati dalam sikap, perkataan, dan perbuatan karena di kanan dan di kiri kita ada Raqib dan Atid yang siap mencatat segala yang baik maupun yang buruk yang kita kerjakan. &lt;br /&gt;Sedangkan iman kepada kitab-kitab-Nya membuat kita mengimani semua kitab suci yang berasal dari-Nya. Namun kitab-kitab suci terdahulu adalah sesuatu yang sudah habis masa berlakunya dan telah dikoreksi dan disempurnakan di dalam kitab yang terakhir: Al-Qur’an. Sehingga Al-Qur’an sajalah yang menjadi sumber acuan kita dalam segala aspek kehidupan. &lt;br /&gt;Kemudian iman kepada nabi-nabi membawa konsekuensi kita harus meneladaninya. Dan tidak membeda-bedakannya (QS 2:285). Namun tentu saja uswah dan panutan utama kita adalah Rasulullah Muhammad SAW (QS 33:21)&lt;br /&gt;Berikutnya iman kepada takdir yang baik dan buruk membuat kita akan selalu berusaha, berikhtiar optimal dan kemudian bertawakal atau berserah diri kepada Allah. Jika berhasil, itu berarti takdir baik berupa karunia Allah yang haus disyukuri dan bila gagal atau terkena musibah, itu berarti taqdir buruk berupa cobaan yang harus disabari dan diterima. &lt;br /&gt;Dan akhirnya iman kepada hari akhir atau kiamat akan menyebabkan kita selalu waspada dan berhitung atau mengkalkulasi pahala dan dosa kita serta mempersiapkan bekal untuk hari kiamat itu (QS 59:18) berupa ketakwaan karena segala sesuatunya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika iman dan bagaimana berinteraksi dengan kedinamisan iman tersebut. &lt;br /&gt;قَالَتِ الْأَعْرَابُ ءَامَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;“Orang-orang Arab Badwi itu berkata, “Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, “Kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."  (Q.S. Al-Hujurat:14)&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut di atas kita bisa melihat bahwa masalah iman bukanlah masalah sederhana, karena dibutuhkan waktu, jihad, kesungguh-sungguhan dalam ibadah, ketabahan selain juga faktor hidayah untuk membuat keimanan seseorang benar-benar mengakar, menukik, bahkan menghunjam ke dalam lubuk hati. &lt;br /&gt;Kemudian persoalan berikutnya adalah kenyataan bahwa iman itu dinamis, fluktuatif atau turun-naik. Jadi setelah iman sudah ada di dalam hati, penting untuk selalu dideteksi apakah iman kita meningkat dan bertambah atau justru menurun dan berkurang. &lt;br /&gt;Dalam hadis Nabi saw. disebutkan, “Al-iman yazid wa yanqush” (Iman bisa bertambah atau berkurang). Karena itu seorang yang beriman harus selalu berusaha memperbaharui dan meningkatkan keimanan nya. Seperti halnya tanaman, pohon, atau tumbuh-tumbuhan yang dapat kering, layu, atau bahkan mati bila tak disiram atau diberi pupuk, demikian pula halnya dengan keimanan yang dimiliki seseorang. &lt;br /&gt;Begitu rentannya hati terhadap fluktuasi iman digambarkan oleh Abdullah bin Rawahah ra, “Berbolak-baliknya hati lebih cepat dibanding air yang menggelegak di periuk tatkala mendidih.” Dari tinjauan etimologisnya saja, hati, qalban adalah sesuatu yang berbolak-balik sudah, nampak pula kerentanannya. Dan karena iman tempat di hati, seyogianyalah kita mewaspadai berbolak-baliknya hati dan turun naiknya iman. &lt;br /&gt;Karena itu dalam surat Ali Imran: 8, Allah menuntun agar kita berdoa minta diberikan hidayah, rahmat dan ketetapan hati. Demikian pula doa yang dicontohkan Nabi saw. ”Ya Allah, yang pandai membolak-balikkan hati, tetapkan hati hamba pada agamamu.” Mengapa kita harus terus berdoa seperti itu? Karena usaha menjaga keimanan agar tetap survive dan kalau bisa meningkat adalah hal yang sangat berat, apalagi sampai membuat iman itu berbuah. &lt;br /&gt;Syaikh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pernah mengungkapkan kata-kata bijak, ”Dunia adalah ladang tempat menanam kebajikan yang hasilnya akan kita tuai, panen di akhirat kelak.” &lt;br /&gt;Menurut Ibnul Qayyim pula, iman yang dimiliki seseorang adalah modal berupa bibit. Dan agar bibit itu tumbuh dan berbuah ia harus senantiasa disiram dan dipupuk oleh ketaatan kepada Allah. &lt;br /&gt;Kita memang tidak bisa mengukur atau memprediksikan besar kecilnya kadar keimanan seseorang, namun paling tidak kita bisa melihat bias dan imbas keimanannya dari libasut taqwa, pakaian takwa yang dimilikinya dan implementasi iman berupa ibadah, amal shaleh dan ketaatan yang dilakukannya. &lt;br /&gt;Seberapa besar dan banyak bibit yang dimiliki seseorang dan sejauh mana ia merawat, menjaga, menyirami dan memberinya pupuk dengan ketaatannya kepada Allah, maka sebegitu pulalah buah yang akan dituainya kelak di akhirat. &lt;br /&gt;Rasulullah saw. pun menegaskan, “Al iman yaazidu bi thoat wa yanqushu bil maksiat. Iman akan bertambah/meningkat dengan ketaatan dan akan berkurang atau menurun dengan kemaksiatan yang dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebab-sebab bertambah dan berkurangnya iman &lt;br /&gt;Merujuk kepada hadis Nabi saw. di atas, jelas nampak bahwa sebab utama bertambahnya keimanan seseorang adalah jika ia berusaha selalu taat kepada Allah. Allah akan mencintai dan merahmati orang-orang yang taat kepada-Nya dan rasul-Nya (QS 3: 31, 32, 132). Semakin besar ketaatan yang diberikan seseorang kepada Allah apakah itu dalam rangka menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya maka akan semakin meningkatlah kadar keimanannya. &lt;br /&gt;Sebab-sebab yang lainnya yang juga bisa menjaga dan meningkatkan kadar keimanan adalah bila seseorang selalu mengingat Allah dan banyak bersyukur kepada-Nya. Atau bila diberi cobaan berupa musibah tetap sabar dan bersandar pada Allah serta tak pernah berburuk sangka pada-Nya (QS 29: 2) karena cobaan memang secara sunatullah terkait dengan pengujian kadar keimanan. &lt;br /&gt;Ada sebuah siklus positif yang bisa terjadi pada diri seorang mukmin yakni bila ia memiliki keimanan, iman akan mendorongnya taat, menjalankan ibadah kepada Allah sesuai dengan yang dikehendaki-Nya (QS 51: 56). Kemudian ibadah akan menghasilkan ketakwaan dan ketakwaan dengan sendirinya akan meningkatkan keimanan seseorang. &lt;br /&gt;Sedangkan sebab menurun atau berkurang dan bahkan hilangnya keimanan seseorang adalah maksiat yang dilakukannya. Semakin banyak kemaksiatan kepada Allah yang dilakukan seseorang akan semakin menurun kadar keimanannya. Bahkan jika seseorang terjerumus melakukan dosa besar, pada saat ia melakukan maksiat itu dikatakan iman nya habis sama sekali. &lt;br /&gt;Imam Ghazali mengumpamakan hati seseorang seperti lembaran putih bersih. Dosa yang disebabkan maksiat yang dilakukannya akan menyebabkan titik hitam di lembaran putih itu. Semakin banyak dosa kemaksiatan yang dilakukannya, maka lembaran itu akan hitam kelam. Dan hati yang pekat seperti itu tidak lagi sensitif terhadap dosa-dosanya. &lt;br /&gt;Artinya tidak ada perasaan takut atau menyesal pada saat atau sesudah melakukan kemaksiatan. Apabila kemaksiatan yang dilakukan seseorang masih terkatagori as sayyiat atau dosa kecil, maka kebajikan-kebajikan yang kita lakukan insya Allah akan mengkompensasi dosa dosa kecil tersebut. Dalam hadis Nabi SAW dikatakan, “Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. “&lt;br /&gt;Sementara itu di dalam surat Ali Imran ayat 135 disebutkan ciri orang beriman dan bertakwa adalah bila melakukan kekejian atau menzhalimi diri sendiri (dengan berbuat dosa ) mereka cepat-cepat ingat Allah dan mohon ampunan atas dosa-dosanya Allah Taala memang menyuruh kita bersegera bertobat memohon ampunan dan surga-Nya (QS 3: 133). &lt;br /&gt;Hal yang harus dipenuhi dalam tobat adalah adanya unsur menyesali maksiat yang dilakukan, kemudian berhenti dan ketika berjanji sungguh-sungguh tidak akan mengulanginya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dampak Positif atau Manfaat Kekuatan Iman &lt;br /&gt;a. Memiliki kekuatan hubungan dengan Allah. ”Al-quwwatu silah billah“ (kekuatan hubungan dengan Allah ) adalah buah keimanan yang paling nyata. Karena seorang mukmin yang memiliki kekuatan hubungan dengan Allah tidak akan pernah berputus asa dari rahmat Allah, ia tidak akan karam dalam keputus-asaan. Karena ia akan selalu berpaling kepada Allah. Ia yakin Allah akan selalu menolong dan tidak pernah mengecewakannya. Cobaan sebesar apapun tak pernah membuatnya berburuk sangka terhadap Allah. &lt;br /&gt;b. Memiliki ketenangan dan ketenteraman jiwa. Iman yang dimiliki seseorang membuatnya tidak pernah takut pada manusia sepanjang ia tidak melakukan kesalahan. Ia hanya takut kepada Allah saja. Dengan mengingat Allah, hatinya akan senantiasa diliputi ketenteraman dan ketenangan (QS 13:28), sehingga Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan urusannya orang beriman, bila diberi karunia ia bersyukur dan itu baik untuknya. Dan bila diberi musibah ia bersabar dan itu lebih baik untuknya.”&lt;br /&gt;Iman dalam diri seorang mukmin menjadi stabilisator bagi jiwanya. Karunia yang teramat besar tidak akan pernah membuatnya ujub, takabur atau lupa diri melainkan ia tetap tenang dan mengembalikannya kepada Dzat yang Maha memberi: bahwa itu semua karunia Allah. Dan cobaan sebesar dan seberat apapun juga tidak akan membuatnya hilang akal, terguncang jiwanya dan berburuk sangka atau berpaling dari Allah.&lt;br /&gt;c. Memiliki kemampuan memikul beban apakah itu beban kehidupan ataupun beban dijalan Allah. Orang yang beriman akan mampu memikul beban kehidupan ataupun beban di jalan Allah tanpa berkeluh kesah. Ia akan berikhtiar semaksimal mungkin dan mengembalikan masalah hasilnya kepada Allah.&lt;br /&gt;Fatimah putri Nabi saw. adalah contoh luar biasa seseorang yang ikhlas dan sanggup memikul beban yang berat. Suatu saat ketika ia bersama bapak dan ibunya serta pengikut –pengikut risalah bapaknya dan juga kaum nya mengalami tahun-tahun sulit masa pemboikotan, ibunda Khadijah sempat dengan sendu berujar kepadanya “Kasihan anakku sekecil ini kau sudah menderita,” jawaban Fatimah benar-benar mencengangkannya, “Ibu …mengapa ibu berkata begitu? cobaan yang lebih berat dari ini pun aku sanggup”&lt;br /&gt;Memiliki ketabahan dan kesabaran dalam menanggulangi musibah. Sesungguhnya setiap mukmin akan dicoba oleh Allah dengan berbagai cobaan keimanan. Dan siapa yang sabar dan mengembalikan segalanya kepada Allah, ia akan diberi kabar gembira berupa, kasih sayang, kesertaan, ampunan dan surganya. Ketabahan dan kesabaran memang tak ada batasnya. Namun balasan dari Allah bagi orang –orang yang sabar pun tak ada batasnya. Tak terhitung dan berlimpah ruah seperti luapan air bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tanda-tanda keimanan &lt;br /&gt;Bukti keimanan seseorang yang paling nyata tentu saja adalah amal shaleh yang dilakukannya dan libasut taqwa (pakaian takwa) yang dikenakannya. Yang membedakan seorang muslim dari kufri adalah keimanannya kepada hal yang ghaib. Kemudian juga shalat karena dalam hadis dikatakan:bainal abdi wal kafir tarkus shalat , bainal abdi was syirik tarkus shalat (batas antara seorang hamba Allah dengan yang kafir adalah meninggalkan shalat dan batas seorang hamba Allah dengan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat. )&lt;br /&gt;Di dalam QS 49:15 disebutkan orang yang beriman ialah yang tak pernah sedikit pun ragu terhadap yang diimaninya. Kemudian mampu mengatasi ujian-ujian keimanan dari Allah (QS 29:2) ada satu surat di dalam Al Quran yang berjudul Al-Mu’minun (orang-orang beriman ) &lt;br /&gt;Surat itu merinci karakterikristik orang -orang yang beriman yakni khusyuk dalam shalat, menjauhi perbuatan dan perkataan yang sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, menjaga amanah-amanah dan menepati janji serta menjaga shalat-shalatnya. &lt;br /&gt;Orang yang beriman dengan memenuhi kriteria-kriteria di atas akan mewarisi syurga Firdaus dan kekal di dalamnya selama-lamanya. &lt;br /&gt;Ciri mukmin yang lain ada pada QS 48:29, yang bahkan ciri keimanannya itu tampak pula secara fisik berupa dahi yang hitam /berbekas karena selalu bersujud kepada-Nya. &lt;br /&gt;Dan akhirnya orang yang istiqamah dalam keimanannya akan selalu memiliki sikap at tafa’ul (optimis), as syajaah (berani), dan ith mi’nan (tenang ) dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terapi atau cara meningkatkan keimanan &lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan keimanan seseorang di antaranya ialah:&lt;br /&gt;a. Shalat tepat waktu dan khusyu, juga memperbanyak shalat nawaafil.&lt;br /&gt;b. Shaum. Selain shaum di bulan Ramadhan juga shaum-shaum sunnah seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, Daud, Arafah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;c. Memperbanyak tilawah quran. Dalam QS 8:2 disebutkan ciri orang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan ayat-ayat Allah bertambah tambahlah keimanan mereka.&lt;br /&gt;d. Dzikir dan takafur. Rasulullah saw. terlihat menangis ketika turun surat QS 3: 190-191. Bilal lalu bertanya dan beliau menjawab: celakalah orang yang membaca ayat ini namun tak kunjung menarik pelajaran darinya. Dan kedua ayat tersebut berisikan tentang bertakafur terhadap tanda-tanda kekuasaannya.&lt;br /&gt;e. Jalasah ruhiah. Acara mabit, menginap, qiamul lail dan sahur bersama untuk kemudian berpuasa dan bila memungkinkan ifthar shaum bersama dengan didahului taujih, ruhiah akan besar efeknya bagi keimanan seseorang. Muadz bin Jabbal dulu acap mengajak sahabat-sahabat yang lain, “ijlis bina‘ nu’minu sa’ah” (duduklah bersama kami, berimanlah sejenak dengan penuh konsentrasi).&lt;br /&gt;f. Dzikrul maut. Mengingat kematian yang pasti datangnya apakah dengan menjenguk dan mentalkinkan orang yang sakaratul maut atau memandikan, mengkafani dan menguburkan maupun ziarah kubur kesemuanya juga dapat meningkatkan keimanan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUPLEMEN&lt;br /&gt;Akidah secara etimologis berarti yang terikat. Dr Abdullah Azzam mendefinisikan istilah akidah sebagai perjanjian yang teguh dan kuat, terpatri dalam hati dan tertanam di lubuk hati yang paling dalam. Sementara Imam Syahid Hasan Al-Banna menjabarkan akidah sebagai urusan yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati menenteramkan jiwa dan menjadi keyakinan yang tidak bercampur dengan keraguan. &lt;br /&gt;Akidah yang diajarkan Rasulullah saw. adalah tauhid dan tujuannya ialah untuk memperkuat ikatan /keyakinan dan hubungan dengan Allah. &lt;br /&gt;Ada dua metode dalam mempelajari akidah atau yang berkaitan dengan masalah keimanan. &lt;br /&gt;1. Metode asasi yakni metode salafi atau salafus shaleh. &lt;br /&gt;2. Metode ghairu asasi yakni metode ilmu kalam. &lt;br /&gt;Metode asasi adalah metode yang digunakan kaum salafus shaleh yakni metode yang digunakan di era Rasulullah, di era sahabat, tabi’in dan tabit tabi’in. &lt;br /&gt;Metode ini adalah suatu cara mengenal Allah melalui Allah seperti ungkapan Abu Bakar Sidik, “Kalau Allah tidak memperkenalkan dirinya kepadaku niscaya aku tidak mengenalnya”. &lt;br /&gt;Metode ini merupakan metode ahlus sunnah wal jama’ah dan metode yang kamil serta syamil. &lt;br /&gt;Sementara metode kedua adalah metode ghairu asasi yang lebih dikenal sebagai metode ilmu kalam yakni menggunakan upaya pendekatan filosofis dan daya nalar dalam masalah keimanan atau akidah. &lt;br /&gt;Metode ilmu kalam terbukti tidak dapat memberi atsar atau pengaruh keimanan bagi orang yang mempelajarinya juga tidak bisa menuntun kepada perilaku atau akhlak yang islami. Dan bukannya membuat kita semakin yakin malah semakin ragu kepada Allah dan Risalahnya.&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh ilmu kalam adalah Abul Hasan Al-Asyhari, Imam Ar-Razi dan Imam Al-Juwairi, namun mereka akhirnya insaf dan menyadari bahwa metode paling efektif dalam mempelajari dan menanamkan keimanan adalah metode Al-Qur’an dan Al-Sunnah. &lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-606748996869164723?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/606748996869164723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/dinamika-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/606748996869164723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/606748996869164723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/dinamika-iman.html' title='Dinamika Iman'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-2586200200602398068</id><published>2009-02-02T06:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T06:58:19.749-08:00</updated><title type='text'>Melawan Amerika Dan Israel dengan cara lain</title><content type='html'>)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nemu lagi tulisan menarik… worth to read..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;——————————&lt;br /&gt;oleh : Lutfiel Hakim Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya memulai tulisan ini, ada beberapa fakta yang ingin saya sampaikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk memberikan master franchisenya, Mc DOnald akan mempekerjakan aplikan master franchisenya terlebih dahulu melalui seleksi yang sangat ketat. Di Indonesia, Bambang Rachmadi sang pemegang hak master franchise di Indonesia, harus tinggal di Singapore dan bekerja selama 12 jam non stop. Bukan itu saja, dia harus mengepel dan membersihkan toilet untuk memastikan ia “tahu” apa yang ia kerjakan dan “ia” juga layak mendapatkan master franchise di sebuah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pergilah ke carefour, lalu bandingkan harga kebutuhan barang yang anda perlukan dengan pasar modern lokal. Tidak lupa bandingkan pula cara promosi mereka, pelayanan, dan kenyamanan berbelanja anda. Tapi jangan lihat - lihat pelayannya ya ..:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Facebook menjadi booming site di Indonesia dalam waktu sekejap karena fasilitas - fasilitasnya yang lar biasa. Tidak lama sih, tapi dalam satu hari, saya menghabiskan minimal 5 jam di situs ini. Dan fasilitas yang saya dan anda gunakan sekarang adalah MURNI buatan orang yahudi yang juga anggota persekutuan yahudi yang pastinya mendukung Israel . Kalau disambungkan, jika anda menggunakan komputer IBM, maka komputer tersebut masih merupakan produk terbaik, dan itu juga dibuat oleh orang yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 1/3 dari penerima 600 nobel di dunia itu orang yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wel 4 fakta sederhana di atas menunjukkan betapa saat ini, ras Yahudi sesungguhnya secara nalar logis dan waras with no exception and deception but with full perception unggul atas ras manapun termasuk muslim, mau kader inti PKS, lajnah PBNU, aktifis HTI, Dewan Ansharut tauhid, Asaatidz Salafy atau Lasykar Berani matinya FPI dalam hal pencapaian KINERJA DUNIA. Secara ukhrawi tentu sudah mafhum, mereka kafir dan tidak akan mungkin kafir lebih baik dari seorang mu’min.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah? so what? selama ini kita ummat islam biasanya terlalu asyik dengan diri sendiri, jika tidak menyalahkan orang - orang yahudi atas kemiskinan dan kapitalisme yang melanda dunia Islam. Bro, mungkin saja konspirasi itu benar adanya, sohih atau muttafaqun ‘alaih, tapi pernahkah terfikir oleh kita kalau ada banyak hal dari kita yang sebenarnya amat tertinggal dari mereka?&lt;br /&gt;Ada alasan kenapa gaji orang Amerika di Indonesia itu selangit dibanding warga lokal dengan jabatan yang sama. Ada alasan kenapa pengguna internet di Amerika itu mencapai 270 juta dibandingkan di Indonesia yang hanya 20 juta. Ada alasan kenapa banyak motivator terbit dari negeri keparat itu daripada dari negeri muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar woi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak istilah - istilah talmudz, freemasonry,bintang daud atau simbol - simbol kengerian yahudi yang justru menjerumuskan kita ke dalam sikap “blaming”, menyalahkan orang lain terus - menerus atas apa yang terjadi, yang itu tidak akan membawa perubahan apapun. Ingat bro, ada banyak alasan kenapa mereka begitu tertib mengantri untuk mendapatkan sesuatu, bandingkan dengan kita yang ngakunya muslim ta’at tarbiyah lah, generasi barulah apalah, tapi sok nyerobot antrian orang, lampu merah diterjang, kena tilang tinggal nego, bikin SIM nego harga. Ada alasan yang benar - benar nyata kenapa si Calum Hyslop asal Australia co - chatting saya itu ngotot kalau mau peace, muslim harus mulai belajar menghargai capaian - capaian barat dalam hal teknologi kesehatan dan etc.&lt;br /&gt;Ada alasan juga kenapa setiap capres yang kalah di Amerika dengan legowo mengucapkan SELAMAT kepada musuh bebuyutannya sekalipun beberapa saat setelah hasil penghitungan suara diketahui. Untuk satu ini, saya akui PKS sudah melakukannya waktu pilkada DKI (iya dooooong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok atau kapan saja, cari taulah seorang expat asal negerinya Bush yang sering anda samakan dengan monyet itu, lalu bandingkan efektifitas penggunaan waktu kerja dan hasil yang dicapai, termasuk profesionalismenya. Saya juga tidak terlalu underestimate dengan moslem, tapi ini fakta kalau mereka si barat - barat sialan itu memang somehow lebih hebat dalam bekerja daripada kita secara rata - rata. Tingkat kesadaran mereka amat tinggi dalam bekerja dan mencapai target. Karenanya ada nama - nama Brad Sugar, Zig Ziglar, Maxwel dan puluhan bahkan ratusan jumlahnya mengisi daftar motivator yang bisa merubah cara pandang hidup seseorang dalam bekerja.&lt;br /&gt;Ada alasan juga kenapa Israel bisa memiliki senjata - senjata tercanggih masa kini, dengan pasukan elitnya yang menduduki peringkat pertama di dunia.Gokil kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka SMART bro, SMART. Mereka memang cerdas, and they use their mind ketika kita masih sibuk bikin PR buat siswa - siswa kita, ketika kita masih capek habis dipermak dosen pembimbing karena salah materi. Si Israel gendheng itu pintar, kerjanya juga bagus. Si amerika idiot itu juga kepakai kerjanya karena rapi dan selalu datang tepat waktu, tidak seperti kita yang setiap kali datang memalak toleransi kantor, 5 menitlah, 10 menitlah. Belum facebookan, belum friendster, belum bla bla bla….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bro, so what kalau memang ada konspirasi?&lt;br /&gt;konspirasi atau tidak konspirasi, mereka para musuh kita itu memang hebat dan pintar. apalagi ada konspirasi. Di saat aktifis - aktifis kampus memperbanyak diskursus tentang konspirasi zionis itu, mereka bahkan sudah bersiap dengan strategi -strategi melemahkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya? mengetahui adanya konspirasi dan…ini nih yang sebagian besar aktifis juga tahu, Ghazwul Fikri atau Mind War itu amat penting. Tapi melakukan blind-blaming atas apa yang terjadi itu sama tidak pentingnya dengan anda duduk 1,5 jam nggak ngapa-ngapain nungguin motor anda dicuci. Betul, saya sudah pernah buktikan yang terakhir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boikot Produk Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, saya di garda paling depan pastinya. Saya amat mengurangi konsumsi untuk produk yang berafiliasi dengan Yahudi laknat semampu saya. Tapi lihatlah, kalau ente jeli wahai para aktifis muslim, gerai Mc D itu jumlahnya sudah lebih dari seratus di Indonesia , dan bertambah setiap tahunnya. Mungkin saja pendapatan mereka sama dengan pendapatan warteg, warsun atau warung pecel lele atau bahkan RM Masakan Padan Bundo Kanduang di seluruh Indonesia . Apa artinya? saya ingin tegas mengatakan, they deserve. Ya, mereka berhak kok. Manajemen Mc Donald itu profesional sekali. Kecuali orang yang memang selera burgernya rendah, mungkin mereka tidak akan menyukai buatan Mc Donald yang yummy. Secara hitung - hitungan bisnis pun mereka masuk akal dan menguntungkan sehingga banyak peminat investasi. Lihat saja poin pertama tadi, itu cerita dari sang pemegang master franchise Indonesia . Direktur utama bank terkemuka disuruh ngepel dan bersih - bersih toilet Mc Donald Singapore untuk memastikan dia tahu apa yang harus dikerjakan kelak. Kita bagaimana? Yang penting fulus, franchise lancar. Jadi wajar saja bro, kalau seruan boikot itu untuk sementara masih berlaku di internal penyeru saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira contoh di atas cukup menjadi bukti kehebatan si Yahudi cilako dalam berbisnis. Ini juga berlaku untuk produk lain seperti : Johnson, Klub Arsenal atau Carefour. Mereka kelola secara profesional dan hasilnya mereka memenangkan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bab boikot ini, saya ingin menyampaikan pesan bahwa BOIKOT SAJA TIDAK CUKUP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi apa dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia yang terhubung langsung dengan judul “Melawan Amerika dan Yahudi dengan Cara Lain”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amat penting : Belajarlah&lt;br /&gt;Ya, belajar belajar dan belajarlah. Jangan novel karangan Kang Abik saja yang dibaca. Moslem mesti segera menyalip ketertinggalan pengetahuan dari si sombong barat wal yahuud itu. Belajar teknologi tingkat tinggi, jangan hanya puas dengan menjadi trend-follower. Sudahlah menjadi Trend - Follower, trennya gaya barat pula!! Saya menunggu webber muslim Indonesia menciptakan chestbook atau earbook, atau eyebook atau apalah untuk mengganti facebooknya Yahud yang mengasyikkan ini. Anda yang bergelar S.Pt. belajarlah pertanian untuk mengurangi impor - impor pertanian dari luar negeri, apalagi dari eropa. Malu bro, malu !! mau dikemanakan muka ente kalau negara muslim yang kaya ini menjadi pengemis barang pertanian dari orang asing.&lt;br /&gt;Pendidikan di Indonesia yang single-majoritynya adalah muslim ini sudah bak kereta supercepat TGV lines dari negerinya Sarkozy melawan dokar yogya. Jauh banget bro. Bumi dan langit. Lihat saja muka ente yang merah padam kalau ketemu orang berkulit bule. Kenapa? takut diajak ngobrol karena tidak bisa berbahasa Inggris. padahal si bule ternyata bernama WAHYU SUPARNO…..&lt;br /&gt;Maka secara teoritis, sebenarnya kita harus melompat untuk mengejar, karena berlari dengan kecepatan yang sama pun masih tertinggal, dan kondisi saat ini, kita terus tertinggal karena si Yahuud yang memang yahuud itu makin cepat berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Entrepreneurship&lt;br /&gt;Makanan apa tuh? itu bukan makanan bro, tapi itu SUMBER MAKANAN orang - orang Yahudi. Mungkin sampai dengan urutan ke 1000 sekian di top ranking the richest man in the world, tidak satupun yang berstatus ini : Karyawan. Ya, mereka itu entrepreneur bro. Pengusaha. Mereka jatuh bangun membangun usaha mereka dari nol sampe sukses. Kalau ada IBM, Microsoft, Mc D, KFC, atau merek - merek tetek bengek dari Amrik itu yang punya pastilah seorang Entrepreneur dan bukannya karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa iya para sarjana Islam yang yang bergelar SEI, Ir, SE, SPd, dibandrol sejuta limaratus perbulan sudah puas? pantesan pas aksi ONE MAN ONE DOLLAR nyumbangnya juga pas - pasan. Bro, Ciputra yang notabene non muslim saja tahu, kalau Indonesia mau maju, harus ada minimal 2% pengusaha dari total penduduknya. Sedangkan sekaran hanya berkisar 0,00 sekian persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa entrepreneur dan bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Tentu, selama belum ada resto cepat saji sekelas Mc Donald yang kualitasnya minimal sama, ya logislah konsumen akan tetap setia pada istri tua :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iya lah.Mana mau konsumen beli komputer abal - abal sebagai ganti IBM yang ciamik. Makanya moslemlah yang harus menciptakan saingan untuk IBM, KFC, CFC, Jhonson, Danone, Facebook, Friendster de el es be. Ganyang tuh pasarnya dengan profesional. Dengan cara ini,akan habislah itu Tiran Israel.Puaslah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ada modal, gimana nih?&lt;br /&gt;Nah…ini nih. Ini dia mental khas kebanggaan warga Inlander yang mesti dimasukin kotak sabun terus dicuci bersih - bersih. Bagi saya, kalau setelah lulus sarjana - sarjana muslim itu masih bertanya demikian, saya pasti akan memprovokasi generasi setelahnya atau yang masih kuliah untuk KELUAR DARI SEKOLAH. Ya ngapain sekolah sampai gelarnya se abgrek kalau pertanyaannya tidak bermutu?&lt;br /&gt;Andrie wongso itu lulusan apa dan modal apa? kenapa dia bisa kaya dan terkenal? SD bro!!! bayangkan!!!&lt;br /&gt;Masa kalah sama lulusan SD? saya menyarankan siapapun yang ingin diskusi lebih lanjut untuk menghubungi Jay d ‘terrorist agara tahu APA SEBENARNYA MODAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau rugi dan gagal gimana?&lt;br /&gt;Anda tahu, ketika anda mengucapkan hal tersebut, orang - orang Yahudi bersorak meneriaki kemenangan mereka. Itu adalah GHOZWUL FIKRI yang anda semua pelajari di halaqoh - halaqoh. Ya!!! Sudah tentu kemenangan itu milik orang - orang yang tahan banting. Dan lagi - lagi, para Yahuud jahat itu sudah membuktikannya. Bacalah sejarah pengusaha - pengusaha Yahudi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Final&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih sangat meyakini bahwa moslem memiliki kekayaan bathin yang sangat banyak, lebih dari bangsa dengan perbuatan terburuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kita miliki adalah keberanian untuk bertindak. Saya percaya muslim tidak ambisius terhadap harta karena mungkin saja takut terkena wahn. Tapi bolehlah saya berpendapat, MA LAA YATIMMUL WAJIB ILLA BIHI FAHUWA WAJIB. Kalau dengan kemenangan iqtishodi ini menjadi keharusan untuk menaklukkan bangsa sombong itu, maka menjadi kaya juga hukumnya WAJIB bro……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://ask.yahoo.com/20000 210.html&lt;br /&gt;http://zainalabidin.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel Hakim Abdullah&lt;br /&gt;Penulis adalah pemilik&lt;br /&gt;Lembaga Layanan Bahasa Asing SPEAK2SUCCESS&lt;br /&gt;http://www.speak2success.c om&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-2586200200602398068?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/2586200200602398068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/melawan-amerika-dan-israel-dengan-cara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/2586200200602398068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/2586200200602398068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/02/melawan-amerika-dan-israel-dengan-cara.html' title='Melawan Amerika Dan Israel dengan cara lain'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-4707445959942415277</id><published>2009-01-26T07:04:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T07:07:49.020-08:00</updated><title type='text'>Pejuang Gaza.... pahlawan</title><content type='html'>Pejuang Gaza.. Para Pahlawan di Medan Perjuangan&lt;br /&gt;Tsaqafah Islamiyah&lt;br /&gt;26/1/2009 | 28 Muharram 1430 H | 43 views&lt;br /&gt;Oleh: Al-Ikhwan.net&lt;br /&gt;Kirim Print&lt;br /&gt;Jundullah "HAMAS" siap berjuang untuk mendapatkan dua kebaikan dunia dan akhirat "Menang atau syahadah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jundullah "HAMAS" siap berjuang untuk mendapatkan dua kebaikan dunia dan akhirat "Menang atau syahadah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penerjemah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Abu Al-Izz menunggu selama 9 hari berturut-turut untuk menghadapi mesin perang Zionis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Asy-Syahid Ar-Riifi menawan seorang tentara Zionis lalu keduanya diserang oleh pesawat Zionis sehingga keduanya mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Abu Naif berhadapan dengan Zionis dan ketika dirinya tampak diahdapan mereka (tentara zionis) lari ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Abu Ubaidah: kami telah menghancurkan 10 tank tanpa dipantau oleh pesawat-pesawat tempur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah para pejuang yang mengorbankan jiwa untuk melawan agresi Zionis terhadap Jalur Gaza, sekalipun kemampuan mereka tidak seimbang bahkan jauh dari persenjataan yang dimiliki oleh Zionis seperti pesawat tempur, mobil tank lapis baja, bom cerdas, roket dan rudal jarak jauh serta alat perang besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mereka tidak mengenal kata menyerah, dan tidak ada dalam kamus mereka kata-kata kalah… karena mereka mencari satu dari dua kebaikan: “Menang atau Syahadah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim (Ikhwan online) saat melakukan kunjungan ke sekitar pinggiran distrik Al-Tuffah sebelah timur Gaza - di mana sayap militer pejuang Palestina menghadapi perang yang begitu sengit dan keras sehingga mampu memberikan kepada musuh pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan – kami bertemu dengan seorang pejuang yang bernama “Abu Al-Ezz,” salah satu pejuang brigade al-Qassam; dimana beliau masih terus memantau di dalam salah satu kavaleri - yang sebelumnya telah dipraktekkan – berbagai pergerakan memantau sebagian penarikan pasuan dan alat perang dari jauh. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa lelah dan letih bercampur dengan kebanggaan akan sebuah kemenangan dan ketegaran tampak jelas di wajahnya; berdiri tegak dengan penuh kewibawaan tampak diwajahnya saat keluar dari kavalerinya untuk menemui kami dengan berpakaian militer, dengan kepala yang dihiasi slayer berwarna hijau bertuliskan kalimat tauhid yang penuh dengan keringat.&lt;br /&gt;Gaza; markaz kekuatan umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaza; markaz kekuatan umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid Abu Al- Ezz tidak ragu –sebagaimana yang disampaikan pada kami di awal ceritanya – dalam membidik  sasaran pada salah satu mobil tank lapis baja yang terkonsentrasi di pinggiran distrik al-Tuffah sebelah timur Kota Gaza, meskipun intensitas bombardir dari berbagai jenis pesawat terbang Zionis di langit Jalur Gaza terus meningkat, dengan berdiri tegak untuk menembak dan menghancurkan mobil tersebut menggunakan dua roket (RPG) secara berturut-turut, dan dengan izin Allah dapat mengenai sasaran ; sehingga memancarkan lampu kilat yang begitu terang dan membunuh tentara yang ada di dalamnya kemudian setelah itu kembali ke pangkalan nya dengan selamat, santai  dan tenang dan siap untuk melakukan putaran selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dimulainya agresi Zionis atas Jalur Gaza yang mengakibatkan lebih dari 7000 orang yang syahid dan cedera, di samping adanya program penghancuran bangunan dan infrastruktur; namun Abu Al-Izz (salah satu anggota brigade Al-Qassam untuk sayap bersenjata dari Hamas –unit tameng) – dan para mujahidin lainnya- tidak ragu dalam mendeklarasikan status peringatan dan kesiapan untuk mengusir Zionis yang telah melakukan invasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika jarum jam menunjukkan angka nol dan terdengar perangkat mesin militer Zionis mulai bergerak menuju kota Jalur Gaza, Abu Ezz mulai bertolak pergi ke tempat khusus untuk melakukan “penyerangan” balik, yang telah disiapkan sebelumnya sesuai dengan rencana dan strategi pertahanan yang diatur oleh sayap militer Palestina pada garis perlawanan Jalur Gaza sebagai antisipasi agresi darat Zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu berada di bawah tanah&lt;br /&gt;Pesawat Zionis mengintai setiap benda yang bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat Zionis mengintai setiap benda yang bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pusat penyerangan yang merupakan terowongan bawah tanah memiliki luas satu setengah meter, di mana beliau menggunakan penutup kepala dan menggunakan kamuflase berwarna hijau daun pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu minggu penuh dan berkesinambungan berada di garis pertahanan yang di lakoni oleh Abu Ezz - seperti yang diceritakan – sendirian berada di semak belukar dan pertahanan tersebut; dengan perbekalan makanan dan air yang sedikit menunggu momen penting untuk bertemu dengan musuh, sementara lidahnya terus berdoa agar Allah berkenan memberikan kemenangan dan kejayaan kepada para mujahidin, dan memaafkan kesalahan mereka, meluruskan lemparan dan memenangkan mereka atas para tentara Zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menceritakan kepada (Ikhwan Online) tentang tugas yang dibebankan kepadanya telah menunjukkan tanda-tanda kemenangan dan kejayaan, dan berkata: “Selama sembilan hari dan sembilan malam berada dalam posko penyerangan untuk memantau pergerakan mesin perang dan tank-tank lapis baja terkonsentrasi di Jabal Al Rayyes bagian Timur Gaza sebelum melaksanaan tugas yang ditaklif kepada saya; yaitu dengan mengejutkan tank-tank lapis baja dengan serangan roket ( RPG), beliau menambahkan: ” Saya bergabung dengan kelompok istisyhadiyah, dengan penuh kesiapan dan selalu melakukan komunikasi dengan komandan, sambil menunggu saat-saat penting. “Akhirnya, setelah satu setengah minggu dalam penantian mulailah pesawat-pesawat Zionis dengan berbagai jenisnya membakar dan menghancurkan semuanya baik tanah yang hijau dan kering dan membuka jalan; sebagai persiapan untuk masuknya puluhan tank dan kendaraan lapis baja ke Jabal Rayyes diiringi dengan lontaran roket dan missil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencium senjata (RPG) nya Beliau menambahkan: “Seakan-akan Allah menjawab doa saya; di mana puluhan mobil-mobil tank dan truk-truk pengangkut tentara mulai maju sambil diselimuti oleh serangan yang intensif dan bom asap untuk mengaburkan pemantauan pasukan yang tersebar di berbagai tempat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan dari langit&lt;br /&gt;Kerugian atas zionis; mesin perang hancur dan tentara yang mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian atas zionis; mesin perang hancur dan tentara yang mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menambahkan, sambil menunjuk pada tempat yang menjadi pusat mesin perang Zionis: “Setelah tentara Zionis melaju dengan mobil-mobil tank dengan penuh hati-hati dan terkonsentrasi pada beberapa ratus meter dari tempat saya, dan setelah terasa nyaman akan kosong nya kawasan tersebut dari pasukan Mujahidin; secara tiba-tiba saya melakukan penyerangan, walaupun intensitas serangan udara begitu banyak dengan menggunakan roket (RPG) pada salah satu mobil tank yang paling dekat, dan saya menghancurkannya dengan dua roket (RPG) secara berturut-turut setelah sebelumnya saya membaca ayat Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللهَ رَمَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar”. (Al-Anfal:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sempat terkejut dan langsung mengeraskan suaranya oleh dampak reaksi yang terjadi: “Saya tidak percaya terhadap apa yang Saya saksikan .. adanya api yang langsung menghanguskan tank tersebut, suara dan teriakan pasukan penjajah yang ada di dalamnya terdengar begitu keras, dan aku melihat beberapa mayat bergelimpangan di tempat tersebut seakan aku telah menyerangnya dengan puluhan roket”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Abu Ezz mampu - seperti yang ditunjukkan –mundur dengan santai dan tenang tanpa ada pesawat musuh yang mengintainya, dia menambahkan: “seakan-akan Allah memberikan perlindungan kepada saya dari berbagai arah dan penjuru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya beliau menutup ceritanya dengan berkata: “Saya sadar,  jika Allah tidak berkenan melindungi saya dan adanya bala tentara yang turun saat itu, maka saya tidak akan berhasil menunaikan tugas dengan maksimal,” dan akhirnya beliau sebagai saksi hidup menyatakan bahwa kemenangan adalah milik warga Gaza dan Hamas, dan Beliau juga berkata: “Allah tidak melupakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan selalu berdzikir, dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan dengan cara memotong jalan&lt;br /&gt;Pulanglah kalian dengan penuh kehinaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah kalian dengan penuh kehinaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud Ar-Riifi salah satu anggota dari kelompok “martir ghost” .. Tetap bertahan selama dua hari dua malam berada dalam persembunyiannya; dengan membawa makanan seadanya dari buah kurma dan air, sementara di tangan kanannya memegang senjata, dan di tangan kiri nya menggenggam alat komunikasi elektronik untuk dapat selalu berkomunikasi dengan teman-temannya dan komandannya, dan dia sendiri menunggu untuk bertemu musuh sambil harap dan cemas; namun lisannya selalu mengumandangkan doa dengan berharap Allah berkenan mengalahkan musuh dan membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pimpinan brigade al-Qassam berkata: “Setelah 48 jam menunggu sendirian di parit yang luasnya tidak lebih dari dua meter; akhirnya Ar-Riifi mampu mengejutkan sekelompok tentara Israel di Jabal Rayes, sebelah timur Kota Gaza, dan beliau sendiri yang menghadapi mereka, yang mana, dirinya tidak hanya membawa apa-apa kecuali satu senjata, namun mampu membunuh dua tentara dari mereka dan melukai yang lainnya. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan: “Sebagaimana pula Ar-Rifi berhasil menawan seorang tentara yang dibawa dengan ketiaknya dan bersegera kembali ke tempatnya semula, namun pengintaian pesawat menimpa dirinya dan melontarkan tembakan atasnya dan tentara Zionis yang ditawannya sehingga keduanya tewas oleh tembakan peluru Zionis. Dan selama melakukan penyerangan, Ar-Riifi mampu membuat mereka ketakutan, sehingga diantara mereka mulai cemas, frustasi dan menangis, bahkan berteriak histeris seakan spirit mereka telah runtuh, seakan malaikat menimpakan ketakutan ke dalam jiwa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun seorang mujahid lainnya bernama “Abu Nayef ” dari Brigades Al-Qassam, adalah sosok prajurit  yang keluar bersama teman-temannya sambil memegang senjata di tangannya, dan peluncur (RPG) di belakangnya, dan roket yang menggunakan tangan berada di posko militer, namun dengan penuh azimah dan keimanan, dirinya rindu bertemu musuh sehingga membuat panas di dalam dirinya, guna dapat membalas darah anak-anak yang syahid dan beliau juga merasa trenyuh dengan berbagai tangisan dan keluhan yang keluar dari mulut-mulut wanita Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama tiga rekannya Abu Nayef -yang saat ini sedang berbaring di rumah sakit- menyebar - sebagaimana yang diceritakan oleh salah seorang komandan lapangan brigade – di sekitar salah satu rumah di distrik al-Tuffah bagian timur Gaza, dan dari kejauhan mulai tampak mobil-mobil tank pertama mendekati rumah; dan muncullah serangan pertama secara tiba-tiba tanpa ada pendahuluan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Abu Nayef berhasil menghancurkan selah satu mobil tank dengan roket (RPG), sehingga peluru pun meluncur di setiap tempat dan berubah menjadi medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh, ketika matanya yang terus terjaga dalam kondisi perang, menyaksikan sebuah roket menimpa sebuah apartemen yang jaraknya tidak jauh darinya kecuali beberapa meter saja, sehingga api pun berkobar di dalamnya, lalu Abu Nayef merunduk dan dengan pandangan matanya pula dirinya menyaksikan api berkobar dengan kuat kemudian menghilang secara tiba-tiba, lalu berkobar lagi namun kemudian hilang kembali dengan penuh ketakjuban, seakan para malaikat menjaga tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Tsaer, salah seorang pimpinan brigade juga menambahkan akan cerita Abu al-Nayef: “Dengan penuh kegeraman Abu Nayef menyerang sebuah mobil tank dengan missil; sehingga berkobar api dengan keras… dan kami mendengar ada teriakan dari para tentara yang berada di dalam mobil tank yang hancur tersebut..terdengar permintaan tolong dan erangan kesakitan dan tangisan, namun dirinya telah berazam dengan kuat sehingga tetap menyerang dengan salah satu roket untuk menghncurkan badan mobil tank sambil melontarkan peluru ke arah tentara yang ada di dalamnya sementara suara mereka begitu keras keluar dari dalam mobil tersebut dan jari-jari mereka terbelenggu oleh senjata yang ada ditangan mereka dan yang lainnya menggenggam kendali mobil seakan mereka tidak mampu untuk keluar kecuali secara paksa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Tsaer mengatakan bahwa sejumlah sahabat Abu Nayef syahid karena terkena tembakan tank; ada yang luka pada lengannya dan membuat jatuh senjata yang ada ditangannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menambahkan: “Ia jatuh ke tanah sementara dirinya tidak mampu bergerak ke samping tembok suatu rumah, dan mobil-mobil tank tersebar di berbagai tempat namun tentara Zionis yang ada dalam tank tersebut takut untuk keluar meskipun serangan telah dihentikan, seakan  Allah berkehendak untuk tidak mengindahkan prajurit tersebut seakan mereka mengira dirinya telah mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyatakan bahwa Abu Nayef tetap tidak berubah selama tiga hari sampai pasukan penjajah ditarik mundur pada posisinya di tempat yang dikuasai oleh serangan pasukan pejuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan yang jitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah, salah satu pimpinan lapangan pasukan pejuang di bagian timur distrik Az-Zaitun  Kota Gaza; beliau dan teamnya juga menunggu-nunggu kesempatan yang tepat untuk memancing mobil-mobil tank dan mesin perang Zionis masuk ke wilayahnya, sementara lisan-lisan mereka tidak berhenti berdoa kepada Allah agar diturunkan tentara dari langit, sehingga tiba-tiba dan tanpa peringatan muncul kabut tebal di wilayah tempat mereka tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian memungkinkan Abu Ubaidah dan teamnya menyelusup menuju puluhan mobil tank dan menanam perangkat bom peletus di dekatnya kemudian kembali tanpa dapat diintai oleh pesawat terbang pengintai di udara, dan pada saat waktu gelap beralih menjadi terang,  tidak terdapat seorang pun dari prajurit musuh yang berada di mobil tank tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah dengan nada kemenangan mengatakan: “kita dapat meledakkan semua perangkat peledak yang ada di dekat mobil tank, dan sekelompok tentara musuh yang berjalan, dan berhasil membunuh 5 personil dan melukai puluhan lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gilirannya, Abu Ayyash salah seorang anggota Brigades pasukan pejuang berkisah tentang rincian elaborasi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok Qassam khususnya di Jabal al-Rais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa kelompok bersenjata dari pasukan syuhada menyebar bom ranjau darat anti personil dan senjata mesin berat yang tersembunyi di antara pohon-pohon yang terdapat di Jabal Rayes, setelah berhasil menanam tanah dengan peledak jarak jauh jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan: “Setelah satu setengah hari menunggu datangnya pasukan khusus Israel yang disertai sekelompok mobil-mobil tank mulai tampak maju; melewati tanah yang dipasangkan ranjau dan peledak dengan detonated jarak jauh dan kemudian berhasil menghancurkan mobil-mobil tank dan membunuh personel yang ada di dalam nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa pasukan pejuang telah mempersiapkan bahan lain yang lebih baru; di mana mereka berhasil meledakkan bom anti-personil atas pasukan khusus milik Israel, dan mengatakan: “Kami mendengar ada teriakan dan permintaan tolong dari para tentara Zionis, dan kami melihat sejumlah personel yang mati pada shaf mereka, akibat terkena pesawat Zionist yang mengincar setiap lokasi dan mengintai setiap sesuatu yang bergerak; mengakibatkan pasukan pejuang yang cedera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi penyelamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa setelah dipastikan dua pasukan pejuang masih dalam keadaan hidup; pimpinan pasukan brigade Al-Qassam memutuskan untuk menyelamatkan keduanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-4707445959942415277?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/4707445959942415277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/01/pejuang-gaza-pahlawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/4707445959942415277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/4707445959942415277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/01/pejuang-gaza-pahlawan.html' title='Pejuang Gaza.... pahlawan'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-7500374213029800421</id><published>2009-01-26T06:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T06:53:48.285-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>1. Fadhilah Surah Ali Imran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan padaku Abu Umamah Al-Bahiliy R.A berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda : “Bacalah oleh kalian semua Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat nanti sebagai pembawa syafaat bagi para pembacanya, bacalah oleh kalian semua “Dua yang Bersinar” (yaitu) Al-Baqarah dan Ali Imran, maka ia akan datang pada Hari Kiamat nanti bagaikan 2 naungan, atau bagaikan 2 awan, atau bagaikan 2 belahan burung dari angkasa yang menghalangi para pembacanya (dari api neraka –pen). Bacalah oleh kalian surah Al-Baqarah karena barangsiapa yang mengambilnya akan dilimpahkan berbagai kebaikan dan barangsiapa yang meninggalkannya akan ditimpa kerugian, dan tidak ada Al-Bathlah yang mampu mencelakakannya.” Berkata Mu’awiyah : Telah disampaikan kepadaku bahwa makna Al-Bathlah yaitu Tukang-tukang Sihir/Guna-guna [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنِ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلَابِيَّ يَقُولُا : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ وَضَرَبَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةَ أَمْثَالٍ مَا نَسِيتُهُنَّ بَعْدُ قَالَ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabiy berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda :  “Akan diberikan Al-Qur’an kepada para pembacanya di Hari Kiamat, yaitu orang-orang yang mengamalkannya, didahului oleh surah Al-Baqarah dan Ali Imran, maka Nabi SAW membuat 3 perumpamaan yang tak akan dilupakan setelahnya, beliau SAW bersabda : “Kedua surah itu laksana 2 awan, atau 2 naungan gelap yang di antara keduanya ada cahaya, atau 2 belahan burung besar yang menjaga dan menghalangi para pembacanya (dari api neraka –pen).” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقُلْتُ لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطُرِحَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِسَادَةٌ فَنَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طُولِهَا فَجَعَلَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ ثُمَّ قَرَأَ الْآيَاتِ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ آلِ عِمْرَانَ حَتَّى خَتَم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas RA berkata : Aku menginap di rumah bibiku Maimunah, aku berkata :  Aku mau melihat shalat malamnya Nabi SAW, maka ku intip Nabi SAW saat beliau SAW tidur, beliau SAW tidur pd waktu yang panjang dari malam itu, setelah kantuk hilang dari wajahnya maka beliau SAW membaca 10 ayat di akhir surat Ali Imran sampai selesai [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَافْتَتَحَ الْبَقَرَةَ فَقُلْتُ يَرْكَعُ عِنْدَ الْمِائَةِ ثُمَّ مَضَى فَقُلْتُ يُصَلِّي بِهَا فِي رَكْعَةٍ فَمَضَى فَقُلْتُ يَرْكَعُ بِهَا ثُمَّ افْتَتَحَ النِّسَاءَ فَقَرَأَهَا ثُمَّ افْتَتَحَ آلَ عِمْرَانَ فَقَرَأَهَا يَقْرَأُ مُتَرَسِّلًا إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ ثُمَّ رَكَعَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hudzaifah RA berkata : Aku shalat (qiyam al-layl –pen) berjamaah[4] bersama Nabi SAW di suatu malam, maka beliau SAW membukanya dengan membaca surah al-Baqarah, maka aku berkata (dalam hati –pen) : Nampaknya beliau SAW akan ruku’  [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah membaca 100 ayat, tetapi beliau SAW terus melanjutkan bacaannya, maka aku berkata lagi : nampaknya beliau SAW akan membaca seluruh surah al-Baqarah dalam 1 rakaat, tetapi beliau SAW terus melanjutkan dengan membaca surat An-Nisa’, lalu  dibaca seluruhnya, lalu beliau SAW membaca surat Ali Imran dan dibaca seluruhnya[6], beliau SAW membacanya dengan perlahan-lahan, setiap bertemu dengan ayat tasbih beliau SAW bertasbih dulu dan setiap bertemu dengan ayat pertanyaan maka beliau SAW bertanya, dan setiap beliau SAW bertemu dengan ayat perlindungan beliau SAW memohon perlindungan dulu[6], lalu beliau SAW ruku’… [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اسْمُ اللهِ الأَعْظَمِ فِي سُوَرٍ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثٍ : فِي الْبَقَرَةِ وَ آلِ عِمْرَانِ وَ طَهَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama ALLAH yang paling agung dalam Al-Qur’an ada di 3 tempat : Di surah Al-Baqarah, Ali Imran dan Thaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-7500374213029800421?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/7500374213029800421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/01/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7500374213029800421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7500374213029800421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/01/1.html' title=''/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-7525359818505122127</id><published>2009-01-18T09:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T09:19:30.509-08:00</updated><title type='text'>FROM YAHOO</title><content type='html'>JERUSALEM – The Israeli army says it has begun withdrawing its troops from Gaza after ending a three-week offensive in the territory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The move comes shortly after Gaza's Hamas rulers announced a one-week cease-fire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Israeli military would not say how many troops it is pulling out. But tanks were rolling out early Sunday and smiling infantry soldiers were seen walking toward the border.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel announced a unilateral cease-fire late Saturday. It says it will keep at least some troops in Gaza while arrangements are made to prevent Hamas from rearming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THIS IS A BREAKING NEWS UPDATE. Check back soon for further information. AP's earlier story is below.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAZA CITY, Gaza Strip (AP) — Hamas offered Israel an immediate weeklong truce Sunday, hours after Israel silenced its guns and grounded its aircraft, but the Islamic militant group conditioned long-term quiet on a complete Israeli withdrawal from the territory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militant rockets peppered southern Israel ahead of the Palestinian truce offer, threatening to re-ignite three weeks of violence that killed more than 1,200 Palestinians — more than half of them civilians, Gaza officials said — and turned the streets of Hamas-ruled Gaza into battlegrounds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Gaza, Palestinians loaded vans and donkey carts with mattresses and ventured out to see what was left of their homes after Israel's punishing air and ground assault. Bulldozers shoved aside rubble in Gaza City to clear a path for cars. Medical workers sifting through mounds of concrete said they recovered 100 bodies amid the debris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel mounted the offensive three weeks ago to halt years of rocket attacks, but despite the latest barrage, the government spokesman said Israel's cease-fire offer stood. Thirteen Israelis died during the offensive, including four killed by rocket fire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We will honor our cease-fire as we said last night and will only act to defend ourselves if we see Hamas provocation," the spokesman, Mark Regev, said in response to the Hamas cease-fire announcement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But Israel said its troops in Gaza would not leave until rocket fire halted entirely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Palestinian cease-fire offer was announced by military leaders in Gaza and in Damascus, Syria, the base of Gaza's exiled Hamas leaders. They did not set a time, but it appeared to be effective immediately.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Damascus, Moussa Abu Marzouk, Hamas' deputy leader, told Syrian TV that the cease-fire would last a week to give Israel time to withdraw and open all Gaza border crossings to let humanitarian aid into the embattled seaside territory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We the Palestinian resistance factions declare a cease-fire from our side in Gaza and we confirm our stance that the enemy's troops must withdraw from Gaza within a week," Abu Marzouk said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamas, which rejects Israel's right to exist, violently seized control of Gaza in June 2007, provoking a harsh Israeli blockade that has deepened the destitution in the territory and confined 1.4 million Palestinians to the tiny coastal strip. Egypt has also kept its border with Gaza largely sealed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militants did not back down from their demand that Israel ultimately open blockaded crossings, which serve as economic lifelines for Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Hamas offer raised hopes that the cease-fire would stick more than a few hours. Militants had fired 17 rockets into Israel on Sunday, slightly injuring three people, police said, even as foreign leaders tried cement an end to the war in Egypt. Israel briefly retaliated against the rocket assaults with air and artillery strikes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Gaza City, the Shahadeh family was loading mattresses into the trunk of a car in Gaza City, preparing to return home to the hard-hit northern Gaza town of Beit Lahiya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I've been told that the devils have left," said Riyadh Shahadeh, referring to the Israelis. "I'm going back to see how I'm going to start again. I don't know what happened to my house. ... I am going back there with a heart full of fear because I am not sure if the area is secure or not, but I have no other option."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In southern Israel, residents who have endured rocket attacks for eight years accused the government of stopping the offensive too soon. Israel declared the cease-fire before reaching a long-term solution to the problem of arms smuggling into Gaza, one of the war's declared aims.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schools in southern Israel had remained closed in anticipation of the rocket fire that was swift to come. Shortly before the rocket fire resumed, the head of a parents association in the town of Sderot faulted the government for not reaching an agreement directly with Hamas, which Israel shuns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It's an offensive that ended without achieving its aims," Batya Katar said. "All the weapons went through Egypt. What's happened there?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The weapons will continue to come in through the tunnels and by sea," she said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before Hamas made its cease-fire offer, Israeli Prime Minister Ehud Olmert warned militants not to attack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Israel's (cease-fire) decision allows it to respond and renew fire at our enemies, the different terror organizations in the Gaza Strip, as long as they continue attacking," Olmert said at the start of the weekly Cabinet session.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This morning some of them continued their fire, provoking what we had warned of," Olmert said. "This cease-fire is fragile and we must examine it minute by minute, hour by hour."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabinet Secretary Oved Yehezkel quoted the head of the Shin Bet security service, Yuval Diskin, as telling ministers that "the operation is not over."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The next few days will make clear if we are heading toward a cease-fire or the renewal of fighting," Diskin was quoted as saying.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Israeli operation outraged the Muslim world, sparking dozens of demonstrations. On Sunday, Qatar announced that it had closed Israel's trade office in the small Gulf Arab state and ordered its staff to leave within seven days.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qatar is the only Gulf Arab state that has ties with Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leaders of Germany, France, Spain, Britain, Italy, Turkey and the Czech Republic — which holds the rotating European Union presidency — headed for Egypt to lend international backing to the cease-fire. Palestinian President Mahmoud Abbas, Egyptian President Hosni Mubarak and U.N. chief Ban Ki-moon were also expected to attend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ban welcomed the Israeli move and called on Hamas to stop its rocket fire. "Urgent humanitarian access for the people of Gaza is the immediate priority," he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel said it was not sending a representative to the meeting. But Sunday evening, leaders from Britain, Germany, Spain, Italy and France and the European Union were coming to Jerusalem for a working dinner with Olmert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamas, shunned internationally as a terrorist organization, was not invited to the summit in Egypt. But the group has been mediating with Egypt, and any arrangement to open Gaza's blockaded borders for trade would likely need Hamas' acquiescence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas, too, echoed Hamas' call for a total Israeli withdrawal and the lifting of bruising Israeli sanctions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel's cease-fire "is an important and necessary event but it's insufficient," said Abbas, Hamas' bitter rival and the top leader in the West Bank, the larger of the two Palestinian territories. "There should be a comprehensive Israeli withdrawal from Gaza, a lifting of the siege and a reopening of crossings" to aid, he said, speaking from Egypt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Under the truce plan, Hamas would not rearm, as militants did during a 6-month truce that preceded the war. In a step toward achieving those guarantees, Israel on Friday won a U.S. commitment to help crack down on weapons smuggling into Egypt and from there, to Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But Egyptian Foreign Minister Ahmed Aboul Gheit said Saturday that his country would not be bound by the agreement. Egypt's cooperation is essential if the smuggling is to be stopped.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-7525359818505122127?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/7525359818505122127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/01/from-yahoo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7525359818505122127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/7525359818505122127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/01/from-yahoo.html' title='FROM YAHOO'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-8471958614273807262</id><published>2009-01-18T08:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T08:32:49.543-08:00</updated><title type='text'>Strike at Gaza School "kills 30'"</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTw1nZ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTw1nZ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:1; 	font-size:24.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.first, li.first, div.first 	{mso-style-name:first; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.caption, li.caption, div.caption 	{mso-style-name:caption; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1859809952; 	mso-list-template-ids:-741311210;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;h1&gt;Strike at &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; school 'kills 30' &lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="first"&gt;&lt;b&gt;At least 30 people were killed and 55 injured when Israeli artillery shells landed outside a United Nations-run school in &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, UN officials have said.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;A number of children were among those who died when the al-Fakhura school in the Jabaliya refugee camp was hit, doctors at nearby hospitals said. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; said its soldiers had come under fire from militants inside the school. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Earlier, the International Committee of the Red Cross (ICRC) warned of a "full-blown humanitarian crisis" in &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Speaking on the 11th day of the Israeli assault, a senior ICRC official, Pierre Kraehenbuhl, said life in &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; had become intolerable. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Palestinian health ministry officials say 595 people have been killed since the attacks began, 195 of them children. Mr Kraehenbuhl said much more needed to be done to protect civilians. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The UN Security Council is set to resume debate on a ceasefire call in &lt;st1:state st="on"&gt;New York&lt;/st1:state&gt;, with Palestinian Authority President Mahmoud Abbas, several Arab foreign ministers, UK Foreign Secretary David Miliband and &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;US&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; Secretary of State Condoleezza Rice among those attending. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;At least 70 Palestinians and five Israeli soldiers were killed on Tuesday. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;One soldier was killed in an exchange of fire with militants in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;City&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;, while four others were killed by shellfire from their own tanks earlier in the day, Israeli military officials said. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Israel says its offensive is stopping militants firing rockets, but at least five hit southern Israel on Tuesday, with one reaching the town of Gedera, about 40km (25 miles) from Gaza, and injuring a baby. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Four Israeli civilians have been killed by rocket fire from the Gaza Strip since the offensive began. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;In other developments: &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Israeli forces push further      south in the Gaza Strip and clash with militants near &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;City&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;      &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Skirmishes are reported on      the edges of the Deir al-Balah and Bureij refugee camps in central &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Witnesses say Israeli tanks      and soldiers are advancing on the southern town of &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Khan Younis&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Venezuela&lt;/st1:country-region&gt;      orders the expulsion of &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;'s      ambassador in protest at the offensive and its "flagrant violations      of international law" &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Many claims cannot be verified. &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; is refusing to let international journalists into &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, despite a Supreme Court ruling to allow a limited number of reporters to enter the territory. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;'Mortar fire'&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The UN aid agency in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, Unrwa, said three artillery shells had landed close to the al-Fakhura school on Tuesday afternoon, spraying shrapnel on people both inside and outside the building. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;About 350 people had sought refuge at the school in an effort to escape the fighting between Israeli soldiers and militants on the outskirts of the Jabaliya refugee camp, to the east of &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;City&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Television footage showed bodies scattered on the ground amid pools of blood. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The UN officials said they regularly provided the Israeli military with exact co-ordinates of their facilities, and that the school was in a built-up area. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;UN Secretary-General Ban Ki-moon said he was "deeply dismayed" that despite these efforts, three UN-run schools had been hit by nearby Israeli strikes. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The Israeli military said that, according to initial checks, its soldiers had come under mortar fire from militants inside the al-Fakhura school. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"The force responded with mortars at the source of fire," it said in a statement. "Hamas cynically uses civilians as human shields." &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;It later reported that two well-known members of a Hamas rocket-launching cell had been among those killed at the school, naming them as Imad and Hassan Abu Askar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Israeli government spokesman Mark Regev said the incident was a "very extreme example of how Hamas operates". &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"If you take over - I presume with guns - a UN facility. If you hold the people there as hostages, you shoot out of that facility at Israeli soldiers in the neighbourhood, then you receive incoming fire - I think that's a war crime under international law," he told the BBC. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;A Hamas spokesman, Fauzi Barhoun, said allegations that fighters had used the school to attack Israeli forces were "baseless". &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"There was no fire of any kind from the school," he told the BBC. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Earlier in the day, at least three Palestinians were killed when another school was hit in the Shati camp, UN officials said. &lt;/p&gt;  &lt;p class="caption"&gt;The BBC's Rushdi Abu Alouf reports from a UN school inside a &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; refugee camp&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ten people were also injured at a UN health centre in the Bureij refugee camp. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maxwell Gaylard, the UN humanitarian co-ordinator for the Palestinian territories, described the incidents as tragic and demanded an independent investigation. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The director of operations for Unrwa, John Ging, told the BBC that conditions in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; were "horrific" and that nowhere was safe for civilians there. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mr Ging said international leaders had a responsibility to act to protect civilians, some 14,000 of whom are sheltering in UN buildings. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;'Immediate ceasefire'&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diplomatic efforts to try to end the violence are gathering pace. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;French President Nicolas Sarkozy said he had asked his Syrian counterpart, Bashar Assad, to help convince Hamas to co-operate with efforts to end the Israeli offensive. &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Syria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; is regarded as a main backer of Hamas. &lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 173.25pt;" width="231" align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in; width: 0.1in;" width="10"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;    &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;    &lt;v:formulas&gt;     &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;     &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;    &lt;/v:formulas&gt;    &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;    &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:3.75pt;"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Tw1nZ\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" href="http://newsimg.bbc.co.uk/shared/img/o.gif"&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Tw1nZ/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_i1025" width="5" height="1" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:18pt;height:9.75pt'"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Tw1nZ\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.gif" href="http://newsimg.bbc.co.uk/nol/shared/img/v3/start_quote_rb.gif"&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Tw1nZ/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_i1026" width="24" height="13" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;The loss of civilian life in &lt;st1:city st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:city&gt; and &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   is a source of deep concern for me&lt;/b&gt; &lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'position:absolute;margin-left:-22.75pt;" allowoverlap="f"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Tw1nZ\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.gif" title="end_quote_rb"&gt;    &lt;w:wrap type="square"&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Tw1nZ/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" shapes="_x0000_s1026" width="23" align="right" height="13" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;US   President-elect Barack Obama&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt;Asked about the deaths at the UN school in &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, Mr Sarkozy said: "It reinforces my determination for all this to stop as quickly as possible." &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;He later held talks with Egyptian President Hosni Mubarak in Sharm el-Sheikh, who offered to hold talks with &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; and the Palestinians on border security without delay. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;US&lt;/st1:country-region&gt; state department spokesman Sean McCormack said the &lt;st1:country-region st="on"&gt;US&lt;/st1:country-region&gt; would like to see "an immediate ceasefire" in &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;US President-elect Barack Obama, meanwhile, broke his silence about the conflict, telling reporters that "the loss of civilian life in &lt;st1:city st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:city&gt; and &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; is a source of deep concern for me". &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;However, he also reiterated his principle that only President George W Bush would speak for &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;US&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; foreign policy at this time. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The BBC's Laura Trevelyan in &lt;st1:state st="on"&gt;New York&lt;/st1:state&gt; says the contours of an agreement are taking shape - international monitors along the Egypt-Gaza border to stop Hamas smuggling weapons and firing rockets at &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;, and the creation of a humanitarian corridor in southern &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; to ensure that aid reaches the Palestinians. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The question now is whether Hamas will accept such a deal and if a call for a ceasefire will be heeded by &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, our correspondent says. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hamas has said that Israeli attacks on &lt;st1:city st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:city&gt; must stop and the crossings into the territory, which &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; controls, must be fully opened, before it agrees to a ceasefire. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Israeli Prime Miniser Ehud Olmert said on Tuesday that the military campaign in &lt;st1:city st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:city&gt; would continue until &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; had completely wiped out Hamas's ability to fire rockets into &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5855258738280428189-8471958614273807262?l=ramadhanyr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/feeds/8471958614273807262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/01/strike-at-gaza-school-kills-30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/8471958614273807262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5855258738280428189/posts/default/8471958614273807262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramadhanyr.blogspot.com/2009/01/strike-at-gaza-school-kills-30.html' title='Strike at Gaza School &quot;kills 30&apos;&quot;'/><author><name>Dhany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06267143366179759089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_W-kKcQVZOMc/Sy2ltTN_HwI/AAAAAAAAADI/ubrHlxmxRnw/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5855258738280428189.post-4433548625808470355</id><published>2009-01-14T08:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T08:40:27.118-08:00</updated><title type='text'>FILOSOF ISLAM</title><content type='html'>&lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Doktor GhulaTentang Profesor Ghulam Hossein Ebrahimi Dinani&lt;/strong&gt;m Hossein Ebrahim Dinan lahir pada tahun 1313 HS atau kira-kira 72 tahun lalu di desa Dinan bagian dari propinsi Isfahan. Dii tempat kelahirannya ia menyelesaikan SD nya. Pada waktu itu, keinginannya keras sekali untuk belajar agama. Ini mengantarkannya belajar fiqih, usul fiqih, nahwu, saraf, dan ilmu-ilmu agama lainnya. Ia belajar pada Syaikh Muhammad Ali Habib Abadi dan Syaikh Abbas Ali Habib Abadi.  &lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;Beliau pada tahun pertama dari dekade 1330, 55 tahun lalu, pergi ke Qom. Di sana, secara serius ia melanjutkan pendidikannya. Di Qom, ia belajar Syarah Lum'ah, Rasail, Makasib. Begitu juga ia mengikuti bahts kharijnya di sana. Ia belajar pada Syaikh Abdul Javad Sedehi, Sulthani Thaba'taba'i, Mujahidi, Imam Khomeini, Sayyid Muhammad Damad, Ayatullah Boroujerdi dan lain-lain. Pada saat yang sama, ia juga belajar Asfar Mulla Shadra dan Syifa Ibnu Sina kepada Allamah Thaba'thaba'i. Daya tarik pelajaran Allamah membuat profesor Dinani mengikuti kelas khususnya. Dan dengan izin dari Allamah ia mengikutinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;Pada tahun 1340, 40 tahun lalu, ia berhijrah menuju Teheran. Ia mengikuti ujian dan berhasil mengikuti kuliah di fakultas ushuluddin universitas Teheran. Di fakultas ini, ia bertemu dengan pemikir-pemikir seperti doktor Javad Muslih, Malekshahi dan Rashid memberikan mata kuliah. Pada masa-masa itu, ia diterima oleh kementrian pendidikan sebagai pegawai negeri.  &lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;Pada tahun 1350, berdasarkan usulan Syahid Murtadha Muthahhari ia mengikuti ujian untuk menjadi asisten dosen di universitas Ferdousi Mashad. Ia di dua bidang; sejarah agama dan filsafat meraih urutan pertama. Ia kemudian memilih untuk lebih banyak aktif di bagian filsafat. Pada saat yang sama ia menyelesaikan program doktornya di Teheran. Akhirnya beliau secara resmi di terima di bagian filsafat universitas Ferdousi Mashad.  &lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;Doktor Dinani pada tahun 1361 dipindahkan ke Teheran masih dalam kelompok yang sama, filsafat. Semenjak itu, ia menjadi anggota tim studi filsafat universitas Teheran. Selain di bidang filsafat punya pandangan-pandangan khusus, ia juga seorang pemikir dalam bidang irfan dan fiqih. Dan dalam dua bidang ini, ia mempunyai banyak tulisan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;Di dunia Islam, filsafat telah melalui berbagai macam periode. Perjalanan filsafat Islam dimulai secara resmi di abad ke dua dan tiga Hijriyah, berbarengan dengan penerjemahan karya-karya pemikir Yunani. Sebelumnya, sekalipun kajian teologi cukup digandrungi, namun filsafat tidak memiliki posisi tersendiri. Filosof muslim pertama adalah Abu Ishaq al-Kindi (185-260 H).  &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://awaited12th.blogspot.com/2007/06/kecemerlangan-ibnu-rusyd-dalam-filsafat.html"&gt;http://awaited12th.blogspot.com/2007/06/kecemerlangan-ibnu-rusyd-dalam-filsafat.html&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Neoplatonisme&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;a name="r9"&gt;&lt;/a&gt;Dari berbagai unsur pikiran Hellenik, Platonisme Baru (Neoplatonisme) adalah salah satu yang paling berpengaruh dalam sistem falsafah Islam. Neoplatonisme sendiri merupakan falsafah kaum musyrik (pagans), dan rekonsiliasinya dengan suatu agama wahyu menimbulkan masalah besar. Tapi sebagai ajaran yang berpangkal pada pemikiran Plotinus (205-270 M), sebetulnya Neoplatonisme mengandung unsur yang memberi kesan tentang ajaran Tauhid. Sebab Plotinus yang diperkirakan sebagai orang Mesir hulu yang mengalami Hellenisasi di kota Iskandaria itu mengajarkan konsep tentang "yang Esa" (the One) sebagai prinsip tertinggi atau sumber penyebab (sabab, cause). Lebih dari itu, Plotinus dapat disebut sebagai seorang mistikus, tidak. dalam arti "irrasionalis", "occultist" ataupun "guru ajaran esoterik", tetapi dalam artinya yang terbatas kepada seseorang yang mempercayai dirinya telah mengalami penyatuan dengan Tuhan atau "Kenyataan Mutlak."[&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah3.html#9"&gt;9&lt;/a&gt;] Untuk memahami sedikit lebih lanjut ajaran Plotinus kita perlu memperhatikan beberapa unsur dalam ajaran-ajaran Plato, Aristoteles, Pythagoras (baru) dan kaum Stoic.&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;Plato membagi kenyataan kepada yang bersifat "akali" (ideas, intelligibles) dan yang bersifat "inderawi" (sensibles), dengan pengertian bahwa yang akali itulah yang sebenarnya ada (ousia), jadi juga yang abadi dan tak berubah. Termasuk diantara yang akali itu ialah konsep tentang "Yang Baik", yang berada di atas semuanya dan disebut sebagai berada di luar yang ada (beyond being, epekeina ousias). "Yang Baik" ini kemudian diidentifikasi sebagai "Yang Esa", yang tak terjangkau dan tak mungkin diketahui.&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;Selanjutnya, mengenai wujud inderawi, Plato menyebutkannya sebagai hasil kerja suatu "seniman ilahi" (divine artisan, demiurge) yang menggunakan wujud kosmos yang akali sebagai model karyanya. Disamping membentuk dunia fisik, demiurge juga membentuk jiwa kosmis dan jiwa atau ruh individu yang tidak akan mati. Jiwa kosmis dan jiwa individu yang immaterial dan substansial itu merupakan letak hakikatnya yang bersifat ada sejak semula (pre-existence) dan akan ada untuk selamanya (post-existence immortality), yang semuanya tunduk kepada hukum reinkarnasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;Dari Aristoteles, unsur terpenting yang diambil Plotinus ialah doktrin tentang Akal (nous) yang lebih tinggi daripada semua jiwa. Aristoteles mengisyaratkan bahwa hanya Akal-lah yang tidak bakal mati (immortal), sedangkan wujud lainnya hanyalah "bentuk" luar, sehingga tidak mungkin mempunyai eksistensi terpisah. Aristoteles juga menerangkan bahwa "dewa tertinggi" (supreme deity) ialah Akal yang selalu merenung dan berpikir tentang dirinya. Kegiatan kognitif Akal itu berbeda dari kegiatan inderawi, karena obyeknya, yaitu wujud akali yang immaterial, adalah identik dengan tindakan Akal untuk menjangkau wujud itu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;a name="r10"&gt;&lt;/a&gt;Dualisme Plato di atas kemudian diusahakan penyatuannya oleh para penganut Pythagoras (baru), dan dirubahnya menjadi monisme dan berpuncak pada konsep tentang adanya Yang Esa dan serba maha (transenden). Ini melengkapi ajaran kaum Stoic yang di samping materialistik tapi juga immanenistik, yang mengajarkan tentang kemahaberadaan (omnipresence) Tuhan dalam alam raya.[&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah3.html#10"&gt;10&lt;/a&gt;] &lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;a name="r11"&gt;&lt;/a&gt;Kesemua unsur tersebut digabung dan diserasikan oleh Plotinus, dan menuntunnya kepada ajaran tentang tiga hypostase atau prinsip di atas materi, yaitu Yang Esa atau Yang Baik, Akal atau Intelek, dan Jiwa.[&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah3.html#11"&gt;11&lt;/a&gt;] &lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;a name="Aristoteles"&gt;&lt;/a&gt;Aristotelianisme&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;Telah dinyatakan bahwa Neoplatonisme cukup banyak mempengaruhi falsafah Islam. Tetapi sebenarnya Neoplatonisme yang sampai ke tangan orang-orang Muslim, berbeda dengan yang sampai ke Eropa sebelumnya, yang telah tercampur dengan unsur-unsur kuat Aristotelianisme. Bahkan sebetulnya para failasuf Muslim justru memandang Aristoteles sebagai "guru pertama" (al-mu'allim al-awwal), yang menunjukkan rasa hormat mereka yang amat besar, dan dengan begitu juga pengaruh Aristoteles kepada jalan pikiran para failasuf Muslim yang menonjol dalam falsafah Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;a name="r12"&gt;&lt;/a&gt;Neoplatonisme sendiri, sebagai gerakan, telah berhenti semenjak jatuhnya Iskandaria di tangan orang-orang Arab Muslim pada tahun 642.[&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah3.html#12"&gt;12&lt;/a&gt;] Sebab sejak itu yang ada secara dominan ialah falsafah Islam, yang daerah pengaruhnya meliputi hampir seluruh bekas daerah Hellenisme.&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;a name="r13"&gt;&lt;/a&gt;Tetapi sebelum gerakan Neoplatonis itu mandeg, ia harus terlebih dahulu bergulat dan berhadapan dengan agama Kristen. Dan interaksinya dengan agama Kristen itu tidak mudah, dengan ciri pertentangan yang cukup nyata. Salah seorang tokohnya yang harus disebut di sini ialah pendeta Nestorius, patriark Konstantinopel, yang karena menganut Neoplatonisme dan melawan ajaran gereja terpaksa lari ke Syria dan akhirnya ke Jundisapur di Persia.[&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah3.html#13"&gt;13&lt;/a&gt;] &lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;a name="r14"&gt;&lt;/a&gt;Sebenarnya Neoplatonisme sebagai filsafat musyrik memang mendapat perlakuan yang berbeda-beda dari kalangan agama. Orang-orang Kristen zaman itu, dengan doktrin Trinitasnya, tidak mungkin luput dari memperhatikan betapa tiga hypostase Plotinus tidak sejalan, atau bertentangan dengan Trinitas Kristen. Polemik-polemik yang terjadi tentu telah mendapatkan jalannya ke penulisan. Maka orang-orang Muslim, melalui tulisan-tulisan dalam bahasa Suryani yang disalin ke Bahasa Arab, mewarisi versi neoplatonisme yang berbeda, yaitu Neo-platonisme dengan unsur kuat Aristotelianisme.[&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah3.html#14"&gt;14&lt;/a&gt;] Menurut pelukisan F.E. Peters, mengutip kitab al-Fihrist oleh Ibn al-Nadim,&lt;/p&gt;  &lt;blockquote style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;a name="r15"&gt;&lt;/a&gt; The Arab version of the arrival of the Aristotelian corpus in the Islamic world has to do with the discovery of manuseripts in a deserted house. Even if true, the story omits two very important details which may be supplied from the sequel: first, the manuseripts were certainly not written in Arabic; second, the Arabs discovered not only Aristotle but a whole series of commentators as well.[&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah3.html#15"&gt;15&lt;/a&gt;] &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;(Versi Arab tentang datangnya karya-karya Aristoteles di dunia Islam ada kaitannya dengan diketemukannya naskah-naskah di suatu rumah kosong. Seandainya benarpun, kisah itu menghilangkan dua rinci penting yang bisa melengkapi jalan cerita: pertama, naskah-naskah itu pastilah tidak tertulis dalam Bahasa Arab; kedua, orang-orang Arab itu tidak hanya menemukan Aristoteles tetapi seluruh rangkaian para penafsir juga).&lt;/blockquote&gt;  &lt;p style="line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;a name="r16"&gt;&lt;/a&gt;Ini berarti bahwa pikiran-pikiran Aristoteles yang sampai ke tangan orang-orang Muslim sudah tidak "asli" lagi, melainkan telah tercampur dengan tafsiran-tafsirannya. Karena itu, meskipun orang-orang Muslim sedemikian tinggi menghormati Aristoteles dan menamakannya "guru pertama", namun yang mereka ambil dari dia bukan hanya pikiran-pikiran dia sendiri saja, melainkan justru kebanyakan adalah pikiran, pemahaman, dan tafsiran orang lain terhadap ajaran Aristoteles. Singkatnya, memang bukan Aristoteles sendiri yang berpengaruh besar kepada falsafah dalam Islam, tetapi Aristotelianisme. Apalagi jika diingat bahwa orang-orang Muslim menerima pikiran Yunani itu lima ratus tahun setelah fase terakhir perkembangannya di Yunani sendiri, dan setelah dua ratus tahun pikiran itu digarap dan diolah oleh para pemikir Kristen Syria. Menurut Peters lebih lanjut, paham Kristen telah mencuci bersih tendensi "eksistensial" filsafat Yunani, sehingga ketika diwariskan kepada orang-orang Arab Muslim, filsafat itu menjadi lebih berorientasi pedagogik, bermetode skolastik, dan berkecenderungan logik dan metafisik. Khususnya logika Aristoteles (al-manthiq al-aristhi) sangat berpengaruh kepada pemikiran Islam melalui ilmu kalam. Karena banyak menggunakan penalaran logis menurut metodologi Aristoteles itu, maka ilmu kalam yang mulai tampak sekitar abad VIII dan menjadi menonjol pada abad IX itu disebut juga sebagai suatu versi teologi alamiah (natural theology, al-kalam al-thabi'i, sebagai bandingan al-kalam al-Qur'ani) di kalangan orang-orang Muslim.[&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah3.html#16"&gt;16&lt;/a&gt;] &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Islam, Doktrin dan Peradabanoleh Dr. Nurcholish Madjidhttp://media.isnet.org/islam/Paramadina/Doktrin/Falsafah2.htmlISLAM Doktrin dan PeradabanPenerbit Yayasan ParamadinaJln. Metro Pondok IndahPondok Indah Plaza I Kav. UA 20 21Jakarta Selatan &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Abdullah, Amin, ‘Teologi dan Filsafat dalam Perspektif GlobalisasiE dalam Mukti Ali, Agama Dalam Pergumulan Masyarakat, Yogya, Tiara Wacana, 1998&lt;br /&gt;Amien, Miska M., Epistemologi Islam, Jakarta, UI Press, 1983 &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Hanafi, Ahmad, Teologi Islam, Jakarta, Bulan Bintang, 1974&lt;br /&gt;Hasan, Hasyim, Al-Asâs al-Manhajiyah, Kairo, Dar al-Fikr, tt&lt;br /&gt;Hasymi, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta, Bulan Bintang, 1975 &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt; Pemikiran-pemikiran filsafat Yunani yang masuk dalam kancah pemikiran Islam lewat terjemahan, diakui oleh banyak kalangan telah mendorong perkembangan filsafat Islam menjadi makin pesat. Namun demikian, seperti dikatakan Oliver Leaman, adalah suatu kesalahan besar jika menganggap bahwa filsafat Islam bermula dari penerjemahan teks-teks Yunani tersebut atau hanya nukilan dari filsafat Aristoteles (384-322 SM) seperti dituduhkan Renan, atau dari Neo-Platonisme seperti dituduhkan Duhem. Pertama, bahwa belajar atau berguru tidak berarti meniru atau membebek semata. Mesti difahami bahwa kebudayaan Islam menembus berbagai macam gelombang dimana ia bergumul dan berinteraksi. Pergumulan dan intereksi ini melahirkan pemikiran-pemikiran baru. Jika kebudayaan Islam tersebut terpengaruh oleh kebudayaan Yunani, mengapa tidak terpengaruh oleh peradaban India dan Persia, misalnya? Artinya, transformasi dan peminjaman beberapa pemikiran tidak harus mengkonsekuensikan perbudakan dan penjiplakan.&lt;br /&gt;Suatu ide dapat dibahas oleh banyak orang dan akan tampil dalam berbagai macam fenomena. Seseorang berhak mengambil sebagian gagasan orang lain tetapi itu semua tidak menghalanginya untuk menampilkan teori atau filsafatnya sendiri. Aristoteles, misalnya, jelas merupakan murid Plato (427-348 SM), tetapi ia mempunyai pandangan sendiri yang tidak dikatakan gurunya. Begitu pula Barush Spinoza (1632-1777 M) walau secara jelas sebagai pengikut Rene Descartes (1596-1650 M) tetapi ia dianggap mempunyai pandangan filosofis yang berdiri sendiri. Hal seperti itulah yang juga terjadi pada para filosof muslim. Al-Farabi (870-950 M) dan Ibn Sina (980-1037 M), misalnya, walau sebagai murid Aristoteles, tetapi ia mempunyai pandangan sendiri yang tidak sama dengan gurunya. Para filosof muslim secara umum hidup dalam lingkungan dan kondisi yang berbeda dengan filosof lainnya, sehingga adalah suatu kesalahan jika kita mengabaikan pengaruh kondisi ini dalam pemikiran dan teori mereka.&lt;br /&gt;Dengan demikian, bisa dikatakan, bahwa (1) apa yang disebut transmisi filsafat Yunani ke Arab merupakan suatu proses kompleks dimana ia sering banyak dipengaruhi oleh interpretasi-interpretasi yang diberikan melalui suatu tradisi skolastik sebelumnya, dan –-kadang kala—- dalam istilah-istilah yang sudah digunakan secara teknis dalam disiplin baru yang berkaitan dengan bahasa Arab atau Islam. Konsekuensinya, tugas rekonstruksi sumber Yunani untuk ilmu dan filsafat tidak mungkin selalu diharapkan berbentuk suatu terjemahan yang jelas kedalam sesuatu yang dianggap asli Yunani, tetapi harus mempertimbangkan aktivitas yang terjadi diluar teks, dan karena itu harus direkonstruksi secara terlepas dari teks. (2) Perluasan-perluasan, pengembangan dan penggarapan kembali ide-ide Yunani dari al-Kindi (801-878 M) sampai Ibn Rusyd (1126-1198 M), bahkan Suhrawardi (1153-1191 M) dan sesudahnya tidak mungkin sepenuhnya bisa diapresiasikan tanpa merujuk pada situasi-situasi kultural yang mengkondisikan arah dan karakter karya-karya tersebut. (3) karena itu pula, presentasi karya-karya muslim secara terpisah dari faktor-faktor cultural akan menjadi suatu deskripsi yang tidak lengkap, deskripsi yang tidak bisa menjelaskan sendiri transformasi besar yang sering terjadi ketika batas-batas kultural sudah terlewati. Sedemikian, sehingga tidak bisa dibantah bahwa karya-karya filsafat Islam disusun berdasarkan nilai-nilai pokok agamanya dan kondisi sosial yang melingkupinya. Artinya, filsafat Islam adalah sesuatu yang berdiri sendiri, mempunyai arah, gaya, dan persoalan sendiri, tidak sekedar peralihan dari Yunani.&lt;br /&gt;Kedua, kenyataan yang ada menunjukkan bahwa pemikiran rasional telah dahulu mapan dalam masyarakat muslim sebelum kedatangan filsafat Yunani lewat terjemahan. Meski karya-karya Yunani mulai diterjemahkan pada masa kekuasaan Bani Umaiyah, tetapi buku-buku filsafatnya yang kemudian melahirkan filosof pertama muslim, yakni al-Kindi (801-873 M), baru mulai digarap secara pada masa dinasti Abbasiyah, khususnya pada masa al-Makmun (811-833 M), oleh orang-orang seperti Yahya al-Balmaki (w. 857 M), Yuhana ibn Musyawaih dan Hunain ibn Ishaq. Pada masa-masa ini, sistem berpikir rasional telah berkembang pesat dalam masyarakat intelektual Arab-Islam, yakni dalam fiqh (yurisprudensi) dan kalâm (teologi). Dalam teologi, doktrin Muktazilah yang rasional, yang dibangun Wasil ibn Ata’ (699-748 M) telah mendominasi pemikiran masyarakat, bahkan menjadi doktrin resmi negara dan berkembang dalam berbagai cabang, dengan tokohnya masing-masing, seperti Amr ibn Ubaid (w. 760 M), Jahiz Amr ibn Bahr (w. 808 M), Abu Hudzail ibn al-Allaf (752-849 M), Ibrahim ibn Sayyar an-Nadzam (801-835 M), Mu`ammar ibn Abbad (w. 835 M) dan Bisyr ibn al-Mu`tamir (w. 840 M). Begitu pula dalam bidang fiqh. Penggunaan nalar rasional dalam penggalian hukum (istinbâth) dengan istilah-istilah seperti istihsân, istishlâh, qiyâs dan lainnya telah lazim digunakan. Tokoh-tokoh mazhab fiqh yang menelorkan metode istinbâth dengan menggunakan rasio seperti itu, seperti Abu Hanifah (699-767 M), Malik (716-796 M), Syafi’i (767-820 M) dan Ibn Hanbal (780-855 M), hidup sebelum kedatangan filsafat Yunani.&lt;br /&gt;Semua itu menunjukkan bahwa sebelum dikenal adanya logika dan filsafat Yunani, telah ada model pemikiran filosofis yang berjalan baik dalam masyarakat Islam, yakni dalam soal-soal teologis dan kajian hukum. Bahkan, pemikiran rasional dari teologi dan hukum inilah yang telah berjasa menyiapkan landasan bagi diterima dan berkembangnya logika dan filsafat Yunani dalam Islam.&lt;br /&gt;Jika demikian, dari mana pemikiran rasional filosofis Islam itu sendiri berawal? Sebagaimana dinyatakan para peneliti yang kritis, muslim maupun non-muslim, pemikian rasional-filosofis Islam lahir bukan dari fihak luar melainkan dari kitab suci mereka sendiri, dari al-Qur`an, khususnya dalam kaitannya dengan upaya-upaya untuk mensesuaikan antara ajaran teks dengan realitas kehidupan sehari-hari. Pada awal perkembangan Islam, ketika Rasul saw masih hidup, semua persoalan bisa diselesaikan dengan cara ditanyakan langsung kepada beliau, atau diatasi lewat jalan kesepakatakan diantara para cerdik. Akan tetapi, hal itu tidak bisa lagi dilakukan setelah Rasul wafat dan persoalan-persoalan semakin banyak dan rumit seiring dengan perkembangan Islam yang demikian cepat. Jalan satu-satunya adalah kembali kepada ajaran teks suci, al-Qur`an, lewat berbagai pemahaman. Dalam hal ini, ada beberapa model kajian resmi yang nyatanya mempunyai relevansi filosofis. Antara lain, (1) penggunaan takwîl. Makna takwil diperlukan untuk mengungkap atau menjelaskan masalah-masalah yang sedang dibahas. Meski model ini diawasi secara ketat dan terbatas, tapi pelaksanaannya jelas membutuhkan pemikiran dan perenungan mendalam, karena ia berusaha ‘keluar’ dari makna lahiriyah (zhahir) teks. (2) Pembedaan antara istilah-istilah atau pengertian yang mengandung lebih dari satu makna (musytarak) dengan istilah-istilah yang hanya mengandung satu arti. Disini justru lebih mendekati model pemecahan filosofis dibanding yang pertama. (3) Penggunaan qiyâs (analogi) atas persoalan-persoalan yang tidak ada penyelesaiannya secara langsung dalam teks. Misalnya, apakah larangan menimbun emas dan perak (QS. Al-Taubah, 34) itu hanya berlaku pada emas dan perak atau juga meliputi batu permata dan batu berharga? Apakah kata ‘mukmin’ dan ‘muslim’ dalam al-Qur`an juga mencakup wanita dan budak?&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu, dalam teologi, masyarakat Islam juga dituntut untuk menyelaraskan pandangan-pandangan yang tampaknya kontradiktif dan rumit, untuk selanjutnya mensistematisasikannya dalam suatu gagasan metafisika yang utuh. Misalnya, bagaimana menyelaraskan antara sifat kemahakuasaan dan kemahabaikan Tuhan dalam kaitannya dengan maha tahu-Nya atas segala tindak manusia untuk taat atau kufur untuk kemudian dibalas sesuai perbuatannya. Bagaimana menafsirkan secara tepat bahasa antropomorfis (menyerupai sifat-sifat manusia) al-Qur`an, padahal ditegaskan pula bahwa Tuhan tidak sama dengan manusia, tidak bertangan, tidak berkaki dan seterusnya. Semua itu menggiring para intelektual muslim periode awal, khususnya para teolog untuk berpikir rasional dan filosofis, dan kenyatannya metode-metode pemecahan yang diberikan atas masalah teologis tidak berbeda dengan model filsafat Yunani. Perbedaan diantara keduanya, menurut Leaman, hanyalah terletak pada premis-premis yang digunakan, bukan pada valid tidaknya tata cara penyusunan argumen. Yakni, bahwa pemikiran teologi Islam didasarkan atas teks suci sedang filsafat Yunani didasarkan atas premis-premis logis, pasti dan baku.&lt;br /&gt;Setelah itu, masuklah pemikiran dan filsafat Yunani, lewat program penterjemahan. Dalam proyek ini, hampir semua buku pasca-Socrates (470-399 M) yang berlaku di sekolah-sekolah helenisme diterjemahkan, khususnya karya-karya Aristoteles kecuali Politics, dan karya-karya Neo-Platonis, seperti Plotinus (205-270 M) dan Porphyry (232-304 M). Namun demikian, para filosof Islam rupanya lebih tertarik pada ide-ide neo-platonisme dibanding Aristoteles, setidaknya ajaran neo-platonisme lebih popular dan berkembang dalam pemikiran Islam dibanding gagasan Aristoteles yang tampaknya hanya dikaji aspek logika formalnya. Ini tampak jelas pada ajaran emanasi (faidl) al-Farabi, meski dia dijuluki sebagai tokoh paripatetik, dan juga emanasi Ibn Sina atau ajaran-ajaran sufisme sesudahnya. Menurut Nurchalis Madjid, kenyataan itu terjadi mungkin karena konsep ketuhanan neo-platonisme terkesan tauhid. Misalnya, tentang penegasan transendensi asal pertama (al-Ashl al-Awwal) atau Tuhan.&lt;br /&gt;Akan tetapi, dalam perjalanan waktu, ajaran-ajaran neo-platonisme ini ternyata mendapat tantangan hebat. Al-Ghazali (1058-1111 M) yang digelari ‘argumentasi Islam’ (Hujjah al-Islâm) menyerangnya secara telak. Dalam kitabnya yang terkenal, Tahâfut al-Falâsifah, ia mengkaji secara terinci dan menyatakan bahwa metafisika dari Yunani seperti yang disampaikan al-Farabi dan Ibn Sina tidak sesuai dengan ajaran Islam dan bisa menyebabkan penganutnya menjadi kufur. Serangan tersebut diulangi lagi dalam al-Munqid min al-Dlalâl.&lt;br /&gt;Dalam persoalan ini, terlepas dari besarnya pengaruh dan jasa al-Ghazali, setidaknya ada tiga hal yang patut dicermati. Pertama, bahwa ia, sesungguhnya, hanya menyerang persoalan metafisika, khususnya metafisika al-Farabi dan Ibn Sina yang neo-platonisme, tidak menyerang pemikiran filsafat secara keseluruhan. Sebab, dibagian lain, al-Ghazali tetap mengakui pentingnya logika atau epistemologi (bagian dari filsafat) dalam pemahaman dan penjabaran ajaran-ajaran agama. Bahkan, dalam al-Mustashfâ fi `ulûm al-fiqh, sebuah kitab tentang kajian hukum, al-Ghazali menggunakan epistemologi filsafat, yakni burhani, untuk melandingkan doktrin dan gagasannya.&lt;br /&gt;Kedua, bahwa tuduhan al-Ghazali terhadap doktrin al-Farabi dan Ibn Sina adalah tidak tepat. Dalam tulisannya, al-Ghazali menilai bahwa ajaran al-Farabi dan Ibn Sina, juga para filosof lain yang senada, telah jatuh dalam kekufuran, karena mengajarkan tentang keqadiman alam, kebangkitan ruhani dan ketidaktahuan Tuhan terhadap hal-hal yang partikular (juz’iyat). Padahal, kedua tokoh filosof muslim ini sebenarnya tidak menyatakan persis seperti yang dituduhkan. Tentang keqadiman alam misalnya, apa yang dimaksud dengan qadim adalah karena alam tidak muncul dalam waktu tertentu. Apa yang disebut sebagai ‘waktu’ atau ‘zaman’ muncul bersamaan dengan alam. Tidak ada istilah waktu atau zaman sebelum munculnya alam. Kebersamaan alam dengan waktu, atau tidak didahuluinya alam oleh waktu tertentu inilah yang dimaksud qadim oleh para filosof. Dan keqadiman alam ini tetap tidak sama dengan keqadiman Tuhan, karena Tuhan qadîm bi dzatihi, qadim dengan diri-Nya sendiri tanpa berhubungan dengan ruang dan waktu atau yang lain. Dengan kata lain, keqadiman alam hanya berhubungan dengan waktu tetapi ia hadits (temporal) dibanding keqadiman Tuhan. Disini telah terjadi salah faham atau perbedaan pengertian tentang istilah-istilah yang digunakan antara al-Ghazali dengan para filosof.&lt;br /&gt;Ketiga, tentang penilaian al-Ghazali pada al-Farabi dan Ibn Sina dalam kaitannya dengan Aristoteles. Dalam al-Munqid, al-Ghazali membagi filsafat Yunani dalam bagian; materialisme (dahriyûn), naturalisme (thabî’iyyûn) dan theisme (ilâhiyyûn). Kelompok materialisme adalah mereka yang mengingkari Sang Pencipta (Tuhan) seraya menyatakan bahwa semesta wujud dengan sendirinya. Golongan ini dianggap sebagai tidak beragama. Ini mungkin ditujukan pada para filosof Yunani purba, seperti Thales (625-545 SM), Anaximandros (610-547 SM), Anaximenes (585-528 SM) dan Heraklitos (540-480 SM), yang pada prinsipnya menyatakan bahwa semesta ini tersusun atas unsur alam sendiri, yakni air, udara, api dan tanah, bukan oleh Sang Pencipta. Golongan naturalisme adalah mereka yang menyakini kekuatan material dan bahwa apa yang telah mati tidak akan kembali, sehingga tidak ada hari kebangkitan dan pembalasan. Ini kiranya ditujukan pada tokoh seperti Demokritos (460-360 SM) dan para filosof Ionia yang hanya menyakini eksistensi material. Kelompok theisme adalah para filosof yang lebih modern yang menyakini Sang Pencipta, seperti Socrates, Plato (427-347 SM), Aristoteles dan –-menurut al-Ghazali—- al-Farabi serta Ibn Sina sebagai pengikutnya.&lt;br /&gt;Penilaian atau pengklasifikasian al-Ghazali tersebut tidak sepenuhnya benar. Betul bahwa al-Farabi adalah pengikut Aristoteles sehingga dianggap sebagai tokoh paripatetik muslim, tetapi ia agaknya hanya mengambil dan mengembangkan aspek logikanya belaka seperti yang kita lihat pada bagian epistimologi burhani. Gagasan metafisikanya yang kemudian dianggap menyimpang dari ajaran Islam oleh al-Ghazali adalah dikembangkan dari ajaran neo-platonisme, bukan dari Aristoteles. Itulah sebabnya, dikemudian hari, Ibn Rusyd (1126-1198 M) juga mengkritik bahwa al-Farabi telah menyimpang dari ajaran Aristoteles.&lt;br /&gt;Akibat serangan al-Ghazali tersebut, meski tidak sepenuhnya tepat dan benar, respon masyarakat muslim terhadap filsafat menjadi berkurang. Ibn Rusyd (1126-1198 M) mencoba membendung serangan al-Ghazali tersebut dan mencoba mengembalikan posisi filsafat lewat karyanya yang terkenal, Tahâfut al-Tahâfut. Akan tetapi, upaya Ibn Rusyd tidak memenuhi hasil, karena pembelaannya bersifat Aristotelian sementara serangan al-Ghazali ditujukan pada pemikiran al-Farabi dan Ibn Sina yang neo-platonisme. Artinya, disini ada ketidaksambungan antara Ibn Rusyd dengan al-Ghazali, seperti antara al-Ghazali dengan al-Farabi dan Ibn Sina.&lt;br /&gt;Meski demikian, kajian dan pemikiran filsafat, sesungguhnya, tidak benar-benar hilang oleh serangan al-Ghazali. Bahkan, ketika Ibn Rusyd juga tidak berhasil menghadang pengaruh al-Ghazali, filsafat Islam tetap berkembang. Apa yang dianggap sebagai kematian filsafat oleh sebagian orang hanya terjadi dikalangan sunni, khususnya Asy`ariyah. Pada bagian lain di dunia Islam, filsafat justru menemukan arah baru dan semakin membumbung tinggi. Kenyataan ini bisa dilihat dengan lahirnya gagasan-gagasan filosofis dan orisional yang disampaikan tokoh-tokoh seperti Suhrawardi (1153-1191 M) dengan ajaran isyrâqi (illuminasi), Ibn Arabi (1165-1240 M) dengan doktrin wahdat al-wujûd-nya, dan Mulla Sadra (1570-1640 M) dengan konsepnya tentang hikmah al-muta`aliyah. Ide-ide para tokoh ini bahkan melebihi prestasi filosof-filosof sebelumnya. Perbedaannya, pada masa pasca Ibn Rusyd ini pemikiran filsafat berkembang dengan cara bersatu dengan pengalaman mistik atau sufisme, sementara pada masa pra-Ghazali lebih mendasarkan diri pada kekuatan rasionalitas murni. Kenyataan inilah yang tidak diperhatikan oleh banyak sarjana dan peneliti, sehingga sebagian besar menganggap bahwa filsafat Islam telah terhenti setelah Ibn Rusyd.&lt;br /&gt;Kenyataan tersebut juga terjadi pada bidang teknologi, dimana kebanyakan ahli menilai bahwa teknologi Islam telah mati sejak abad ke-12. Al-Hasan dan Donald Hill, lewat penelitiannya yang mendalam tentang ini menolak penilaian tersebut. Menurutnya, teknologi Islam tidak mati setelah setelah abad ke-11 M, bahkan juga tidak mengalami penurunan sedikitpun. Sebab, manuskrip-manuskrip teknologi justru lebih banyak dihasilkan dalam periode ini dibanding sebelumnya. Al-Hasan membagi evolosi sains dan teknologi Islam dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah periode transisi dan asimilasi yang membawa pada kelahiran sains Islam. Tahap kedua dicirikan oleh banyaknya inovasi dibidang sains, dan tahap ketiga ditandai oleh inovasi dibidang teknologi dan sains sekaligus. Tahap terakhir ini bermula pada abad ke-12 dan berakhir pada sekitar pertengahan abad ke-17 M.&lt;br /&gt;Masalahnya sekarang, bagaimana membangun kreatifitas berpikir dikalangan umat sehingga mampu menelorkan gagasan-gagasan alternatif yang segar seperti yang pernah terjadi dimasa lalu? Bagaimana pula model atau sistem yang mesti dipakai guna tercapainya tujuan tersebut? Seperti dikatakan Ali Syariati, keyakinan yang benar tidak bisa tumbuh kecuali dari pengetahuan yang benar dan pengetahuan yang benar tidak bisa lahir kecuali dari cara berpikir yang benar, sementara cara berpikir yang benar hanya bisa terjadi dari metode berpikir yang benar. Artinya, metodologi adalah sesuatu yang sangat penting. Siapa yang tidak menguasai metodologi berarti tidak akan mendapatkan sesuatu secara benar dan tidak akan bisa mengembangkan apa yang dimiliki.&lt;br /&gt;Karena itu, upaya penumbuhan kreatifitas berpikir tersebut harus dilalui dengan pengintensifan kajian logika, metodologi atau epistemologi dari ilmu-ilmu yang berkembang. Selama ini, pendidikan Islam baik yang formal seperti IAIN atau pesantren, kurang memberikan perhatian yang cukup pada aspek-aspek ini dan lebih memperhatikan aspek sejarah atau memberikan kuliah secara instan. Dalam kajian tafsir, misalnya, mereka lebih sering bicara sejarah tafsirnya atau penafsiran para tokoh. Begitu pula dalam kajian hadis, fiqh, filsafat atau yang lain. Untuk menumbuhkan kreatifitas berpikir umat, kita harus mengurangi kajian-kajian seperti itu dan lebih menekankan aspek metodologinya. Harus lebih mengkaji ilmu tafsir daripada tafsirnya, ushûl al-fiqh daripada fiqhnya, ilmu hadis daripada hadisnya, epistimologi daripada metafisikanya, dan seterusnya. Keberhasilan para tokoh terdahulu adalah karena mereka menguasai ilmu-ilmu alat (metodologi) ini.&lt;br /&gt;Selanjutnya, yang mesti menjadi perhatian adalah bahwa pandangan Islam tentang realitas sebagai objek kajian ilmu ternyata tidak hanya terpaku pada dunia empirik atau fisikal tetapi mencakup juga dunia ruh. Diri manusia sendiri adalah miniatur semesta yang tidak hanya terdiri atas jasat tetapi juga hati, perasaan, jiwa dan ruh yang merupakan ‘bagian’ dari Tuhan. Karena itu, metodologi pemikiran Islam tidak bisa hanya mengandalkan eksperimen-eksperimen lahiriyah atau hanya mengandalkan kekuatan dan kegeniusan rasuo tetapi harus dengan kesucian hati. Apapun metode yang digunakan harus didukung oleh kebersihan jiwa. Setidaknya ada dua manfaat yang bisa diperoleh dengan model penggabungan rasio dan hati ini. Pertama, agar kita tidak ikut jatuh dalam problem spiritualitas seperti manusia modern (Barat). Sebagaimana diuraikan al-Attas dan al-Faruqi dalam proyek Islamisasi ilmunya, juga para pemikir muslim lainnya, masyarakat Barat tengah dihadapkan pada krisis identitas kemanusiaan dan moral akibat hanya berpegang pada kekuatan rasio tanpa spiritual dan agama. Kedua, diharapkan akan diperoleh ide-ide lebih tinggi dari ‘alam atas’ sehingga bisa menghasilkan lompatan-lompatan besar bagi kemanusiaan. Seperti dikatakan Nasr, bagaimana metode Ibn Sina dan Ibn Arabi sampai pada teorinya yang menggemparkan, atau Suhrawardi sampai pada teorinya bahwa objek-objek materiil merupakan tingkat-tingkat cahaya, atau al-Thusi (w. 1274 M) sampai pada model planetnya yang baru, atau Ibn Haitsam (965-1039 M) pada konsep momentum yang menjadi salah satu konsep dasar fisika modern? Semua itu karena adanya keterlibatan ide-ide dari ‘alam atas’ yang diterima lewat kesucian hati atau intuisi.  &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;WACANA BARU FILSAFAT ISLAM&lt;br /&gt;Penerbit, Pustaka Pelajar, Jogyakarta, Indonesia, 2004 khudori Sholeh&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Ahmad Gibson AB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Kelahiran filsafat di Yunani pada perkisaran abad ke- 6-4 SM. Telah membawa arah angin peradaban yang sangat berbeda di Eropa, bahkan angin segar ini telah pula (pada abad selanjutnya) di benua lainnya. Perobahannya sangatlah radikal, dari peradaban mitologis ke peradaban rasional. Angin ini pun, walaupun tidak terlalu deras, telah menerpa Dunia Islam pada abad ke-2 setelah Rasulullah wafat.&lt;br /&gt;Kelahiran filsafat ini, dianggap angin segar dalam rentang sejarah peradaban manusia, karena sebelumnya peradaban mitologis telah sedemikian lama mencengkram kehidupan manusia. Suatu sistem peradaban yang sulit untuk menjanjikan perkembangan lebih lanjut. Para ahli studi budaya budaya melihat bahwa, sisi gelap mitologi adalah ketika dilihatnya posisi manusia sebagai objek yang berada dalam bayang-bayang “penjajahan” pada Dewa. Demikian juga, manusia telah menjadi objek sejarah, bukannya subjek sejarah kehidupannya.&lt;br /&gt;Pengalaman pahit sejarah ini, bagai peradaban eropa, telah menggariskan luka yang demikian parah, sehingga melahirkan “dendam” berkepanjangan. Dendam ini semakin berkarat, ketika sejarah pahit dunia Eropa terulang kembali ketika kekuasaan Gereja sebagai reinkarnasi para dewa di muka bumi, dimana mitologi berubah bentuk menjadi doktrin-doktrin gereja yang telah mencengkram dan membelenggu “kebebasan” manusia, khususnya kebebasan untuk berkreasi dan berpikir.&lt;br /&gt;Warna sejarah agak lain, ketika filsafat sampai di tangan para pemikir Muslim. Filsafat. Dunia Islam bukannya menolak, bahkan sepertinya malah menemukan kekuatan ekstra dari hadirnya filsafat tersebut. Filafat di Dunia Kristiani Romawi Ortodoks telah memporak-porandakan basic keyakinan asli, sehingga berubah wajah menjadi sistem keyakinan yang berwarna Romawi klasik. Agama kewahyuan berubah menjadi doktrin-dokrin yang bernuansa mitologis.&lt;br /&gt;Pertemuan antara filsafat Yunani Kalsik dengan Islam di Dunia Islam, malah seperti bertemunya dua teman lama yang telah lama tidak berjumpa. Yang paling menarik, dengan tidak merusak semangat filosofis yaitu pencarian kebenaran atau kebijaksanaan sejati (wisdom, al-hikmah), filsafat yang kemudian mewujud “filsafat Islam” malah semakin luas wilayah garapannya.&lt;br /&gt;Sebagai salah satu indikasi dari produktivitas para filosof Mulis, diantaranya adalah lahirnya sejumlah “disiplin ilmu” yang cukup banyak dan mandiri. Disiplin ilmu yang tidak hanya sekedar pelebaran wilayah kajian filsafat, akan tetapi telah mampu menurunkan sistem pengetahuan tersebut dari tataran pengetahuan filsafat (sebagai produk berpikir atau aktivitas filosofis) ke tataran pengetahuan praksis. Displin ilmu yang terlahir pada masa Islam Klasik ini antara lain: Filsafat Hukum yang melahirkan prinsip-prinsip hukum serta metodologinya (ushul fiqh); Ilmu Sejarah beserta metodologinya yang kemudian digunakan secara spesifik dalam Musthalah Hadits, selain ilmu sejarah itu senidiri (Tarikh); Ilmu Kedokteran, Ilmu Kimia, Ilmu Bumi, Ilmu Antariksa atau Astronomi, matematika dan lain sebagainya. Bahkan, dalam ilmu bahasa, retorika dan logika berkembang selain ilmu-ilmu tata-bahasa, mantik ilmu penafsiran (hermenetika, interpretasi); serta ilmu-ilmu lainnya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, terjadi perkembangan yang sangat lebar dari ruang lingkup studi filsafat di tangan para pemikir Muslim, bahkan telah mampu menelorkan ilmu-ilmu lainnya sehingga membuktikan keberadaan filsafat sebagai the mother of the sciences, baik dalam ruang lingkup maupun metodologinya, yang disumbangkan Dunia Islam terhadap sejarah dan perkembangan ilmu pengetahuan. Lalu, secara skematis, pengetahuan apa saja sebenarnya yang telah disumbangkan ummat Islam pada masa lalu, kini dan kemungkinan perkembangan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Untuk bisa mengetahui hal tersebut, tampaknya perlu re-strukturisasi filsafat Islam, dan juga re-strukturisasi ilmu derivasinya.&lt;br /&gt;Untuk selanjutnya, dalam makalah ini penggunaan periodisasi atau pembabakan berdasarkan waktu, sebagai karakteristik metode pembahasan kesejarahan, tidak akan digunakan. Hal ini dilakukan untuk melihat filsafat sebagai suatu sistem pengetahuan yang integral.&lt;br /&gt;Pemilahan atau tepatnya klasifikasi filsafat hanya akan dilakukan, yaitu filsafat Yinani (klasik) dengan Filsafat Islam (klasik). Pemilihan ini lebih merupakan tuntutan metodologis, dalam upaya membandingkan antara Filsafat Yunan dan Filsafat Islam, dan ini pun dilakukan hanya untuk melihat kedudukan dan kontribusi Filsafat Islam dalam mengembangkan studi Filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika Filsafat Yunani (Klasik)&lt;br /&gt;Filsafat Yunani (Klasik), diawali oleh lahirnya pemikiran Thales tentang alam, khususnya tentang asal mula alam semesta mengawali pengembaraan inteleknya dengan membicarakan asul-usul dan esensi serta eksistensi alam semesta (What is the nature of the wolrd stuff ?). Caranya menjawab persoalan ini sangat berbeda dengan cara mitologi menjawab. Para filosof mendasarkan jawaban terhadap karakteristik umum alam yang ditemukan dalam kehidupan yang diamatinya. Pengalaman dan pengamatan para filosof dari lingkungan yang berbeda, cenderung menghasilkan jawaban yang berbeda pula. Kesamaannya terletak pada penggunaan kekuatan rasio dalam mengungkap fenomena alam. Jawaban terhadap pertanyaan mendasar tentang alam ini dilanjutkan oleh penerusnya seperti Anaximandros, Anaximenes, Pythagoras dan yang lain, dengan kecenderungan cara pandanga yang relatif berbeda. Ada yang menekankan pada visi yang sangat naturalis ada pula yang lebih metafisis dan spiritualis seperti Anaximenes, Pythagoras, Zeno dan beberapa filosof lain sesudahnya.&lt;br /&gt;Pembicaraan Filsafat Yunani ini beralih secara drastis, dari persoalan tentang materi penyusun alam ke persoalan epistemologi. Hal ini terjadi ketika persoalan kebenaran dibicarakan, sehingga muncul kelompok atau kaum Sofis. Dalam sistem filsafat Barat Modern, pemikiran mereka mirif dengan aliran filsafat skeptisisme atau relativismenya Descartes. Pusat pembicaraan telah berkembang sedemikian rupa, dari pembicaraan tentang alam beralih ke persoalan tentang pengetahuan dan manusia. Keadaan ini dipertegas oleh munculnya tokoh yang secara radikan melakukan kritik terhadap pemikiran kaum Sofis ini. Dan, Socrates menjadikan persoalan manusia sebagai titik tolak pembicaraannya. Dan ialah yang mempopulerkan adagium filosofis yang diadaftasi dari pernyataan dari seorang Delphi, yaoti pernyataan “Know your self”. Demikian, pengenalan terhadap diri menjadikan dasar perenungan filosofis yang dilakuakan Socrates.&lt;br /&gt;Akumulasi dari persoalan-persoalan tentang esesnsi penyususn alam semesta (termasuk persoalan tentang gerak dan perubahan), kebenaran dan pengetahuan, serta persoalan tentang manusia, muncullah satu pertanyaan mendasar yang mengatasi seluruh persoalan tersebut. Yaitu, apa sesungguhnya hakikat dari “ada”, onthos. Persoalan ini untuk pertama kalinya dikemukakan dan dibahas oleh Plato yang mengeluarkan aliran filsafat Idealisme dan Aristoteles yang melahirkah alirasn filsafat Realisme.&lt;br /&gt;Kelahiran Plato khususnya Aristoteles sepertinya telah menutup sejumlah kemungkinan pemikiran untuk berkembang, saat itu. Karena persoalan-persoalan telah sedemikian lengkap dibahas oleh mereka berdua, khususnya Aristoteles. Kemunculan Plotinus sebagai pendidir aliran Neo-Platonisme hanya melengkapi dan menyempurnakan pemikiran pendahulunya, Plato. Hal yang paling menarik dan perlu dicatat dari pemikiran Plotinus, pada upaya untuk mempertemukan pemikiran-pemikiran filsafat yang rasional sifatnya dengan doktrisn-doktrin agama, khususnya Kristiani.&lt;br /&gt;Dengan demikian, bila kita strukturkan pemikiran filsafat Yunani (Klasik), dilaihat dari kecenderungan dan akar persoalan yang dibahas, dapat disistematisikan (disimpulkan) sebagi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Logika&lt;br /&gt;a. Kategori-kategori&lt;br /&gt;b. Interpretasi (penafsiran)&lt;br /&gt;c. Analitika apriora&lt;br /&gt;d. Analitika aposteriora&lt;br /&gt;e. Topika (jadal)&lt;br /&gt;2. Filsafat Alam&lt;br /&gt;a. Fisika&lt;br /&gt;b. Perihal Langit&lt;br /&gt;c. Kelahiran dan Musnahnya Makhluk Biologis&lt;br /&gt;d. Meteorologi&lt;br /&gt;3. Psikologi&lt;br /&gt;a. De Anima (jiwa)&lt;br /&gt;b. Prisnsi-prinsip Alamiah Jiwa&lt;br /&gt;i) Panca indera dan objeknya&lt;br /&gt;ii) Ingatan dan pengingatan&lt;br /&gt;iii) Tidur&lt;br /&gt;iv) Mimpi&lt;br /&gt;v) Tenung&lt;br /&gt;vi) Usia&lt;br /&gt;vii) Perihal kehidupan dan kematian&lt;br /&gt;viii) Tentang nafas&lt;br /&gt;4. Biologi&lt;br /&gt;a. Anatomi binatang&lt;br /&gt;b. Gerak binatang&lt;br /&gt;c. Jalan binatang&lt;br /&gt;d. Kejadian binatang&lt;br /&gt;5. Metafisika (filsafat pertama, theologia)&lt;br /&gt;6. Etika&lt;br /&gt;a. Etika Nicomachae&lt;br /&gt;b. Moral&lt;br /&gt;7. Politik&lt;br /&gt;a. Politik&lt;br /&gt;b. Ekonomi&lt;br /&gt;8. Retorika dan Puisi (poetica)&lt;br /&gt;a. Poetika&lt;br /&gt;b. Retorika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles sebagai seorang realisme yang menggunakan metode empirismenya, telah mengawali melakukan derivasi pengetahuan filsafat yang rasional-spekulatif (teoritis) menjadi pengetahuan-pengetahuan praktis, seperti kedokteran, logika (dari filsafat berpikir menjadi seni dan metode berpikir), seni berbicara (retorika).&lt;br /&gt;Diantara pemikiran para filosof Yunani (Klasik) yang terdokumentasikan hanyalah Sokrates (yang ditulis Plato), Plato dan Aristoteles, dan Plotinus (era Agama). Tema-tema yang dibahas oleh Socrates dan Plato secara garis besar juga dibicarakan oleh Aristotes (dengan metode, isi dan pemikiran yang berbeda)&lt;br /&gt;Bila melihat persoalan khususnya wilayah jelajah pemikiran filsafat yang dilahirkan dari era pertama kelahiran filsafat ini, tampak bahwa sistem pengetahuan yang terbentuk dan dibangun pada umumnya masih berada dalam tataran teoris, filsafat murni, spekultatif-rasional. Baru beberapa sistem pengetahuan yang telah mewujud sebagai suatu disiplen pengetahuan praktis, emprikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Filsafat Islam dan Aktivitas Filosofinya&lt;br /&gt;Kultur berpikir bebas dan rasional di Dunia Islam (masyarakat Muslim) telah tumbuh semenjak masa Rasulullah. Terdapat sejumlah kondisi yang mendukung dan memungkinkan umat Islam ketika itu berpikir “bebas” dan rasional, antara lain:&lt;br /&gt;1. Tuntutan dan tantangan dari al-Qur’an,&lt;br /&gt;2. Perintah dan peluang yang diberikan nabi pada sejumlah sahabat dan umat Islam pada umumnya.&lt;br /&gt;3. Terjadinya interaksi yang sangat dinamis dan terbuka dengan sejumlah penganut aga yang berbeda. Hal ini sangat dimungkinkan karena Makkah sebagai jalur lalulintas perdagangan (ekonomi) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian secara garis besar, tuntutan berpikir bebsa dan rasional ini dalam hubungannya dengan sistem ajaran Islam secara langsung, ada dua hal, perama karena tuntutan al-Qur’an dan Nabi. Kedua, tuntutan untuk mempertahankan dan membersihkan ajaran dan akidah Islam dari serangan sistem keyakinan lainnya.&lt;br /&gt;Pada perkembangan selanjutnya, perkembangan berpikir umat Islam semakin berkembang setelah Rasulullah wafat. Hal ini dikarenakan munculnya tuntutan yang semakin kuat dari persoalan-persoalan yang dihadapi umat Islam, sementara Rasul sudah tidak lagi berada diantara mereka.&lt;br /&gt;Perkembangan pemikiran mereka semakin menemukan bentuknya yang jelas dan sistematis setelah munculnya aliran Kalam dalam islam dan masuknya pemikiran filsafat dari Yunani, terutama setelah dilakukannya penterjemahan-penterjemahan buku-buku filsafat Yunan tersebut. Tradisi berpikir rasiona, dalam berbagai aspek, semakin merebak ketika metode dan perenungan filsafat dijadikan sebagai metode dalam memahami dan memecahkan persoalan-persoalan keagamaan. Akumilasi dari aktivitas tersebut, lahirlah sejumlah disiplin ilmu dalam Islam, baik (khususnya) yang berhubungan persoalan-persoalan keagamaan, maupun yang berhubungan dengan persoalan-persoalan sosial, politik dan budaya umat Islam.&lt;br /&gt;Dari catatan sejarah yang terungkan, Al-Kindi, menurupakan orang Islam pertama yang secara serisu melakukan penterjamahn-penterjemahan serta melakukan pengulasan terhadap pemikiran filsafat Yunani tersebut. Upaya ini selanjutnya diikuti dan dilakukan oleh filosuf Islam sesudahnya.&lt;br /&gt;Hal yang belum pernah dilakukan oleh filosuf sebelumnya (temasuk oleh Plotinus), adalah upaya untuk mencari titik temu dan “menggabungkan” antara pemikiran Aristotelian dan Platonian, yang baik secara epistemologis maupun ontologis berbeda bahkan bertentangan. Kemampuannya ini, semakin tampak dalam melakukan “rekonsiliasi” antara filsafat, kalam dan Agama. Rekonsiliasi antara Filsafat dengan Kalam, mungkin tidak dinggap terlalu istimewa, karena dalam filsafat Yunani pun terdapat tema-pembicaraan tentang Tuhan dengan pendekatan yang tidak terlalu berbeda (rasional). Akan tetapi melakukan “rekonsiliasi” antara agama dengan filsafat (filsafat Idelaisme dan realisme yang juga, berbeda bahkan bertentangan) bukanlah hal yang mudah dan bisa dianggap sepele.&lt;br /&gt;Sebagi ilustrasi, Plotinus yang mencoba melakukan rekonsiliasi antara agama (Kristiani) dengan filsafat Yunani, ia harus (hanya) menerima secara filsafat Idealismenya Plato dengan sejumlah modifikasi yang kreatif, namun harus menolak secara total filsafat Realismenya Aristoteles.&lt;br /&gt;Para filosof Muslim melakukan sejumlah modifikasi dan pengambangan yang sangta kreatif terhadap pemikiran filsafat Yunani, bahkan bukan hanya pemikiran filsafat Plato dan Aristo saja akan tetapi juga dari para filosof sebelumnya, termasuk Plotinus sebagai pengukut dan pembaharu pemikiran-pemikiran Plato.&lt;br /&gt;Dengan demikian, apabila aktivitas “philosophying” (berpilasafat) yang dilakukan oleh para filosof Muslim, mengingat tradisi berfisafat mereka juga sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsafat Yunani, bila tanpan melakukan sejumlah modifikasi kreatif, adalah sesuauu hal yang sangat mustahil untuk dilakukan. Padahal mereka tidak hanya mengambil satu aliran dengan menolak aliran lain yang belawanan.&lt;br /&gt;Modofikasi kreatif yang dilakukan oleh para filosof Muslim ini antara lain:&lt;br /&gt;1. Memunculkan term-term berbahasa Arab yang sertara maknanya dengan term-term yang digunakan dalam tradisi filsafat Yunani. Yang adalah juga disesuaikan dengan term-term yang dikenal dan dugunakan dalam terma-terma “keagamaan” (bahasa religius) dalam tradisi Islam.&lt;br /&gt;2. Menyelaraskan dan mencari garis merah kesamaan antara sejumlah pemikiran filsafat Yunani yang selama dini dianggap bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya bukan hanya modifikasi yang dilakukan oleh mereka, akan tetapi juga mereka melakukan suatu kerja besar, yang hanya bisa dilakuakn oleh oirang setingkat Aristoteles, yaitu melakukan pengembangan baik dalam metodelogi maupun wilayah pembicaraan (diskursus) filsafatnya. Juga telah mampu melahirkan sejumlah disiplin ilmu. Baik ilmu-ilmu yang secara langsung berhubungan dengan kepentingan dalam memahami dan mengamalkan alqur’an (ajaran Islam), maupun disiplin yang leboh banyak berhubungan dengan kepentingan-kepentingan bagi kesejahteraan masyarajat, baik kedokteran, ilmu-ilmu sosial, ekonomi, astronomi, kimia, fiska, amtematika, hinga peroslan-persoalan yang berhubungan dengan seni dan teknologi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Filsafat Islam&lt;br /&gt;Pada awalnya, bisa dimaklumi, bahwa sistem pengetahuan dalam Dunia Islam belum memliki struktur yang jelas, khususnya struktur pengetahuan filsafatnya. Struktur pengetahuan ini, seperti halnya juga struktur dan sistematika pengethuan filsafat Yunani, terjadi secara alamiah. Tersusun bersamaan dengan perjalanan waktu dan kreativitas dari pra filosofnya dan ilmuwannya.&lt;br /&gt;Untuk bisa melihat dan membangun struktur pengetuan filsafat Islam, bisa dilakukan denagn menginventarisis tema-tema persoalan yang menjadi temaga atau subjek garapan pemikiran mereka.&lt;br /&gt;Dan untuk mengetahui tema bahasan yang mereka bahas, bisa dilakukan dengan mengetahui karya-karya yang telah mereka hasilkan. Yaitu karya yang tertulis (baik lengkap atau tidak karena persoalan usia buku dan penyimnanannya), sebagai karya yang autentik, bukti dari kreativitas mereka. Namun demikian terdapat pula persoalan yang agak rumit, karenaterlalu banyak karya-karya mereka yang hilang sehingga tidak bisa diinfentarisir secara lengkap. Diantara karya-karya yang paling banyak hilang. Diantara cara yang paling memungkinkan adalah dengan mengungkap pembagian ilmu yang dilakukan oleh para filosof sendiri.&lt;br /&gt;Diantara para filosof awal, khususnya al-Kindi dan al-Farabi, sangat karya-karya berupa terjemahan dan komentar mereka terhadap para filosof Yunani, khususnya terhadap Aristoteles, Plato dan Plotinus. Dalam kesempatan ini akan dikemukakan tiga filsuf yang membahas struktur ilmu filosofis. Yang pertama adalah Abu Hasan al-Amiri, filsuf yang mencoba menggambarkan struktur ilmu yang berkembang pada abad IV Hijriyah dalam peradaban Islam. Ia tidak mengemukakan struktur yang diyakininya. Kemudian al-Farabi, dengan strukturnya sendiri yang memenangkan ilmu-ilmu filosofai. Dan terakhir, al-Ghazali yang memenangkan ilmu-ilmu religius.&lt;br /&gt;Al-Farabi, dalam Ihsan’ Al-ulum, membagi pengetahuan (filsafat) pada tujuh bidang
